Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 6 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Growth Mindset

Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi13 Oktober 2024 Refleksi
Growth Mindset
Ilustrasi Growth Mindset
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Berbicara tentang mindset maka rujukan utamanya adalah buku Mindset: The New Psychology of Success karya Caroll S Dweck (2006), Professor Psikologi dari Stanford University. Penelitian yang menjadi dasar buku ini dimulai pada awal tahun 1970-an.

Dalam buku ini, Dweck menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh pola pikirnya, bukan oleh kecerdasan, bakat, atau pendidikan. Dweck juga membedakan dua jenis pola pikir, yaitu fixed mindset dan growth mindset.

Buku ini mendeskripsikan 9 bagian untuk membedakan growth and fixed mindset yaitu intelligences (kecerdasan), desire (keinginan), evaluation of situations, dealing with setbacks (menghadapi kemunduran), challenges (menghadapi tantangan), effort (usaha), criticism (sikap terhadap kritik), success of others (kesuksesan orang lain), dan results (sikap terhadap hasil).

Terkait intelligences (kecerdasan) growth mindset percaya bahwa kecerdasan, keterampilan, sikap, kepribadian dan karakter dapat dikembangkan. Berbeda dengan fixed mindset yang percaya bahwa segalanya sudah tetap atau fix, tidak bisa berkembang lagi. Orang yang memiliki growth mindset, tidak langsung menvonis dirinya sebagai orang yang bodoh jika tidak mampu melakukan sesuatu. Dia akan berusaha belajar dan mengembangkan diri melalui training, mentoring, coaching dan magang.

Baca Juga:
  • Mewaspadai Komunisme
  • Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z
  • Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina
  • Hidup yang PSBB

Pada bagian desires (keinginan), fixed mindset ingin terlihat pandai di setiap situasi dan terus menerus membuktikan diri. Berbeda dengan growth mindset. Mereka ingin regangkan diri, ambil resiko dan belajar. “Berikan saya tantangan!”, ucapnya. Evaluasi terhadap situasi, fixed midset dipenuhi oleh pikiran “akankah saya sukses atau gagal?”. “Akankah saya terlihat pintar atau bodoh?” Karena pikiran itu akhirnya dia tidak berani bertanya, berpendapat dan bertindak.

Bagi growth mindset pikirannya adalah “akankah situasi ini mengizinkan saya untuk bertumbuh?” “Akankah situasi ini membantu saya mengatasi beberapa dari tantangan yang saya hadapi?” Menghadapi challenges (tantangan) fixed mindset menghindari tantangan dan mudah menyerah. Growth mindset menerima tantangan dan gigih menghadapi kemunduran. Sikap terhadap usaha fixed mindset berkata “mengapa harus repot? Usaha ini tidak akan mengubah apapun”.

Growth mindset meyakini bahwa bertumbuh dan belajar membutuhkan usaha. Berani mencoba belajar hal baru. Tidak takut gagal karena itu menjadi pembelajaran.Sikap terhadap kritik fixed mindset mengabaikan kritik yang membangun. Kadang marah jika dikritik. Bawa perasaan dan menganggap sebagai serangan personal.

Growth mindset belajar dari kritikan. “Bagaimana saya bisa memperbaiki kualitas diri?”, ujarnya. Belajar dari kritikan untuk memperbaiki diri. Berani membuka ruang dialog. Berani untuk dinilai oleh orang lain.

Artikel Terkait:
  • Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter
  • 4 Ethos, 4 Jusuf
  • Ujian Jabatan
  • Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Melihat success of others (kesuksesan orang lain), orang yang memiliki growth mindset dapat menemukan pelajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain. Berbeda dengan orang yang fixed mindset. Biasanya merasa terancam dengan kesuksesan orang lain. Pikirannya adalah “jika Anda sukses maka saya gagal”.

Sikap terhadap hasil, fixed midset itu cepat puas, mencapai lebih sedikit dari potensi penuh yang dimiliki. Sedangkan growth mindset berusaha menggapai prestasi setinggi-tingginya. Ibarat pendaki gunung, ingin tiba di puncak.

Mari evaluasi mindset dengan memeriksa 9 aspek di atas: kecerdasan, keinginan, evaluasi terhadap situasi, menghadapi kemunduran, tantangan, usaha, kritikan, sukses orang lain, dan hasil. Mari asah diri menjadi pribadi yang berpola pikir bertumbuh (growth mindset).

Jika masih ada fixed mindset dalam diri, segera analisis penyebabnya dan cari solusi yang tepat agar bisa hijrah dan move on ke growth mindset.

Jangan Lewatkan:
  • Bebas Bertanggung Jawab
  • Guru Hebat
  • Energi Para Pahlawan
  • AI Menghapus Pekerjaan Manusia?
Caroll S Dweck (2006) Catatan Syamril Growth Mindset The New Psychology of Success
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPU dan Muslimat NU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pilkada 2024, Ajak Hindari Politik Uang
Next Article Mahyunadi Janji Anggaran RT Naik Lima Kali Lipat

Informasi lainnya

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

15 Agustus 2026

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

18 Januari 2026

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

17 Januari 2026

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

1 Agustus 2025

Musik AI Tanpa Hak Cipta

27 Juli 2025

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

23 Desember 2024
Paling Sering Dibaca

Ramadhan Terbaik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menjaga Batasan: Hakmu untuk Hidup Lebih Bahagia

Happy Silva

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Perjalanan Spiritual, Sunnah-Sunnah Wukuf di Arafah

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi