Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 6 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Pemerintah aktifkan kembali penjurusan untuk dukung TKA sebagai syarat masuk perguruan tinggi.
ErickaEricka12 April 2025 Pendidikan
Penjurusan IPA IPS Bahasa di SMA 2025
Ilustrasi Penjurusan IPA IPS Bahasa di SMA 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Setelah beberapa tahun ditiadakan, penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA akhirnya kembali diberlakukan mulai tahun ajaran 2025. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi komponen penting dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada Sabtu (12/4/2025). Ia menyampaikan bahwa penjurusan diperlukan karena TKA dirancang berbasis mata pelajaran.

Tes ini akan diujikan pertama kali kepada siswa kelas 12 pada bulan November 2025 sebagai bagian dari seleksi penerimaan mahasiswa baru.

“TKA itu nanti berbasis mata pelajaran untuk membantu para pihak, terutama murid yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena tesnya berbasis mata pelajaran, maka jurusan akan kami hidupkan lagi,” ujar Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa dalam sistem TKA, seluruh peserta wajib mengikuti tes Bahasa Indonesia dan Matematika. Di luar itu, siswa akan memilih mata pelajaran tambahan sesuai jurusannya. Misalnya, siswa IPA bisa memilih Biologi, Fisika, atau Kimia, sementara siswa IPS dapat mengambil Ekonomi, Geografi, atau Sejarah.

Kembalinya sistem penjurusan ini, menurut Mu’ti, diharapkan dapat memberi gambaran lebih konkret tentang potensi akademik siswa dan memudahkan pemilihan jurusan saat mendaftar ke perguruan tinggi.

“Dengan cara seperti itu, kemampuan akademik seseorang akan menjadi landasan ketika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi di jurusan tertentu,” tambahnya.

Sebelumnya, sistem penjurusan ditiadakan sejak Kurikulum Merdeka mulai diberlakukan. Dalam sistem ini, siswa SMA kelas 11 dan 12 bebas memilih kombinasi mata pelajaran lintas rumpun sesuai minat dan rencana karier, tanpa klasifikasi jurusan yang kaku seperti sebelumnya.

Namun dalam praktiknya, fleksibilitas ini dianggap menyulitkan penyusunan instrumen seleksi masuk perguruan tinggi yang objektif dan terstandar. Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu mengembalikan sistem penjurusan demi keterpaduan antara pendidikan menengah dan tinggi.

Pemerintah juga berharap pelaksanaan TKA dapat menjadi tolok ukur yang akurat dan adil dalam menilai kesiapan akademik calon mahasiswa. Penjurusan dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung validitas tes tersebut.

Dengan diberlakukannya kebijakan baru ini, SMA di seluruh Indonesia akan kembali melakukan penjurusan mulai kelas 11. Siswa pun diharapkan sudah mulai merencanakan pilihan mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan impian di perguruan tinggi.

Kebijakan Baru Kemendiknas Kurikulum 2025 Pendidikan SMA Penjurusan IPA IPS Bahasa Tes Kemampuan Akademik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
Next Article Teluk Dalam Dapat Rp10 Miliar untuk Jalan, 2026 Relokasi 30 KK

Informasi lainnya

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

30 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

28 Januari 2026

Diky Candra Siap Kawal Aspirasi Guru Honorer Madrasah

26 Januari 2026

Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK

26 Januari 2026

Kwaran Lamuru Gelar KMD Penggalang Cetak Pembina Andal

26 Januari 2026

AI Bantu Guru, Tapi Hambat Murid?

23 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Hindari Jebakan Kehidupan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir

Tips Belajar Efektif untuk Anak-anak

Daily Tips Alfi Salamah

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Editorial Udex Mundzir

Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.