Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 20 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Pemerintah aktifkan kembali penjurusan untuk dukung TKA sebagai syarat masuk perguruan tinggi.
ErickaEricka12 April 2025 Pendidikan
Penjurusan IPA IPS Bahasa di SMA 2025
Ilustrasi Penjurusan IPA IPS Bahasa di SMA 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Setelah beberapa tahun ditiadakan, penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA akhirnya kembali diberlakukan mulai tahun ajaran 2025. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi komponen penting dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada Sabtu (12/4/2025). Ia menyampaikan bahwa penjurusan diperlukan karena TKA dirancang berbasis mata pelajaran.

Tes ini akan diujikan pertama kali kepada siswa kelas 12 pada bulan November 2025 sebagai bagian dari seleksi penerimaan mahasiswa baru.

“TKA itu nanti berbasis mata pelajaran untuk membantu para pihak, terutama murid yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena tesnya berbasis mata pelajaran, maka jurusan akan kami hidupkan lagi,” ujar Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa dalam sistem TKA, seluruh peserta wajib mengikuti tes Bahasa Indonesia dan Matematika. Di luar itu, siswa akan memilih mata pelajaran tambahan sesuai jurusannya. Misalnya, siswa IPA bisa memilih Biologi, Fisika, atau Kimia, sementara siswa IPS dapat mengambil Ekonomi, Geografi, atau Sejarah.

Kembalinya sistem penjurusan ini, menurut Mu’ti, diharapkan dapat memberi gambaran lebih konkret tentang potensi akademik siswa dan memudahkan pemilihan jurusan saat mendaftar ke perguruan tinggi.

“Dengan cara seperti itu, kemampuan akademik seseorang akan menjadi landasan ketika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi di jurusan tertentu,” tambahnya.

Sebelumnya, sistem penjurusan ditiadakan sejak Kurikulum Merdeka mulai diberlakukan. Dalam sistem ini, siswa SMA kelas 11 dan 12 bebas memilih kombinasi mata pelajaran lintas rumpun sesuai minat dan rencana karier, tanpa klasifikasi jurusan yang kaku seperti sebelumnya.

Namun dalam praktiknya, fleksibilitas ini dianggap menyulitkan penyusunan instrumen seleksi masuk perguruan tinggi yang objektif dan terstandar. Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu mengembalikan sistem penjurusan demi keterpaduan antara pendidikan menengah dan tinggi.

Pemerintah juga berharap pelaksanaan TKA dapat menjadi tolok ukur yang akurat dan adil dalam menilai kesiapan akademik calon mahasiswa. Penjurusan dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung validitas tes tersebut.

Dengan diberlakukannya kebijakan baru ini, SMA di seluruh Indonesia akan kembali melakukan penjurusan mulai kelas 11. Siswa pun diharapkan sudah mulai merencanakan pilihan mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan impian di perguruan tinggi.

Kebijakan Baru Kemendiknas Kurikulum 2025 Pendidikan SMA Penjurusan IPA IPS Bahasa Tes Kemampuan Akademik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
Next Article Teluk Dalam Dapat Rp10 Miliar untuk Jalan, 2026 Relokasi 30 KK

Informasi lainnya

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

12 Maret 2026

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

10 Maret 2026

Kemenag Salurkan BOS Madrasah Rp4,5 Triliun Tahap Awal

9 Maret 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

27 Februari 2026

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

26 Februari 2026

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

4 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

10 Tips Penting Dalam Memilih Calon Presiden

Daily Tips Alfi Salamah

Jurnalisme di Bawah Bayang Algoritma

Editorial Udex Mundzir

Waspada Belanja Online Bodong

Bisnis Alfi Salamah

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Argumen Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

280 Views

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi