Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

MUI Dorong Penerapan Ekonomi Syariah untuk Atasi Kesenjangan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) serukan pengembangan ekonomi syariah sebagai solusi konkrit untuk mengatasi ketimpangan nasional.
AssyifaAssyifa1 Januari 2025 Ekonomi
Ekonomi Syariah Solusi Kesenjangan 2025
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menyambut tahun 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pentingnya pengembangan ekonomi syariah untuk menghadapi kesenjangan sosial-ekonomi yang terjadi di Indonesia. Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, dalam tausiyah kebangsaan pada Selasa (31/12/2024), menyatakan perlunya langkah konkret untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan antardaerah.

Amirsyah menekankan bahwa kebijakan dan program kerja yang lebih berorientasi pada aspirasi rakyat harus menjadi prioritas pemerintah.

“Hal tersebut dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah kesenjangan yang menjadi salah satu permasalahan besar di negara kita yang harus segera diatasi,” ujar Amirsyah.

Menurutnya, sistem ekonomi syariah dapat menjadi salah satu solusi konkret. Ia mendesak pemerintah untuk terus meningkatkan kontribusi sektor ini dalam perekonomian nasional.

“MUI mendorong pemerintah bersama pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi syariah di tahun 2025,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Amirsyah menyebutkan beberapa sektor yang perlu dikembangkan lebih lanjut, seperti industri halal, keuangan syariah, bisnis halal, dan social fund (zakat, infak, sedekah). Ia yakin penerapan ekonomi syariah yang lebih luas mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan secara bertahap.

“Permasalahan kesenjangan akan hilang dan semua rakyat tanpa kecuali dapat menikmati kemerdekaan dan hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran,” tuturnya.

MUI berharap pemerintah dapat melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga ekonomi syariah dapat menjadi pilar utama dalam mengurangi kesenjangan ekonomi di masa depan.

Ekonomi Syariah Industri Halal Kesenjangan Ekonomi Keuangan Syariah MUI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemeriahan Tahun Baru di Bundaran HI Sisakan Penyesalan Warga
Next Article Diskon Listrik 50 Persen Berlaku, Begini Cara Mendapatkannya

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Hati-Hati dengan Doa Keburukan

Islami Udex Mundzir

Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan

Editorial Udex Mundzir

Mengulang Jejak Sejarah: Tradisi Mengantar Jamaah Haji

Islami Udex Mundzir

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.