Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar

Tak semua inovasi mempermudah hidup, sebagian bisa membawa risiko tak terduga.
SilvaSilva26 Januari 2025 Techno
Risiko PFAS pada jam tangan pintar
Risiko PFAS pada jam tangan pintar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jam tangan pintar dan gelang pelacak kebugaran kini menjadi tren gaya hidup sehat. Kemampuannya melacak detak jantung, memantau tidur, hingga mendorong aktivitas fisik membuatnya populer. Namun, di balik kemudahan itu, ada risiko tersembunyi yang perlu diperhatikan.

Sebuah studi dari Universitas Notre Dame baru-baru ini mengungkapkan bahwa beberapa perangkat ini dapat memaparkan penggunanya pada bahan kimia berbahaya, yakni PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances). PFAS adalah bahan kimia buatan manusia yang digunakan karena sifatnya yang antiair dan tahan minyak. Namun, keberadaannya memunculkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan.

Banyak tali jam tangan pintar dibuat dari fluoroelastomer, bahan premium yang dikenal tahan lama, fleksibel, dan tahan keringat. Sayangnya, penelitian menemukan bahwa bahan ini mengandung PFAS beracun, khususnya asam perfluoroheksanoat (PFHxA). Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), PFHxA dapat menyebabkan gangguan hormon, masalah perkembangan, dan kerusakan fungsi hati.

“Setiap tali fluoroelastomer yang diuji dalam penelitian ini mengandung PFAS. Beberapa bahkan memiliki kadar PFHxA hingga 16.000 bagian per miliar,” jelas para peneliti Universitas Notre Dame dalam laporannya.

PFAS juga dikenal sebagai bahan kimia abadi, yang tidak mudah terurai di lingkungan dan dapat terakumulasi dalam tubuh manusia. Studi lain di Environment International pada 2024 mengonfirmasi bahwa bahan kimia ini dapat menembus kulit, masuk ke aliran darah, dan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Paparan PFAS dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek berbahaya seperti penurunan kekebalan tubuh, risiko kanker yang meningkat, gangguan pada perkembangan janin, dan berkurangnya efektivitas vaksin.

Masalah ini tidak hanya terbatas pada tali jam tangan pintar, tetapi juga mencakup berbagai produk konsumen lainnya, seperti pakaian, kemasan makanan, dan alat rumah tangga.

Jika Anda menggunakan jam tangan pintar atau gelang kebugaran, beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu mengurangi paparan PFAS. Pilih tali silikon, karena silikon ditemukan memiliki kandungan PFAS yang lebih rendah atau bahkan tidak terdeteksi sama sekali. Selain itu, periksa label produk dengan saksama untuk memastikan bahan yang digunakan aman. Hindari fluoroelastomer jika memungkinkan.

Anda juga dapat membatasi waktu pemakaian perangkat tersebut, seperti melepasnya saat tidur atau tidak digunakan untuk meminimalkan kontak kulit dengan bahan tersebut.

Jam tangan pintar memang inovasi yang mempermudah hidup. Tetapi penting bagi kita untuk mempertimbangkan keamanan jangka panjang dari perangkat ini. Dengan memilih produk yang lebih aman dan bijak dalam penggunaannya, Anda tetap dapat menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan.

Bahaya PFAS Gaya Hidup Sehat Jam Tangan Pintar Kesehatan Teknologi Perangkat Kebugaran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintah Lelang Proyek Rp 11,2 Triliun di IKN Februari 2025
Next Article Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro

Informasi lainnya

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

12 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

21 Januari 2026

Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

30 Desember 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025
Paling Sering Dibaca

Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!

Opini Alfi Salamah

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?

Opini Udex Mundzir

Rahasia Batu Kerikil Jamaah Haji Setelah Lempar Jumrah

Islami Alfi Salamah

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 15 Persen pada 2024

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi