Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ancaman Terhadap Ekonomi! Kenaikan PPN Tuai Kritikan

Tarif PPN baru saja naik menjadi 11% pada April 2022, dan terbukti langsung berdampak pada penurunan daya beli masyarakat
Alfi SalamahAlfi Salamah15 Maret 2024 Daerah
Ali Hamdi
Ali Hamdi, Ketua Fraksi PKS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Ketua Fraksi PKS Ali Hamdi menilai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kontraproduktif dan akan memperparah situasi ekonomi masyarakat.

Wacana kenaikan PPN menjadi 12% pada tahun 2025 menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk dari Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur.

“Sumber PPN terbesar berasal dari konsumsi masyarakat dan impor bahan baku industri. Kenaikan tarif PPN ini akan melemahkan daya beli dan menekan perekonomian nasional,” ucapnya.

Sebelumnya, tarif PPN baru saja naik menjadi 11% pada April 2022, dan terbukti langsung berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

“Pada 2022, porsi konsumsi rumah tangga sebagian besar digunakan untuk barang habis pakai. Dan pada 2023, tren ini masih berlanjut, bahkan muncul fenomena ‘mantab’ (makan tabungan) di kalangan masyarakat menengah,” katanya.

Survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan bahwa rasio konsumsi kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp 5 juta mengalami penurunan. Terutama pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta – Rp 3 juta dan Rp 4,1 juta – Rp 5 juta.

Ali khawatir bahwa kenaikan ini akan mendorong inflasi dan membuat harga-harga barang/jasa semakin mahal, yang pada akhirnya akan semakin membebani daya beli masyarakat.

“Industri besar akan mudah menaikan harga barangnya ketika tarif PPN bahan baku industrinya meningkat, dan masyarakat ekonomi menengah ke bawahlah yang akan menanggung beban kenaikan ini,” tegas Ali.

Fraksi PKS mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan ini dan mencari solusi alternatif untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani rakyat.

“Pemerintah perlu fokus pada pemulihan daya beli masyarakat dan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Ali.

Ali Hamdi PKS Kaltim PPN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMemanas, Cagub dan Cawagub Kaltim alami Perubahan Drastis
Next Article Berkah Ramadhan, Purna Jamnas 96 Buka Bersama Yatim Piatu

Informasi lainnya

KA Serayu Kini Berhenti di Stasiun Rajapolah

15 Maret 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

18 Februari 2026

Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot

15 Februari 2026

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut

Editorial Udex Mundzir

Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’

Editorial Udex Mundzir

Kenali Calon Istrimu dengan 3 Cara Ini: Panduan Islami untuk Memilih Pasangan

Opini Udex Mundzir

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi