Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 23 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Pengetahuan adalah cahaya bagi mereka yang dikurung ketidakadilan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati24 Januari 2026 Profil
Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang
Isaac Wright Jr (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kebenaran yang tertunda sering kali terasa seperti hukuman kedua bagi orang tak bersalah. Itulah yang dialami Isaac Wright Jr., seorang pria yang pernah dijatuhi vonis seumur hidup plus 70 tahun. Tuduhan itu terkait konspirasi narkoba. Namun, kebenaran berkata lain. Ia tidak bersalah. Kisahnya memaksa siapa pun berhenti sejenak, lalu mempertanyakan makna keadilan.

Kasus Isaac mencerminkan fenomena kelam dalam sistem peradilan pidana Amerika Serikat. Pada Selasa 12 Maret 1991, ia dihukum berdasarkan kesaksian yang kemudian terbukti direkayasa. Jaksa dan aparat penegak hukum memanipulasi saksi. Bukti yang meringankan disembunyikan. Narasi palsu disajikan di persidangan. Vonis ekstrem itu menjadi contoh nyata prosecutorial misconduct. Dampaknya menghancurkan hidup, reputasi, dan masa depan.

“Saya tahu saya tidak bersalah. Maka saya harus belajar hukum untuk bertahan hidup,” ungkap Isaac dalam sebuah wawancara setelah bebas. Pernyataan itu bukan sekadar tekad. Dari balik jeruji, ia mempelajari hukum secara otodidak. Ia membaca buku undang-undang. Ia menulis motion dan appeal sendiri. Ia menyusun strategi hukum yang teliti. Langkah-langkah itu membuka tabir kebohongan yang selama ini menutup kasusnya.

Perlawanan dari dalam penjara bukan perkara mudah. Akses terbatas. Tekanan mental berat. Namun Isaac konsisten. Ia mengurai inkonsistensi kesaksian. Ia menunjukkan pelanggaran prosedur. Ia membuktikan adanya bukti yang disembunyikan. Upaya panjang itu berbuah pada 2019. Vonisnya dibatalkan. Ia akhirnya menghirup udara bebas setelah belasan tahun dipenjara.

Kisah ini tidak berhenti pada kebebasan. Setelah keluar, Isaac memilih jalan yang lebih sulit. Ia masuk sekolah hukum. Ia lulus. Ia lolos ujian advokat. Kini, ia berpraktik sebagai pengacara pembela. Fokusnya jelas: kasus wrongful conviction. Transformasi ini nyaris mustahil secara statistik. Namun ia melakukannya dengan disiplin dan keyakinan.

Dampak kisah Isaac melampaui ruang sidang. Ceritanya diangkat dalam serial drama terinspirasi fakta berjudul For Life. Diskusi publik pun menguat. Isu penyalahgunaan kekuasaan jaksa, bias struktural, dan ketimpangan hukum kembali disorot. Banyak gerakan reformasi peradilan pidana menjadikan kisahnya sebagai rujukan moral.

Lebih dari sekadar inspirasi, kisah ini adalah peringatan. Sistem hukum bisa salah. Kebenaran tidak selalu menang cepat. Pengetahuan dapat menjadi alat pembebasan. Bahkan dari sel penjara. Isaac Wright Jr. membuktikan bahwa ketidakadilan bisa dilawan dengan ketekunan, akal sehat, dan keberanian moral.

Pada akhirnya, kisah ini meninggalkan pesan sederhana namun keras. Keadilan bukan hanya soal putusan. Ia tentang proses yang jujur. Ia tentang manusia yang berani melawan ketika sistem gagal.

Inspirasi Hukum Justice System Profil Tokoh Reformasi Peradilan Wrongful Conviction
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLongsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari
Next Article Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

Informasi lainnya

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

29 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Gaya Politik Kekanak-Kanakan Ala RIDO

Editorial Udex Mundzir

7 Aplikasi Jahat yang Harus Segera Anda Hapus

Techno Assyifa

Inilah Tips Menjaga Kesehatan Saat Puasa

Islami Alfi Salamah

Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air

Profil Dexpert Corp

Kemenag Pantau Hilal di 125 Lokasi, Puasa Bisa Dimulai 1 Maret

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Zulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor