Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Awan Panas Merapi Meluncur 2 Km dari Puncak Gunung

Luncuran awan panas kembali muncul dari Merapi, menandai dinamika vulkanik yang belum mereda.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati21 November 2025 Daerah
Awan Panas Merapi Meluncur 2 Km dari Puncak Gunung
Gunung Merapi saat menyemburkan lahar panas (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sleman – Seperti napas panas yang tersengal dari perut bumi, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Jumat malam. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa gunung api paling aktif di Indonesia itu masih menjalani fase Siaga, dengan potensi bahaya yang sewaktu-waktu bisa meningkat.

Aktivitas tersebut tercatat pada pukul 21.23 WIB, Jumat (21/11/2025), dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter dari puncak. Peristiwa itu terekam jelas melalui seismograf di Pos Pemantauan Gunung Merapi, Jawa Tengah, yang menunjukkan amplitudo maksimum 57 mm dengan durasi 206 detik.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut bahwa pergerakan tersebut masih merupakan bagian dari dinamika Merapi yang berada pada status Siaga atau Level III.

“Potensi luncuran awan panas maupun aliran lava pijar masih dapat terjadi kapan saja, sehingga masyarakat perlu mengikuti seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan,” ujar pernyataan resmi Badan Geologi pada Jumat (21/11/2025).

Lembaga tersebut menegaskan bahwa warga di zona rawan bencana harus tetap waspada. Imbauan agar masyarakat hanya merujuk pada informasi resmi juga kembali disampaikan, mengingat tingginya penyebaran kabar tidak terverifikasi yang sering muncul saat aktivitas vulkanik meningkat.

Rekomendasi yang telah diberikan meliputi larangan beraktivitas di area-area yang masuk zona bahaya, terutama sektor tenggara dan selatan yang menjadi jalur dominan luncuran guguran. Selain itu, aparat desa di lereng Merapi diminta terus memperbarui data kesiapsiagaan, termasuk rencana evakuasi bila sewaktu-waktu situasi memburuk.

Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas kubah lava di puncak Merapi menunjukkan pertumbuhan yang fluktuatif. Kondisi itu memicu potensi runtuhan material yang kemudian memunculkan awan panas, fenomena yang berulang kali terjadi sepanjang tahun ini. Para ahli mengingatkan bahwa meskipun intensitas tidak selalu meningkat drastis, awan panas tetap menjadi ancaman mematikan karena kecepatan dan suhunya yang ekstrem.

Bagi warga sekitar lereng, kejadian malam ini menjadi alarm kewaspadaan yang tidak bisa diabaikan. Meski sebagian aktivitas masyarakat masih berjalan normal, wilayah rawan tetap dipantau ketat oleh relawan dan petugas pemantauan gunung api.

Dengan aktivitas Merapi yang terus bergerak dinamis, kewaspadaan tetap menjadi benteng utama bagi warga yang hidup berdampingan dengan gunung yang tak pernah tidur ini. Pemerintah memastikan bahwa pemantauan dilakukan 24 jam untuk memastikan keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana.

Awan Panas Merapi Bencana Alam Sleman ESDM Gunung Merapi Status Siaga Merapi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIndonesia Siapkan 996 Atlet Demi Target 85 Emas SEA Games 2025
Next Article Tol Jakarta-Tangerang KM25 Rampung Akhir 2025 Meski Tersendat Material

Informasi lainnya

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

18 Februari 2026

Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot

15 Februari 2026

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026

Darurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban

24 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah dan Bagaimana Ketentuan Waktunya?

Islami Ericka

Rahasia Batu Kerikil Jamaah Haji Setelah Lempar Jumrah

Islami Alfi Salamah

Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki

Travel Alfi Salamah

Hindari Jebakan Kehidupan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor