Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenkes Kirim Dokter Belajar Penanganan Jantung ke Luar Negeri

Kekurangan dokter jantung di Indonesia mendorong pemerintah ambil langkah strategis.
SilvaSilva6 Januari 2025 Kesehatan
Menkes Budi
Menkes Budi sebut dengan mengirimkan 27 dokter spesialis untuk memperdalam tentang jantung maka bisa sekembalinya dari belajar di China dan Jepang bisa membantu menyelamatkan nyawa masyarakat. (Dok Kemenkes)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Sebanyak 27 dokter spesialis resmi diberangkatkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk mengikuti program pendidikan dan penelitian di China dan Jepang. Program ini bertujuan mengatasi kekurangan tenaga medis ahli jantung di Indonesia, terutama di daerah yang minim fasilitas kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa para dokter spesialis yang diberangkatkan terdiri atas 22 spesialis kardiologi intervensi dan 5 spesialis neurologi intervensi. Data Kemenkes menunjukkan 372 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia masih belum memiliki alat maupun tenaga medis yang mampu menangani kasus jantung secara efektif, seperti kateterisasi jantung atau trombektomi.

“Ini adalah tantangan serius untuk sektor kesehatan kita. Kita harus mempersiapkan layanan kesehatan untuk menyelamatkan ratusan ribu masyarakat yang meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung,” ujar Budi di Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025).

Budi menambahkan bahwa idealnya penanganan pasien jantung harus dilakukan kurang dari dua jam. Namun, dengan keterbatasan alat dan tenaga medis, banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit di tingkat provinsi, yang sering kali memakan waktu lebih lama.

Untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan jantung, pemerintah menggunakan dana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk membiayai program fellowship ini. Selama satu tahun, para dokter akan memperdalam keahlian mereka di rumah sakit ternama seperti Fudan University Zhongshan Hospital, Zhongda Hospital, dan Sapporo Cardiovascular Center.

Bayushi Eka Putra, salah satu peserta program yang merupakan spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSUD Berkah Pandeglang, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap kesempatan ini. “Ini adalah kesempatan besar untuk memperdalam keahlian sekaligus berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain memperdalam keahlian diagnosis dan pengobatan, para peserta juga akan belajar teknologi terbaru dalam penanganan penyakit jantung. Harapannya, sekembalinya ke Indonesia, mereka dapat membantu memperkuat layanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya wilayah terpencil.

Pemerintah menargetkan program ini dapat meningkatkan akses dan kualitas kesehatan jantung di Indonesia secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dokter Spesialis Kemenkes Kesehatan Nasional Penyakit Jantung Program Fellowship
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Kristiyanto Ajukan Penjadwalan Ulang Pemeriksaan oleh KPK
Next Article Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025
Paling Sering Dibaca

WNI Bisa Kunjungi 42 Negara Ini Tanpa Visa

Travel Ericka

Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?

Editorial Udex Mundzir

Diesel X: BBM Baru Pertamina yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Techno Assyifa

5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Sebelum Berobat

Daily Tips Assyifa

Beban Mental dalam Pernikahan

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.