Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru

Etapid dan Brukinsa diharapkan jadi harapan baru bagi pasien kanker di Indonesia.
AssyifaAssyifa10 Desember 2024 Kesehatan
Obat kanker baru di Indonesia
Penyerahan persetujuan ijin edar oleh dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM (.inc)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menerbitkan izin edar untuk dua obat terapi kanker terbaru, yaitu Etapid dan Brukinsa. Kedua obat ini merupakan hasil kerja sama antara PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) dan BeiGene, perusahaan biofarmasi global terkemuka.

Penyerahan izin edar dilakukan oleh Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar, dan disaksikan oleh Lucia Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

“Kedua produk terapi target ini telah memenuhi standar keamanan dan efektivitas obat yang ditetapkan pemerintah Indonesia, baik dari segi kualitas maupun proses produksinya,” kata Taruna.

Ia berharap lebih banyak industri farmasi lokal mengembangkan obat inovatif sesuai standar global untuk memenuhi kebutuhan pasien di Indonesia.

Lucia Rizka Andalucia menyebut kolaborasi antara Etana dan BeiGene sebagai langkah maju menuju kemandirian farmasi nasional. Transfer teknologi yang dilakukan diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam mengembangkan industri farmasi lokal.

Etapid adalah antibodi monoklonal anti-PD-1 yang digunakan untuk pengobatan Kanker Paru-Paru Bukan Sel Kecil (NSCLC) dan Karsinoma Sel Skuamosa Esofagus (ESCC). Sementara Brukinsa adalah inhibitor molekul kecil dari Bruton Tyrosine Kinase (BTK) yang digunakan untuk mengobati Makroglobulinemia Waldenstrom (WM) dan Limfoma Sel Mantel (MCL).

Kehadiran kedua obat ini memberikan harapan baru bagi pasien kanker di Indonesia. Dengan teknologi terapi target berbasis bukti, Etapid dan Brukinsa menawarkan efektivitas lebih baik dan potensi meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Dengan inovasi ini, kami berharap pasien kanker di Indonesia memiliki akses lebih baik terhadap pengobatan yang efektif,” ujar Lucia.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi berkelanjutan dalam industri farmasi nasional, sekaligus memperkuat layanan kesehatan untuk penyakit kritis seperti kanker.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?
Next Article PSSI Buka Sayembara Desain Jersei Timnas untuk Lawan Australia

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025
Paling Sering Dibaca

Intip 5 Universitas Paling Bergengsi di Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Kisah Inspiratif Pria 39 Tahun Mengabdi di Pabrik Kiswah Ka’bah

Islami Alfi Salamah

Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana

Editorial Udex Mundzir

Pahlawan yang Dipenjara

Editorial Udex Mundzir

Tombol Motivasi

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.