Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten

Pemerintah tak pernah serius membangun pendidikan, kecuali saat butuh legitimasi politik dari generasi muda.
Udex MundzirUdex Mundzir30 April 2025 Editorial
Ilustrasi guru yang sedang mengajar dihadapan siswa (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Enam kali ganti kurikulum dalam dua dekade terakhir mencerminkan betapa pendidikan di Indonesia dijalankan tanpa arah yang konsisten. Mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, KTSP 2006, Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat saat pandemi, Kurikulum Merdeka 2022, hingga Kurikulum Nasional 2024. Semua datang silih berganti, seolah pendidikan bisa disesuaikan dengan selera kekuasaan.

Rata-rata, satu kurikulum hanya bertahan kurang dari empat tahun. Setiap kali kursi Menteri Pendidikan berganti, arah kurikulum pun ikut berubah. Padahal, pendidikan bukan ruang eksperimentasi kebijakan. Ini adalah ruang kehidupan yang menentukan masa depan generasi bangsa.

Perubahan itu bukan persoalan. Yang jadi masalah adalah perubahan yang terlalu cepat, terlalu sering, dan tanpa evaluasi menyeluruh. Kurikulum seharusnya tumbuh bersama proses, bukan didorong oleh ego birokrasi yang ingin meninggalkan jejak kebijakan.

Guru menjadi korban utama dari instabilitas ini. Mereka harus mengikuti pelatihan berulang, menyusun ulang perangkat ajar, dan menyesuaikan metode yang terus berubah. Dalam kondisi semrawut seperti ini, bagaimana mungkin kualitas pendidikan dapat dijaga?

Siswa pun tak luput dari dampaknya. Mereka tumbuh dalam sistem yang tak sempat matang. Belum sempat memahami pendekatan satu kurikulum, mereka sudah dihadapkan pada sistem baru. Alih-alih memfasilitasi pembelajaran, kurikulum justru membingungkan.

Pendidikan seharusnya menjadi investasi jangka panjang. Namun apa yang kita lihat adalah keputusan jangka pendek yang hanya menguntungkan satu periode jabatan. Padahal, generasi muda tidak hidup untuk masa jabatan menteri. Mereka hidup untuk masa depan mereka sendiri.

Kita tak bisa lagi menyerahkan seluruh urusan pendidikan anak kepada negara. Negara tak pernah serius membangun sistem pendidikan yang tahan lama. Yang mereka urus hanyalah akreditasi, sertifikasi, dan distribusi ijazah.

Maka, didiklah anak kita sendiri. Jadikan rumah sebagai sekolah yang pertama dan utama. Jangan serahkan akal sehat anak-anak kita pada kurikulum yang berubah setiap kali kabinet reshuffle.

Nilai-nilai hidup seperti kejujuran, keberanian, logika berpikir, dan empati sosial tidak akan diajarkan secara utuh di sekolah. Apalagi jika sekolah hanya fokus pada pencapaian angka ujian.

Ijazah masih dibutuhkan untuk hidup di Indonesia. Maka, ambillah ijazah itu dari sekolah. Namun arahkan pendidikan sejati anak kita di rumah, di lingkungan, dan dalam praktik hidup sehari-hari.

Jargon “Merdeka Belajar” hanya akan jadi slogan jika sistemnya tetap otoriter. Tidak ada kemerdekaan di bawah sistem pendidikan yang dipakai sebagai alat kontrol birokrasi.

Jika pendidikan terus dijadikan proyek politis, maka anak-anak kita akan terus menjadi korban. Mereka tak pernah punya kesempatan untuk mengenali potensi dirinya karena terus dibentuk sesuai proyek pejabat.

Saatnya orang tua bangun dari tidur panjang. Jangan biarkan negara yang belum selesai dengan urusan kekuasaannya, turut mengatur seluruh isi pikiran anak-anak kita.

Mereka berhak tumbuh dalam sistem yang mendidik, bukan menekan. Mereka berhak mengenal nilai-nilai hidup, bukan sekadar hafalan dan lembar soal.

Pendidikan sejati tak bisa diproduksi massal. Ia hanya bisa ditanamkan secara personal—oleh orang tua yang sadar, oleh keluarga yang peduli.

Ambillah peran itu. Jangan tunggu negara berubah. Karena sejarah membuktikan, negara terlalu lambat, terlalu ragu, dan terlalu politis dalam soal pendidikan.

Kritik Pendidikan Kurikulum Nasional Pendidikan Indonesia Peran Orang Tua Politik Pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLoa Kulu Ikuti Pelatihan Kelola Sampah Berbasis Masyarakat
Next Article DPRD Kaltim Kawal Pengalihan Jalan Nasional di Kutim

Informasi lainnya

Ketika Narkoba Dilindungi Oknum

15 Februari 2026

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

5 Januari 2026

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

13 November 2025
Paling Sering Dibaca

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”

Opini Lina Marlina

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Opini Lina Marlina

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir

KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor