Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 4 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Band Punk Sukatani Viral, Minta Maaf ke Polri Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”

Permintaan maaf Sukatani jadi sorotan, warganet dan musisi justru beri dukungan atas kritik sosial mereka.
SilvaSilva21 Februari 2025 Figur
Band Punk Sukatani Viral Minta Maaf ke Polri
Band Punk Sukatani Viral Minta Maaf ke Polri (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Band punk asal Purbalingga, Sukatani, mendadak viral setelah merilis video permintaan maaf kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait lagu mereka yang berjudul “Bayar Bayar Bayar.” Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka, @sukatani.band, pada Kamis (20/02/2025).

Dalam video tersebut, dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi (gitaris) yang dikenal dengan nama panggung Alectroguy, dan Novi Citra Indriyati (vokalis) yang memiliki nama panggung Twister Angel, berdiri berdampingan dengan wajah terbuka di depan papan tulis. Mereka meminta maaf kepada Kapolri dan institusi Polri karena lirik lagu mereka dianggap menyinggung aparat kepolisian.

“Pada hari ini, Kamis tanggal 20 Februari 2025, saya Muhammad Syifa Al Lutfi dan Novi Citra Indriyati, memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami ‘Bayar Bayar Bayar’ yang liriknya menyebut ‘bayar polisi’,” ujar Alectroguy dalam video klarifikasi tersebut.

Permintaan maaf ini muncul setelah lagu tersebut viral di media sosial dan sempat diunggah di platform Spotify. Menurut mereka, lagu itu sebenarnya diciptakan sebagai kritik sosial terhadap oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang, bukan ditujukan untuk seluruh institusi kepolisian.

“Kami menciptakan lagu ini sebagai bentuk kritik terhadap oknum kepolisian yang melanggar aturan,” tambah Twister Angel dalam video yang sama.

Sebagai bentuk itikad baik, band Sukatani telah menarik lagu “Bayar Bayar Bayar” dari semua platform musik digital. Mereka juga mengimbau para warganet yang memiliki video penampilan band tersebut atau yang mengunggah lagu itu di berbagai media sosial untuk segera menghapusnya.

“Melalui pernyataan ini, kami telah mencabut dan menarik lagu tersebut. Kami juga mengimbau semua pengguna media sosial yang memiliki video atau lagu itu untuk menghapusnya,” kata Alectroguy.

Band tersebut menegaskan bahwa pernyataan permintaan maaf mereka dibuat secara sukarela tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

“Pernyataan ini kami buat dengan sadar, tanpa paksaan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan yang Maha Esa,” tutup mereka.

Meski telah meminta maaf, aksi Sukatani justru mendapat gelombang dukungan dari warganet dan para musisi.

“Aku bersama kalian,” tulis Iga Massardi, vokalis Barasuara, di kolom komentar unggahan klarifikasi tersebut.

Senada dengan itu, musisi Fiersa Besari juga memberi dukungan. “Semangat, Sukatani. Maju terus!” tulisnya.

Soleh Solihun, komedian sekaligus musisi, turut menyemangati dengan komentar singkat, “Tetap semangat!”

Tak sedikit juga warganet yang menganggap kritik Sukatani justru mewakili keresahan masyarakat.

“Kalian enggak salah. Kita semua juga tahu, kalau mau damai kudu bayar bayar bayar,” tulis akun @hanum.

Kasus ini memantik perbincangan publik tentang kebebasan berekspresi dan seni sebagai medium kritik sosial. Banyak yang menilai permintaan maaf Sukatani merupakan bentuk tekanan terhadap musisi independen yang ingin menyuarakan keresahan publik melalui karya mereka.

Meski begitu, Sukatani tetap mendapat simpati luas, terutama dari komunitas musik indie dan punk yang selama ini dikenal vokal dalam menyuarakan isu-isu sosial. Dukungan dengan tagar #KamiBersamaSukatani pun menggema di media sosial sebagai bentuk solidaritas.

Ke depan, publik berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga ruang berekspresi yang sehat, tanpa mengabaikan etika dan tanggung jawab sosial.

Band Punk Sukatani Kritik Sosial Band Punk Lagu Bayar Bayar Bayar Permintaan Maaf ke Polri Sukatani Band Purbalingga
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Kristiyanto Ditahan KPK, Pakai Rompi Oranye dan Borgol
Next Article Bupati Kukar Resmikan Dua Rumah Layak Huni dari BAZNAS

Informasi lainnya

Habib Jafar: Poligami Seperti Pintu Darurat, Jangan Asal Buka

24 November 2025

PB XIII Hangabehi Wafat, Takhta Keraton Surakarta Tunggu Pewaris Resmi

3 November 2025

SBY Rilis Lagu Save Our World, AHY: Seni Sapa Saat Politik Gagal

2 Juli 2025

UAH Temui Prabowo, Dorong Kolaborasi Al Azhar dengan Indonesia

24 Maret 2025

Kae Asakura, Mantan Bintang Film Dewasa yang Menjadi Mualaf

10 Maret 2025

Dedi Mulyadi Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Stafsus Tanpa Gaji

20 Februari 2025
Paling Sering Dibaca

Rindu Rasul

Islami Syamril Al-Bugisyi

Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Techno Assyifa

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.