Penulis: Adit Musthofa
Sinergi ini perlu terus didorong agar UMKM lokal bisa semakin pintar. Kami ingin membantu UMKM di Cisayong supaya mereka bisa naik kelas.
Sekarang zamannya digital, jualan tidak perlu menunggu kenal dulu dengan pembeli. Siapa yang siap digital, dia yang menang.
Banyak pelaku usaha menyerah duluan karena melihat syarat follower harus 1.000. Padahal, ada teknis khusus dan strategi agar Bapak/Ibu bisa tetap live berjualan dari nol (0) follower sekalipun.
Kalau beres dari perkuliahan, dibuka lagi buku-bukunya. Materi yang sudah dibahas di kelas saya pelajari ulang, biar lebih melekat
“Kuncinya ada pada keseimbangan antara knowledge, skill, dan attitude. Itulah yang membedakan lulusan vokasi. Ketika wawancara, mereka sudah terbiasa menjawab dengan percaya diri dan komunikatif karena selama tiga tahun sudah puluhan kali berlatih presentasi,” ujar Ubaidillah.
Ada satu kata yang selalu saya pegang: Apa pun yang terjadi, itulah yang terbaik menurut takdir
Belajar dari setiap interaksi—termasuk komplain—itu bekal paling berharga
“Visi kami menghasilkan lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja,” ujar Ketua Yayasan Triguna Mandiri Tasikmalaya, dr. Rini Dwidarini, M.M.M.RS.
Tasikmalaya – Merah Putih kembali berkibar di Cisayong. Langit pagi menjadi latar saat “Indonesia Raya” menggema di halaman Kantor Kecamatan Cisayong, Selasa (28/10/2025). Upacara Sumpah Pemuda…