Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kasus Radiasi Cikande Masuk Tahap Penyidikan, PT PMT Dianggap Lalai

Pemerintah menetapkan kasus radiasi Cs-137 di Cikande naik ke tahap penyidikan, setelah ditemukan bukti kuat kelalaian dari pihak industri.
ErickaEricka16 Oktober 2025 Lingkungan
Anggota Tim Khusus Pelaksana mengukur tingkat paparan radiasi
Anggota Tim Khusus Pelaksana mengukur tingkat paparan radiasi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Serang – Pemerintah resmi menaikkan status kasus pencemaran radioaktif Cesium (Cs)-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, ke tahap penyidikan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyimpulkan adanya kelalaian serius dari pihak PT Peter Metal Technology (PMT) dalam penyimpanan bahan scrap yang menyebabkan paparan zat radioaktif berbahaya tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa hasil penelusuran lapangan menunjukkan seluruh bahan logam bekas (scrap) yang terkontaminasi berasal dari pabrik PT PMT. Kelalaian dalam proses pengelolaan dan penyimpanan scrap menjadi faktor utama terjadinya pencemaran radiasi di kawasan industri.

“Hasil penelusurannya memang semua scrap itu diproduksi dari PT PMT yang lalai disimpan. Karena siapa yang mengira ada Cesium di situ? Ini memang kelalaian dan keteledoran kita semua,” ujar Hanif di Serang, Kamis (16/10/2025).

Hanif, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137, menjelaskan bahwa proses dekontaminasi terhadap 22 pabrik terdampak telah selesai dilakukan. Saat ini, terdapat 10 lokasi lain yang masih dalam tahap pembersihan untuk memastikan tidak ada lagi sisa cemaran radioaktif di lingkungan sekitar.

Baca Juga:
  • Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup

Pemerintah juga menyiapkan langkah relokasi sementara bagi warga yang tinggal di sekitar zona inti paparan radiasi. Relokasi dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah Serang, guna menjamin keselamatan warga selama proses dekontaminasi berlangsung. “Nanti akan pindah sementara di sana, sambil kita bersihkan. Mudah-mudahan sebulan selesai, langsung balik,” tambah Hanif.

Proses dekontaminasi ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2025. Pemerintah juga melibatkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam investigasi untuk memastikan sumber utama kontaminasi dan jalur penyebarannya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menemukan sembilan orang pekerja di kawasan industri yang positif terpapar Cs-137. Mereka dirawat intensif dan diberikan obat dekontaminasi Prussian Blue setelah dilakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 1.500 pekerja dan warga sekitar.

Paparan radioaktif Cs-137 di kawasan ini awalnya terdeteksi setelah Amerika Serikat melaporkan adanya kontaminasi ringan pada produk udang beku asal Indonesia pada Maret 2025. Hasil penyelidikan menemukan bahwa debu udara dari pabrik logam di Cikande menjadi sumber utama paparan tersebut.

Artikel Terkait:
  • Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya
  • Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin

Guru Besar Kedokteran Nuklir Universitas Padjadjaran, Achmad Hussein Kartamihardja, menjelaskan bahwa Cs-137 memiliki karakteristik menyerupai kalium, sehingga dapat masuk ke dalam jaringan tubuh manusia dan menyebar ke sumsum tulang serta sistem kekebalan tubuh. Ia menegaskan bahwa paparan kronis Cs-137 dapat memicu berbagai gangguan serius seperti kanker darah, kerusakan saraf, dan gangguan pencernaan.

“Paparan radiasi ini tidak selalu langsung terlihat. Tapi dalam jangka panjang, bisa menyebabkan sel tubuh terus membelah seperti sel kanker,” kata Achmad saat dimintai keterangan, Jumat (10/10/2025).

KLH menegaskan bahwa penegakan hukum akan diterapkan secara tegas terhadap pihak yang terbukti lalai. Pemerintah juga sedang menyiapkan sistem pemantauan lingkungan industri berbasis sensor untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap industri pengolahan logam dan limbah berpotensi radiasi di Indonesia. Pemerintah berharap proses hukum dan pemulihan lingkungan di Cikande dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola keselamatan lingkungan nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Rano Karno: Inovasi Sampah Kunci Agar Jakarta Tak Tenggelam
  • Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
Cikande Serang Kasus Lingkungan Banten PT PMT Radiasi Cs-137 Radioaktif Indonesia.
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Resmikan Fase Dua Kesepakatan Gencatan Gaza
Next Article Kutim Siap Jadi Tuan Rumah Porwarda Kaltim 2026

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah

Perspektif Alfi Salamah

Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Editorial Udex Mundzir

Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan

Editorial Udex Mundzir

Menikmati Kuliner Autentik Khas Turki, Dari Kudapan Manis hingga Minuman Tradisional

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi