Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Jaga tubuh tetap bugar agar momen liburan lebih bermakna dan menyenangkan.
ErickaEricka19 Mei 2025 Travel
Panduan wisata sehat dengan konsep CERIA
Ilustrasi wisata sehat dengan konsep CERIA (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tren baru pariwisata kini bukan hanya tentang tempat eksotis atau spot foto menarik. Wellness tourism atau pariwisata sehat mulai digemari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Di tengah kesadaran global terhadap pentingnya kesehatan fisik dan mental, perjalanan wisata kini bertransformasi menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan secara holistik.

Apa Itu Wellness Tourism?

Menurut Kementerian Kesehatan (2022), wellness tourism adalah jenis pariwisata yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan fisik, mental, dan spiritual melalui berbagai kegiatan yang menyegarkan dan menenangkan. Aktivitas dalam wellness tourism bisa berupa yoga, spa, meditasi, terapi alam, hingga konsumsi makanan sehat.

Jenis wisata ini menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin tidak hanya menikmati keindahan alam atau budaya, tetapi juga membawa pulang manfaat nyata bagi kesehatan.

Lonjakan Wisatawan dan Risiko yang Muncul

Sepanjang tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai angka 5.244.213 orang. Angka ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia kembali bergeliat pascapandemi. Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas wisata, risiko kesehatan pun turut meningkat.

Beberapa penyakit yang sering muncul saat wisata antara lain demam, diare, malaria, DBD, tuberkulosis, hingga hepatitis. Hal ini bisa disebabkan oleh paparan lingkungan baru, kurangnya kesadaran terhadap kebersihan, serta pola makan yang berubah saat liburan.

Oleh karena itu, penting untuk mengenalkan pendekatan baru dalam berwisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga menyehatkan, yaitu dengan prinsip CERIA.

CERIA: Panduan Wisata Sehat untuk Semua

Guna memastikan perjalanan wisata tetap aman dan sehat, pendekatan CERIA bisa menjadi panduan praktis yang mudah diterapkan oleh siapa saja.

  • C – Cukupi kebutuhan air dan makanan bergizi
    Tubuh yang terhidrasi dan asupan nutrisi yang cukup membantu menjaga daya tahan tubuh selama berwisata. Pilih makanan bersih dan hindari konsumsi yang sembarangan.
  • E – Edukasi diri tentang risiko penyakit di tempat wisata
    Mengetahui potensi risiko kesehatan di daerah tujuan sangat penting. Cari tahu apakah wilayah tersebut rawan penyakit tertentu, seperti DBD atau malaria, dan lakukan langkah pencegahan.
  • R – Rajin aktivitas fisik dan tenangkan pikiran
    Wisata bukan hanya waktu untuk bersantai, tetapi juga momen untuk memperkuat fisik dan mental. Lakukan aktivitas yang melibatkan gerak seperti berjalan kaki, mendaki, atau bersepeda sambil menikmati pemandangan.
  • I – Istirahat dengan cukup
    Jangan sampai liburan malah membuat tubuh kelelahan. Jadwalkan waktu tidur yang cukup dan jangan terlalu padat beraktivitas. Istirahat yang baik membantu proses pemulihan tubuh.
  • A – Atur jadwal berwisata dengan baik
    Perencanaan jadwal yang rapi dan realistis akan mencegah stres selama liburan. Hindari memaksakan mengunjungi terlalu banyak tempat dalam waktu singkat.

Manfaat Wellness Tourism yang Nyata

Mengadopsi konsep wellness tourism bukan hanya bermanfaat untuk individu, tetapi juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Beberapa manfaat penting dari pariwisata sehat antara lain:

  • Mencegah terpapar penyakit
    Dengan menjaga kesehatan selama perjalanan, risiko tertular penyakit menurun drastis. Hal ini juga mencegah terjadinya penyebaran penyakit antar daerah atau negara.
  • Meningkatkan kesejahteraan hidup
    Perjalanan sehat membuat wisatawan kembali ke aktivitas harian dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik. Ini berdampak pada produktivitas dan kebahagiaan jangka panjang.
  • Mendorong pelestarian alam
    Wellness tourism umumnya dikaitkan dengan wisata berbasis alam yang berkelanjutan. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
  • Meningkatkan perekonomian
    Destinasi yang menawarkan wellness tourism cenderung menarik wisatawan berkualitas yang menghabiskan lebih banyak waktu dan uang di lokasi tersebut. Ini berdampak langsung pada ekonomi lokal, terutama UMKM dan sektor kesehatan.

Wellness Tourism: Masa Depan Pariwisata Indonesia

Dengan potensi alam, budaya, dan kekayaan kuliner yang dimiliki, Indonesia sangat cocok menjadi destinasi unggulan wellness tourism di Asia Tenggara. Lokasi seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan daerah pegunungan lainnya dapat dikembangkan sebagai pusat wisata sehat dengan layanan profesional.

Pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat perlu bersinergi dalam menciptakan ekosistem wisata yang tidak hanya indah, tapi juga sehat dan aman. Inovasi seperti pengembangan resort ramah lingkungan, paket wisata detoks digital, dan pelatihan mindfulness bisa menjadi daya tarik baru.

Kesehatan sudah seharusnya menjadi bagian penting dalam setiap perjalanan. Dengan menerapkan konsep CERIA, kita tidak hanya menikmati keindahan destinasi wisata, tetapi juga memastikan tubuh dan pikiran tetap bugar.

Mari jadikan setiap perjalanan sebagai investasi kesehatan untuk masa depan. Karena sejatinya, wisata terbaik adalah wisata yang memberi energi positif bagi tubuh, pikiran, dan lingkungan.

Kesehatan Wisatawan Panduan Liburan Sehat Pariwisata Indonesia Wellness Tourism Wisata Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGenerasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs
Next Article Lindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA

Informasi lainnya

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026

Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah

30 Januari 2026

Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

28 Januari 2026

Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata

27 Januari 2026

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

19 Januari 2026

Ledakan Wisata Labuan Bajo

17 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Kisah Inspiratif Pria 39 Tahun Mengabdi di Pabrik Kiswah Ka’bah

Islami Alfi Salamah

Sepertinya Prabowo Tak Akan Berani Pecat Bahlil

Editorial Udex Mundzir

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Editorial Udex Mundzir

Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki

Travel Alfi Salamah

Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.