Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?

Dua model AI, DeepSeek dan ChatGPT, menawarkan teknologi berbeda dalam pemrosesan bahasa alami. Masing-masing memiliki keunggulan unik yang menarik perhatian pengguna dan pengembang.
AssyifaAssyifa30 Januari 2025 Saintek
Perbandingan DeepSeek vs ChatGPT
Mana yang lebih canggih, DeepSeek atau ChatGPT? (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – DeepSeek dan ChatGPT kini menjadi dua model kecerdasan buatan (AI) yang banyak dibandingkan dalam dunia teknologi. Keduanya menggunakan model bahasa besar (LLM) dengan kemampuan pemrosesan bahasa alami (NLP), tetapi memiliki pendekatan berbeda dalam pengembangan dan penerapannya.

DeepSeek merupakan model AI yang bersifat open-source, memungkinkan pengembang perangkat lunak lain untuk memanfaatkannya secara lebih fleksibel. Sementara itu, ChatGPT dikembangkan oleh OpenAI dengan pendekatan berbasis model Generative Pre-trained Transformer (GPT) yang lebih tertutup.

“DeepSeek menggunakan arsitektur Mixture of Experts (MoE), yang membagi tugas pemrosesan ke beberapa submodel untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi,” ungkap laporan dari CCN.

Model MoE pada DeepSeek memungkinkan hanya sebagian kecil dari jaringan yang diaktifkan pada setiap tugas, sehingga lebih hemat daya komputasi dibandingkan model monolitik seperti ChatGPT.

ChatGPT, di sisi lain, memiliki jumlah parameter lebih besar, dengan GPT-4 diperkirakan memiliki sekitar 1 triliun parameter. Model ini dilatih menggunakan data yang luas, termasuk teks dari internet, buku, dan jurnal, sehingga lebih unggul dalam menangani pertanyaan kompleks dengan konteks yang mendalam.

Dalam hal performa, DeepSeek lebih cepat dalam tugas-tugas teknis tertentu, seperti pemrograman dan pemecahan masalah logis. Namun, ChatGPT lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penulisan kreatif dan layanan pelanggan.

“DeepSeek lebih spesifik untuk tugas teknis, sedangkan ChatGPT lebih serbaguna untuk berbagai kebutuhan pengguna,” kata seorang analis AI di bidang teknologi.

Keunggulan lainnya adalah ketersediaan dan biaya penggunaan. DeepSeek dapat diakses secara gratis dan bersumber terbuka, sementara ChatGPT memiliki opsi gratis dan berbayar, dengan fitur tambahan bagi pelanggan premium.

Meskipun begitu, ada perbedaan dalam pendekatan keamanan data. DeepSeek mengumpulkan data seperti alamat IP dan informasi perangkat pengguna, yang menimbulkan kekhawatiran terkait kepatuhan terhadap peraturan privasi global, termasuk GDPR. Sementara itu, OpenAI telah menerapkan anonimisasi data dan mekanisme enkripsi untuk meningkatkan keamanan dan transparansi pengguna.

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, pilihan antara DeepSeek dan ChatGPT tergantung pada kebutuhan pengguna. Jika mencari AI yang lebih spesifik dan dapat dikustomisasi, DeepSeek bisa menjadi pilihan. Namun, jika membutuhkan model yang lebih fleksibel dan mudah digunakan, ChatGPT tetap menjadi solusi terbaik.

AI ChatGPT DeepSeek Kecerdasan Buatan Teknologi NLP
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB, Ini Skema Baru 2025
Next Article Revisi RUU BUMN Dibahas Besok, Bakal Perkuat Tata Kelola

Informasi lainnya

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

17 Januari 2026

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Ramadhan Terbaik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima

Techno Assyifa

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

Bisakah Bertafakur dengan Berjalan Kaki? Ini Penjelasannya

Islami Alfi Salamah

Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.