Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Serapan APBD Kutim 60 Persen, Proyek Fisik Masih Mandek

Mayoritas anggaran Kutim terserap untuk gaji pegawai, proyek fisik tertunda karena kendala dokumen.
Alfi SalamahAlfi Salamah28 Oktober 2025 Daerah
Jimmi
Jimmi, Ketua DPRD Kutim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sangatta – “Anggaran sudah tembus 60 persen, tapi pembangunan fisik masih jalan di tempat,” demikian ironi yang menggambarkan kondisi realisasi APBD Kutai Timur (Kutim) hingga akhir Oktober 2025. Meski penyerapan anggaran sudah mencapai lebih dari separuh, progres kegiatan fisik justru belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran terserap untuk pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara. Hal ini dianggap wajar karena belanja pegawai merupakan pengeluaran rutin yang tidak dapat ditunda.

“Serapan anggaran sudah mencapai 60 persen. Gaji pegawai tidak bisa ditunda, jadi yang tertunda itu biasanya hanya kegiatan fisik,” ujarnya pada Selasa (28/10/2025).

Ia menambahkan, pegawai yang dimaksud merupakan aparatur administrasi, bukan tenaga konstruksi, yang bertugas memastikan layanan publik tetap berjalan. Oleh karena itu, anggaran rutin seperti gaji dan tunjangan harus tetap diprioritaskan.

Namun, lambatnya progres kegiatan fisik, menurut Jimmi, dipicu oleh panjangnya tahapan birokrasi. Mulai dari penetapan SK, penunjukan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), proses lelang, hingga terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang menjadi dasar hukum pelaksanaan proyek.

“Kalau DPA belum keluar, otomatis kontrak belum bisa ditandatangani,” jelasnya.

Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat serapan anggaran menjelang akhir tahun. Jika realisasi fisik tidak juga dipercepat, maka Pemkab Kutim terancam mendapat teguran dari Kementerian Keuangan, bahkan penundaan pencairan dana transfer pusat.

“Kalau serapan tidak optimal, konsekuensinya bisa serius. Pemerintah pusat bisa memberi teguran atau menunda pencairan dana,” tegas Jimmi.

Ia pun berharap percepatan penyelesaian dokumen segera dilakukan agar proyek-proyek yang direncanakan dapat segera dikerjakan.

“Kami berharap kegiatan fisik bisa dikebut begitu semua dokumen lengkap. Masyarakat menunggu hasil nyata dari anggaran yang sudah disiapkan,” pungkasnya.

Dengan sisa waktu dua bulan menuju akhir tahun, Pemkab Kutim dituntut bergerak cepat agar anggaran tak hanya terserap di atas kertas, tetapi juga nyata memberi manfaat bagi masyarakat.

APBD Kutim DPRD Kutim Kutai Timur Proyek Fisik Terlambat Serapan Anggaran 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSiapa Kenyang dari Proyek Makan Bergizi?
Next Article Ketua DPRD Kutim Ajak Pemuda Jadi Pilar Bangsa

Informasi lainnya

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026

Darurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban

24 Januari 2026

Kak Mashuri Pimpin Kwartir Ranting Tellu Siattinge 2026-2029

22 Januari 2026

Pramuka Tellu Siattinge Satukan Langkah Lewat Musyawarah Ranting

22 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Opini Udex Mundzir

Bela Negara Bukan Membungkam Kritik

Opini Udex Mundzir

Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia

Techno Assyifa

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.