Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Anak dan Sepak Bola: Jembatan Simbolik di Piala AFF 2024

AssyifaAssyifa3 Desember 2024 Happy
Player Escort di Piala AFF 2024
Player Escort di Piala AFF 2024
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tradisi menggandeng anak-anak saat pemain sepak bola memasuki lapangan selalu menjadi momen penuh makna di dunia olahraga. Bukan sekadar penghias seremoni, tetapi tradisi ini membawa pesan mendalam tentang harapan, kesetaraan, dan persatuan. Pada ajang Piala AFF 2024, tradisi ini akan kembali menjadi sorotan, menyatukan semangat Asia Tenggara melalui kehadiran generasi muda di lapangan hijau.

Player escort—sebutan bagi anak-anak pendamping—bukanlah konsep baru. Tradisi ini mulai populer pada 1990-an, mencapai puncaknya melalui turnamen besar seperti Kejuaraan Eropa 2000 dan Piala Dunia 2002. Saat itu, FIFA dan UNICEF memanfaatkan momen tersebut untuk kampanye “Say Yes for Children,” menekankan pentingnya hak anak dalam pendidikan, perlindungan, dan rekreasi. Semangat yang sama kini terus dilestarikan di berbagai turnamen, termasuk Piala AFF, sebagai simbol bahwa sepak bola adalah olahraga untuk semua.

Pada Piala AFF 2024, tradisi ini membawa nilai yang lebih mendalam, mengingat Asia Tenggara adalah kawasan dengan keberagaman budaya dan sosial. Anak-anak yang menggandeng para pemain menjadi simbol kesatuan, melampaui batas negara, agama, atau status sosial. FIFA, melalui kampanye global “Football Unites the World,” memanfaatkan tradisi ini untuk mempromosikan nilai-nilai fair play, kebersamaan, dan solidaritas di lapangan.

Tak hanya itu, bagi anak-anak, momen menjadi player escort adalah impian yang menjadi nyata. Di Indonesia, PSSI memberikan kesempatan melalui program “Pendamping Garuda,” memungkinkan putra-putri bangsa untuk berjalan bersama pemain Timnas di ajang Piala AFF. Tradisi ini bukan hanya memberi pengalaman tak terlupakan, tetapi juga menginspirasi mereka untuk bermimpi lebih besar.

Namun, tradisi ini tidak lepas dari dimensi komersial. Di beberapa negara, seperti Inggris, klub-klub sepak bola mengenakan biaya hingga Rp12 juta untuk kesempatan menjadi player escort. Biaya ini sering dikritik karena dianggap mengurangi esensi inklusivitas olahraga. Meski demikian, hal ini juga menunjukkan bagaimana sepak bola semakin profesional dan melibatkan aspek bisnis dalam setiap elemennya.

Yang menarik, tradisi ini juga memberikan ruang untuk variasi kreatif. Di Brasil, pemain Sao Paulo pernah masuk lapangan dengan menggandeng anjing sebagai bagian dari kampanye adopsi hewan. Sementara itu, Ajax Amsterdam merayakan Hari Ibu dengan berjalan bersama ibu mereka ke lapangan. Di Piala AFF 2024, mungkin kita juga bisa berharap adanya elemen lokal yang memperkaya tradisi ini, mencerminkan semangat khas Asia Tenggara.

Melalui player escort, Piala AFF 2024 akan menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa sepak bola adalah jembatan antargenerasi, menyatukan orang-orang melalui nilai-nilai universal seperti harapan, kebersamaan, dan cinta untuk olahraga. Sebuah tradisi kecil yang membawa pesan besar bagi dunia.

Piala AFF 2024 Player escort sepak bola Tradisi sepak bola
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRafael Struick Bergabung Jika Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF 2024
Next Article RDTR Kawasan Perkotaan Sangkulirang 2024-2044 Resmi Dipresentasikan

Informasi lainnya

Self Healing, Tren atau Pelarian?

22 Januari 2026

Paspor Abadi Sang Firaun: Pelajaran Kepemimpinan yang Tak Pernah Mati

11 Januari 2026

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

29 Oktober 2025

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

29 Oktober 2025

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

23 Mei 2025

Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah

8 April 2025
Paling Sering Dibaca

Kades Wunut Klaten Bagikan THR Rp200 Ribu per Warga

Happy Ericka

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Gagasan Udex Mundzir

Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak

Editorial Udex Mundzir

Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur

Editorial Udex Mundzir

Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.