Jakarta β Bulan Syaban kembali hadir sebagai jembatan sunyi menuju Ramadan. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas awal tahun, umat Islam di Indonesia mulai menoleh pada satu penanda waktu yang sarat makna, Nisfu Syaban. Momen yang kerap dimaknai sebagai ruang muhasabah ini dipastikan jatuh pada awal Februari 2026, sebagaimana tercantum dalam kalender Hijriah resmi pemerintah.
Nisfu Syaban merupakan hari ke-15 dalam bulan Syaban menurut penanggalan Hijriah. Berdasarkan kalender yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Syaban 1447 Hijriah bertepatan dengan Selasa 20 Januari 2026. Dengan perhitungan tersebut, Nisfu Syaban jatuh pada Selasa 03 Februari 2026, sementara malam Nisfu Syaban diperingati sejak Senin malam 02 Februari 2026 setelah waktu Magrib.
Penetapan ini tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang disusun Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Kalender tersebut menjadi rujukan nasional dalam penentuan awal bulan Islam dan hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan IdulFitri. Kejelasan jadwal ini dinilai penting agar masyarakat dapat mengatur agenda ibadah serta kegiatan sosial-keagamaan secara lebih tertib.
βNisfu Syaban sering dimaknai sebagai waktu untuk introspeksi diri, memperbanyak doa, dan memperkuat kesiapan rohani sebelum memasuki bulan Ramadan,β demikian keterangan dari Kemenag yang disampaikan melalui publikasi kalender resminya. Momentum ini, meski tidak disertai kewajiban ibadah khusus yang bersifat mengikat, tetap memiliki tempat tersendiri dalam tradisi keislaman masyarakat Indonesia.
Di berbagai daerah, malam Nisfu Syaban lazim diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pembacaan Surah Yasin, doa bersama, dan pengajian. Masjid serta mushala mulai kembali ramai, menjadi pertanda meningkatnya atmosfer spiritual menjelang bulan puasa. Tradisi ini juga sering dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kebersamaan antar warga.
Bulan Syaban sendiri dikenal sebagai masa persiapan, baik secara fisik maupun mental. Sejumlah umat mulai melatih diri dengan puasa sunah, memperbaiki pola ibadah, serta menata kembali niat menjelang Ramadan yang diperkirakan dimulai pada akhir Februari 2026. Dalam konteks ini, mengetahui tanggal Nisfu Syaban sejak dini menjadi penting agar masyarakat tidak terlewat dari momentum reflektif tersebut.
Kemenag mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk kalender Hijriah resmi dalam menentukan waktu ibadah. Hal ini penting guna menghindari perbedaan informasi yang kerap muncul akibat rujukan kalender yang tidak seragam. Pemerintah juga menegaskan bahwa kalender tersebut disusun melalui perhitungan astronomi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan nasional.
Dengan kepastian bahwa Nisfu Syaban 2026 diperingati pada awal Februari, umat Islam di Indonesia kini memiliki penanda waktu yang jelas untuk menyiapkan diri. Dari ruang ibadah hingga lingkup keluarga, momen ini diharapkan menjadi awal penguatan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadan yang penuh makna.
