Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro

Lina MarlinaLina Marlina19 November 2024 Profil
Cerita sukses Nick Woodman dan GoPro
Nick Woodman, founder kamera GoPro
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gagal bukan akhir dari segalanya. Bagi Nick Woodman, dua kali bangkrut justru menjadi pijakan untuk menciptakan inovasi yang mendunia. Pada usaha ketiganya, ia berhasil membangun GoPro, kamera aksi pertama yang menguasai pasar global.

Nick Woodman, yang awalnya terpuruk oleh kegagalan, akhirnya mendapatkan ide untuk membuat kamera aksi saat sedang berselancar. Ia melihat para peselancar sangat antusias untuk mengabadikan aksi mereka di ombak.

Saat itu, mereka bahkan harus menyewa fotografer untuk mengambil gambar di tengah laut, hal yang tentu memerlukan biaya besar dan tidak praktis.

“Saya bertanya kepada para peselancar, mengapa mereka mau mengeluarkan uang untuk menyewa fotografer?” kenang Nick, yang kemudian mendalami kebutuhan tersebut lebih lanjut.

Hasil dari pengamatannya membuat Nick sadar akan peluang besar. Ia melihat bahwa peselancar, serta pecinta olahraga ekstrem lainnya, membutuhkan kamera yang kecil, ringan, dan tahan air. Saat itu, belum ada produk di pasaran yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kamera yang ada terlalu besar dan tidak tahan banting untuk aksi di alam terbuka.

Dari situlah muncul gagasan besar untuk membuat kamera aksi yang dapat dipakai dalam berbagai situasi ekstrem. Nick mengembangkan ide ini dengan menekankan keunggulan unik. Kamera harus ringan, tahan air, dan mudah digunakan tanpa bantuan orang lain.

Pada 2004, produk pertama GoPro, yakni “GoPro Hero,” diluncurkan. Kamera ini disambut positif oleh para pengguna yang ingin mengabadikan momen ekstrem, mulai dari peselancar hingga atlet olahraga petualangan.

GoPro menjadi pelopor kamera aksi dan menguasai pasar global, membuktikan bahwa produk yang berhasil tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen, tetapi juga diciptakan dengan pemahaman mendalam terhadap keinginan mereka.

Kini, GoPro dikenal sebagai kamera yang mampu merekam momen-momen paling menantang, dan Nick Woodman menjadi salah satu tokoh inspiratif dalam dunia bisnis. Perjalanannya dari bangkrut hingga sukses membuktikan pentingnya ketekunan dan inovasi.

Entrepreneur GoPro Hero Kamera aksi Kamera GoPro Nick Woodman
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDari Pertanian ke Agrowisata, Tasikmalaya Tunjukkan Transformasi
Next Article Rusmono Rencanakan Pemekaran Desa dan Pengembangan Potensi Ekonomi dan Wisata

Informasi lainnya

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua

29 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Vape Jadi Narkoba Baru

Editorial Udex Mundzir

Kebakaran di Kementerian ATR/BPN: Asap Padam, Kecurigaan Membara

Editorial Udex Mundzir

Kekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta

Editorial Udex Mundzir

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.