Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Relawan Muda di Arus Mudik

Takbiran Diminta di Rumah Saat Nyepi di Bali

Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi

SilvaSilva18 November 2024 Tokoh
Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen (.s24)
Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen (.s24)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fiqih sosial perlu mengikuti perkembangan zaman. Pesan itu disampaikan Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen, yang akrab disapa Gus Nadir, dalam forum di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, pada Senin malam (18/11/2023). Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, fiqih sosial harus mampu beradaptasi agar relevan dengan tantangan era digital.

Gus Nadir menyampaikan pandangannya di depan para tokoh dan santri, menyoroti pentingnya pendekatan yang kontekstual dalam fiqih sosial. Menurutnya, fiqih sosial bukan hanya aturan, tetapi juga pedoman bagi umat Islam untuk menjawab masalah kontemporer. Dengan semakin kompleksnya kehidupan digital, konsep fiqih sosial harus merespons fenomena seperti hoaks, boikot ekonomi, hingga dampak dari kecerdasan buatan (AI).

“Media sosial telah menjadi ruang publik baru yang seringkali dimanfaatkan secara kurang bijaksana. Dalam konteks ini, fiqih sosial berperan penting untuk membantu masyarakat agar bijak menggunakan teknologi,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

Fiqih sosial, lanjut Gus Nadir, merupakan warisan pemikiran tokoh Nahdlatul Ulama (NU) seperti KH. Ali Yafie dan KH. Sahal Mahfudh. Meski sudah dirumuskan puluhan tahun lalu, ia menilai fiqih sosial tetap relevan hingga kini jika diterapkan dengan pemahaman baru. Namun, pendekatan ini memerlukan pendidikan dan literasi digital agar mampu meredam penyebaran informasi keliru yang marak di dunia maya.

“NU telah lama mengajarkan pentingnya pendekatan yang penuh hikmah. Namun, dalam era digital ini, literasi menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang salah,” jelasnya.

Gus Nadir juga menyoroti fenomena sosial lain seperti judi online dan pinjaman online ilegal (pinjol), yang semakin marak di kalangan masyarakat. Ia mempertanyakan mengapa banyak orang terjebak dalam lingkaran pinjaman ilegal ini. Menurutnya, masalah ini tidak hanya soal hukum, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi.

“Masyarakat sering terjerat pada pilihan sulit karena faktor ekonomi. Jika masalah ekonomi ini tidak ditangani, fenomena pinjol dan judi online akan terus berulang,” tegasnya. Ia berharap ada solusi dari pemerintah yang mampu menyentuh akar permasalahan.

Dalam kesempatan itu, Gus Nadir juga berpesan agar lembaga pendidikan Islam seperti pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan agama. Menurutnya, pesantren juga harus siap mendidik santri agar mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berubah dengan cepat.

“Pesantren Cipasung dan lembaga lainnya harus berperan aktif sebagai pusat literasi digital yang relevan dan strategis. Hal ini penting agar para santri tidak hanya memahami agama, tetapi juga siap menghadapi dunia modern dengan pemahaman teknologi yang memadai,” tambahnya dengan penuh harap.

Pesan Gus Nadir menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia, terutama dalam mengedepankan literasi digital sebagai bagian dari dakwah dan pendidikan moral. Ia meyakini, fiqih sosial yang adaptif dan literasi digital yang kuat akan mampu mengantarkan generasi muda Islam menuju masa depan yang lebih cerah dan bertanggung jawab di era digital ini.

Fikih Sosial Gus Nadir Kabar Tasikmalaya Literasi Digital Pondok Pesantren Cipasung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePolres Sampang Kecolongan
Next Article DP3A Kutim Siap Implementasikan Aplikasi Srikandi untuk Efisiensi Pelayanan

Informasi lainnya

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

15 Maret 2026

Resonansi Orbit dan Gerhana Total

3 Maret 2026

Waspada Belanja Online Bodong

19 Januari 2026

Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat

26 Oktober 2025

Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

26 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

3 SMA Seni Favorit Para Idol K-Pop Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Pimpinan Viral, Yang Menderita Rakyatnya.

Editorial Udex Mundzir

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Gagasan Udex Mundzir

Ijazah Jokowi: Bukan Privasi, Tapi Legitimasi

Editorial Udex Mundzir

Harta Ilmu di Perpustakaan Masjid Nabawi Menanti Eksplorasi

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Alfi Salamah5 Agustus 2025

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi