Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gen Z Mulai Bosan dengan Aplikasi Kencan

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 24 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Yusril: Sastra Gunung Bintan Wadah Diplomasi Budaya

Festival Sastra Internasional Gunung Bintan jadi panggung harmoni kata dan jembatan diplomasi budaya Melayu.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati29 Oktober 2025 Daerah
Yusril: Sastra Gunung Bintan Wadah Diplomasi Budaya
Yusril Ihza Mahendra saat membuka Festival Sastra Gunung Bintan 2025 di Tanjungpinang. (Foto: Antara)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tanjungpinang – Dalam suasana yang hangat di kaki Gunung Bintan, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membuka Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2025, pada Selasa (28/10/2025) malam. 

Ia menegaskan bahwa sastra bukan hanya sekadar kumpulan kata indah, melainkan juga jembatan diplomasi budaya untuk memperkuat citra Indonesia di mata dunia sekaligus melestarikan warisan Melayu.

Menurut Yusril, festival ini menjadi simbol pertemuan antara kebebasan berekspresi dan nilai kemanusiaan. “Sastra adalah manifestasi tertinggi kebebasan manusia. Bahkan penderitaan pun bisa dijahit menjadi keindahan melalui puisi. Sastra memanusiakan manusia, dan sejalan dengan semangat membangun kesadaran hukum serta HAM di masyarakat,” ujarnya di hadapan para sastrawan dari berbagai negara.

Ia menambahkan, kehadiran para penulis dan penyair dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga negara lain membuktikan bahwa Kepulauan Riau kini telah menjadi bagian dari jejaring sastra global.

Baca Juga:
  • AMM: Tangkap dan Adili Rocky Gerung
  • Sosialisasi SP4N LAPOR Diadakan Diskominfo di Desa Samuntai
  • Firnadi Ikhsan Dukung Pengembangan Pertanian di SMK SPP Samarinda
  • Babak Baru, Para Karyawan PT. Bokor Mas dan PT. Pura Perkasa Serahkan Draft Kuasa

“Ini bukan sekadar festival, tapi panggung persaudaraan budaya. Kita generasi penerus yang wajib melanjutkan tradisi sastra Melayu,” tambahnya dengan nada optimistis.

Ketua Panitia FSIGB, Rida K. Liamsi, menjelaskan bahwa festival ini telah menjadi agenda tahunan sejak pertama kali digelar pada 2018.

“Gunung Bintan dipilih sebagai simbol karena menjadi saksi lahirnya banyak pujangga besar seperti Raja Ali Haji, Engku Muda Raja Ibrahim, hingga Sutardji Calzoum Bachri,” ujarnya.

Artikel Terkait:
  • Pengobatan Gratis di Tasikmalaya: Misi Kemanusiaan Yayasan Triguna Mandiri
  • Hetifah Sjaifudian: Kopi Menjadi Inovasi Sumber Kehidupan Anak Muda
  • Hebat, Polda Jatim Berikan Dua Penghargaan kepada Satlantas Polres Blitar Kota
  • Pemkab Kukar Ajak Swasta Dukung Wisata Pulau Kumala

Rida menegaskan, semangat “takkan Melayu hilang di bumi” menjadi ruh dari penyelenggaraan FSIGB. Festival yang berlangsung pada 28–31 Oktober 2025 ini menghadirkan panggung baca puisi, seminar kesusastraan, serta bedah buku lintas negara.

Kehadiran Yusril dalam pembukaan festival menjadi penanda kuat bahwa sastra kini kembali menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia. Melalui bahasa, narasi, dan puisi, Gunung Bintan seolah menjadi mercusuar kecil yang menyalakan kembali semangat persaudaraan Nusantara.

Jangan Lewatkan:
  • BPSDM Kaltim Kembangkan CorpU untuk Perkuat SDM ASN
  • Satlantas Polres Penajam Paser Utara Tindak Pelanggar Lalu Lintas Secara Manual
  • Ketua DPRD Kutim: Gizi Anak Kunci Masa Depan Daerah
  • Kaltim Luncurkan Gratispol dan Jospol untuk Wujudkan Generasi Emas
Budaya Melayu Diplomasi Budaya Festival Sastra Kepulauan Riau Yusril Ihza Mahendra
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRisma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi
Next Article Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Informasi lainnya

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Editorial Udex Mundzir

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Editorial Udex Mundzir

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

Techno Ericka

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah

Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi