Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Selain 8 dan 20 Rakaat, Ini Ada Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Sunnah tidak selalu tentang jumlah, tapi tentang kualitas dan keistiqamahan.
ErickaEricka16 Maret 2025 Islami
Shalat berjamaah
Ilustrasi shalat tarawih (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang dilakukan khusus di bulan Ramadan. Mayoritas umat Islam terbiasa dengan jumlah 8 rakaat atau 20 rakaat, namun ternyata ada juga riwayat lain yang menyebutkan jumlah rakaat berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan fleksibilitas dalam menjalankan shalat malam selama Ramadan, asalkan dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

Jumlah Rakaat Tarawih yang Pernah Diamalkan

Selain 8 dan 20 rakaat, beberapa ulama dan masyarakat Muslim di berbagai tempat pernah mengamalkan Tarawih dengan jumlah berbeda, antara lain:

1. 13 Rakaat

Beberapa ulama berpendapat bahwa Rasulullah ﷺ terkadang shalat malam sebanyak 13 rakaat. Rincian ini terdiri dari 8 rakaat Tarawih, 3 rakaat Witir, dan 2 rakaat tambahan sebelum Witir. Meskipun jumlah ini tidak sepopuler 8 atau 20 rakaat, tetapi tetap masuk dalam kategori qiyam Ramadan yang berpahala besar.

2. 23 Rakaat

Jumlah ini merupakan yang paling banyak diamalkan oleh umat Islam, terutama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi hingga saat ini. Praktik ini berlandaskan keputusan Khalifah Umar bin Khattab yang mengumpulkan umat Islam dalam satu jamaah dan menetapkan jumlah rakaat sebanyak 20 rakaat Tarawih plus 3 rakaat Witir.

3. 36 Rakaat

Pada masa Tabi’in, penduduk Madinah mengamalkan Tarawih sebanyak 36 rakaat, ditambah 3 rakaat Witir sehingga totalnya 39 rakaat. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap ibadah, karena mereka melihat penduduk Makkah memiliki keutamaan thawaf di Ka’bah setiap selesai 4 rakaat Tarawih.

4. 39 Rakaat

Di beberapa wilayah Islam, masyarakat Muslim pernah melaksanakan 36 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir, sehingga totalnya 39 rakaat. Tradisi ini berkembang sebagai bentuk semangat ibadah dan bertujuan untuk mengisi malam Ramadan dengan lebih banyak shalat.

Mana yang Paling Benar?

Rasulullah ﷺ tidak pernah membatasi jumlah rakaat Tarawih secara spesifik. Yang terpenting dalam shalat malam adalah kekhusyukan, panjangnya bacaan, dan keistiqamahan dalam menjalankannya. Dalam hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Rasulullah ﷺ tidak pernah shalat malam lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.”(HR. Al-Bukhari & Muslim)

Namun, di sisi lain, Khalifah Umar bin Khattab juga menetapkan 20 rakaat Tarawih, dan para sahabat serta ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad mendukung praktik ini.

Kesimpulan

Jumlah rakaat Tarawih yang pernah dilakukan umat Islam ternyata bervariasi, mulai dari 8, 13, 20, 23, 36, hingga 39 rakaat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak membatasi secara kaku, melainkan memberikan ruang bagi umatnya untuk menyesuaikan dengan kemampuan dan semangat ibadah masing-masing.

Yang terpenting bukanlah banyaknya rakaat, tetapi bagaimana shalat Tarawih dijalankan dengan kualitas, kekhusyukan, dan keistiqamahan, sesuai dengan hadits Rasulullah

ﷺ:إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.”(HR. Muslim No. 2564)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Ibadah Sunnah Qiyam Ramadan Rakaat Tarawih Ramadan Kareem Shalat Tarawih
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAsal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat
Next Article OTT KPK di OKU, Pejabat PUPR dan Anggota DPRD Dibawa ke Jakarta

Informasi lainnya

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

26 November 2025

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

28 Agustus 2025

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

7 Agustus 2025

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

7 Agustus 2025
Paling Sering Dibaca

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

Pajak Bukan Satu-Satunya Jalan

Editorial Udex Mundzir

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.