Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ancaman Terhadap Ekonomi! Kenaikan PPN Tuai Kritikan

Tarif PPN baru saja naik menjadi 11% pada April 2022, dan terbukti langsung berdampak pada penurunan daya beli masyarakat
Alfi SalamahAlfi Salamah15 Maret 2024 Daerah
Ali Hamdi
Ali Hamdi, Ketua Fraksi PKS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Ketua Fraksi PKS Ali Hamdi menilai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kontraproduktif dan akan memperparah situasi ekonomi masyarakat.

Wacana kenaikan PPN menjadi 12% pada tahun 2025 menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk dari Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur.

“Sumber PPN terbesar berasal dari konsumsi masyarakat dan impor bahan baku industri. Kenaikan tarif PPN ini akan melemahkan daya beli dan menekan perekonomian nasional,” ucapnya.

Sebelumnya, tarif PPN baru saja naik menjadi 11% pada April 2022, dan terbukti langsung berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

“Pada 2022, porsi konsumsi rumah tangga sebagian besar digunakan untuk barang habis pakai. Dan pada 2023, tren ini masih berlanjut, bahkan muncul fenomena ‘mantab’ (makan tabungan) di kalangan masyarakat menengah,” katanya.

Survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan bahwa rasio konsumsi kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp 5 juta mengalami penurunan. Terutama pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta – Rp 3 juta dan Rp 4,1 juta – Rp 5 juta.

Ali khawatir bahwa kenaikan ini akan mendorong inflasi dan membuat harga-harga barang/jasa semakin mahal, yang pada akhirnya akan semakin membebani daya beli masyarakat.

“Industri besar akan mudah menaikan harga barangnya ketika tarif PPN bahan baku industrinya meningkat, dan masyarakat ekonomi menengah ke bawahlah yang akan menanggung beban kenaikan ini,” tegas Ali.

Fraksi PKS mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan ini dan mencari solusi alternatif untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani rakyat.

“Pemerintah perlu fokus pada pemulihan daya beli masyarakat dan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Ali.

Ali Hamdi PKS Kaltim PPN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMemanas, Cagub dan Cawagub Kaltim alami Perubahan Drastis
Next Article Berkah Ramadhan, Purna Jamnas 96 Buka Bersama Yatim Piatu

Informasi lainnya

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026

Darurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban

24 Januari 2026

Kak Mashuri Pimpin Kwartir Ranting Tellu Siattinge 2026-2029

22 Januari 2026

Pramuka Tellu Siattinge Satukan Langkah Lewat Musyawarah Ranting

22 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

Islami Syamril Al-Bugisyi

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

Profil Alfi Salamah

Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata

Travel Alfi Salamah

Pajak Bukan Satu-Satunya Jalan

Editorial Udex Mundzir

Mindset Hack to Stop Overthinking

Lifestyles Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.