Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Anak dan Sepak Bola: Jembatan Simbolik di Piala AFF 2024

AssyifaAssyifa3 Desember 2024 Happy
Player Escort di Piala AFF 2024
Player Escort di Piala AFF 2024
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tradisi menggandeng anak-anak saat pemain sepak bola memasuki lapangan selalu menjadi momen penuh makna di dunia olahraga. Bukan sekadar penghias seremoni, tetapi tradisi ini membawa pesan mendalam tentang harapan, kesetaraan, dan persatuan. Pada ajang Piala AFF 2024, tradisi ini akan kembali menjadi sorotan, menyatukan semangat Asia Tenggara melalui kehadiran generasi muda di lapangan hijau.

Player escort—sebutan bagi anak-anak pendamping—bukanlah konsep baru. Tradisi ini mulai populer pada 1990-an, mencapai puncaknya melalui turnamen besar seperti Kejuaraan Eropa 2000 dan Piala Dunia 2002. Saat itu, FIFA dan UNICEF memanfaatkan momen tersebut untuk kampanye “Say Yes for Children,” menekankan pentingnya hak anak dalam pendidikan, perlindungan, dan rekreasi. Semangat yang sama kini terus dilestarikan di berbagai turnamen, termasuk Piala AFF, sebagai simbol bahwa sepak bola adalah olahraga untuk semua.

Pada Piala AFF 2024, tradisi ini membawa nilai yang lebih mendalam, mengingat Asia Tenggara adalah kawasan dengan keberagaman budaya dan sosial. Anak-anak yang menggandeng para pemain menjadi simbol kesatuan, melampaui batas negara, agama, atau status sosial. FIFA, melalui kampanye global “Football Unites the World,” memanfaatkan tradisi ini untuk mempromosikan nilai-nilai fair play, kebersamaan, dan solidaritas di lapangan.

Tak hanya itu, bagi anak-anak, momen menjadi player escort adalah impian yang menjadi nyata. Di Indonesia, PSSI memberikan kesempatan melalui program “Pendamping Garuda,” memungkinkan putra-putri bangsa untuk berjalan bersama pemain Timnas di ajang Piala AFF. Tradisi ini bukan hanya memberi pengalaman tak terlupakan, tetapi juga menginspirasi mereka untuk bermimpi lebih besar.

Namun, tradisi ini tidak lepas dari dimensi komersial. Di beberapa negara, seperti Inggris, klub-klub sepak bola mengenakan biaya hingga Rp12 juta untuk kesempatan menjadi player escort. Biaya ini sering dikritik karena dianggap mengurangi esensi inklusivitas olahraga. Meski demikian, hal ini juga menunjukkan bagaimana sepak bola semakin profesional dan melibatkan aspek bisnis dalam setiap elemennya.

Yang menarik, tradisi ini juga memberikan ruang untuk variasi kreatif. Di Brasil, pemain Sao Paulo pernah masuk lapangan dengan menggandeng anjing sebagai bagian dari kampanye adopsi hewan. Sementara itu, Ajax Amsterdam merayakan Hari Ibu dengan berjalan bersama ibu mereka ke lapangan. Di Piala AFF 2024, mungkin kita juga bisa berharap adanya elemen lokal yang memperkaya tradisi ini, mencerminkan semangat khas Asia Tenggara.

Melalui player escort, Piala AFF 2024 akan menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa sepak bola adalah jembatan antargenerasi, menyatukan orang-orang melalui nilai-nilai universal seperti harapan, kebersamaan, dan cinta untuk olahraga. Sebuah tradisi kecil yang membawa pesan besar bagi dunia.

Piala AFF 2024 Player escort sepak bola Tradisi sepak bola
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRafael Struick Bergabung Jika Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF 2024
Next Article RDTR Kawasan Perkotaan Sangkulirang 2024-2044 Resmi Dipresentasikan

Informasi lainnya

Self Healing, Tren atau Pelarian?

22 Januari 2026

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

11 Januari 2026

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

29 Oktober 2025

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

29 Oktober 2025

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

23 Mei 2025

Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah

8 April 2025
Paling Sering Dibaca

Ketika Makkah Padat, Jamaah Haji Disarankan Ibadah di Hotel

Islami Alfi Salamah

Rahasia Batu Kerikil Jamaah Haji Setelah Lempar Jumrah

Islami Alfi Salamah

Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?

Daily Tips Lina Marlina

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Angin Segar bagi Narapidana

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi