Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren

Program preventif kesehatan nasional akan menjangkau 200 ribu lembaga pendidikan, termasuk 40 ribu pesantren.
ErickaEricka14 Mei 2025 Kesehatan
program cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren
Ilustrasi program cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas layanan cek kesehatan gratis ke lebih dari 200 ribu sekolah dan pesantren mulai Juli 2025. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan di 10 ribu Puskesmas sejak Februari 2025.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa perluasan ini bertujuan meningkatkan pencegahan penyakit di masyarakat dengan mendekatkan layanan ke institusi pendidikan. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Rabu (14/5/2025), ia menyebutkan bahwa 40 ribu dari total lembaga yang akan dilayani merupakan pesantren.

“Jadi selain di 10 ribu Puskesmas, kita juga akan jalankan program ini di sekitar 200 ribuan sekolah dan pesantren,” ungkap Budi.

Program pemeriksaan kesehatan gratis yang mulai berlaku pada Februari 2025 telah mencakup 5,3 juta orang dengan capaian pemeriksaan harian lebih dari 187 ribu individu. Layanan ini diberikan kepada kelompok usia 0–6 tahun dan 18 tahun ke atas, sementara untuk anak usia 7–17 tahun akan dimulai pada Juli mendatang.

Jenis pemeriksaan yang tersedia meliputi deteksi kelainan bawaan pada bayi, pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita, pengukuran tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, serta pemeriksaan indera, gigi, dan kesehatan jiwa.

“Tujuan kami adalah mencegah agar masyarakat tetap sehat, jangan sampai jatuh sakit,” lanjut Budi.

Program ini merupakan bagian dari strategi transformasi layanan primer Kemenkes untuk memperkuat deteksi dini penyakit. Pemerintah berharap intervensi sejak dini dapat menekan biaya pengobatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kemenkes juga menyatakan bahwa pelaksanaan program akan didukung oleh digitalisasi data dan integrasi sistem layanan kesehatan, termasuk pelaporan hasil pemeriksaan ke dalam rekam medis elektronik.

Kehadiran layanan cek kesehatan gratis di sekolah dan pesantren diyakini dapat menjangkau anak-anak dan remaja yang selama ini belum masuk dalam cakupan program reguler. Ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran dan budaya hidup sehat sejak usia dini.

Budi Gunadi Sadikin Cek Kesehatan Gratis Kemenkes 2025 Kesehatan Masyarakat Sekolah dan Pesantren
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article117 Honorer Resmi Jadi PPPK Sekretariat DPRD Kaltim
Next Article Satu Data Kesehatan, Strategi Baru Kemenkes Pantau Jemaah Haji

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025
Paling Sering Dibaca

Pajak: Cermin Keberlanjutan atau Beban Tanpa Akhir?

Editorial Udex Mundzir

Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten

Editorial Udex Mundzir

Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?

Editorial Udex Mundzir

Panduan Memilih dan Merawat Ban Motor untuk Keselamatan Berkendara

Techno Udex Mundzir

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.