Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan Teguhkan Identitas Budaya

Upacara tahunan ini menjadi titik temu antara nilai leluhur dan semangat pembangunan modern.
GraceGrace28 Mei 2025 Diskominfo Kukar 532 Views
Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan Teguhkan Identitas Budaya
Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kukar – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masyarakat Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, tetap memeluk erat akar budaya mereka melalui pelaksanaan sedekah bumi, sebuah tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.

Pada Rabu (28/5/2025), ritual ini kembali digelar penuh khidmat, beriringan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi simbol kemajuan desa.

Momen tersebut bukan semata seremoni adat atau agenda pembangunan, melainkan bentuk nyata dari tekad masyarakat untuk membangun masa depan tanpa melupakan asal-usul mereka. Tradisi sedekah bumi, atau dikenal juga sebagai bersih desa, merupakan perwujudan syukur atas berkah yang telah diberikan oleh Tuhan, terutama dari hasil bumi dan kesehatan warga.

“Sedekah bumi merupakan acara tahunan kami di Desa Ponoragan, sebagai bentuk rasa syukur warga kami atas kenikmatan Tuhan yang diberikan,” ujar Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, di sela-sela upacara.

Menurut Sarmin, tradisi ini mencakup rasa syukur atas tiga aspek utama: keberhasilan usaha warga, kesehatan yang senantiasa terjaga, dan kekayaan alam yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Semua itu, katanya, tidak hanya layak disyukuri secara pribadi, tetapi juga harus dirayakan bersama sebagai komunitas.

Baca Juga:
  • Kukar Dorong Sekolah Digital, Terbanyak Jadi Kandidat KSRG
  • Samboja Barat Semarakkan Ramadan dengan Etam Mengaji dan Safari
  • Kerja Sama Pemkab Kukar dan PLN Perkuat Pendapatan Daerah
  • Kader Posyandu Loa Kulu Dilatih Buat Makanan Tambahan Bergizi

“Terutama kenikmatan usaha, kenikmatan sehat dan kenikmatan sumber daya alam yang ada di Desa Ponoragan,” tambahnya.

Namun, lebih dari sekadar ritual, sedekah bumi juga dimaknai sebagai bentuk pengakuan spiritual manusia terhadap keterbatasannya. Dalam masyarakat agraris seperti Ponoragan, hubungan harmonis dengan alam dianggap sebagai bagian dari tata nilai kehidupan, dan sedekah bumi menjadi ungkapan keharmonisan tersebut.

“Sedekah bumi atau bersih desa sebagai upacara adat yang memiliki makna spiritual dibaliknya, yang bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat serta rezeki dari hasil bumi,” terang Sarmin.

Tak lupa, Sarmin mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan tradisi ini. Menurutnya, keberlanjutan budaya lokal sangat bergantung pada kesadaran anak-anak muda dalam memahami dan menghidupi nilai-nilai leluhur.

Artikel Terkait:
  • Samboja Evaluasi Program Pamsimas dan Bahas Penataan Posyandu
  • IRMA Ramadhan Fair Kembali Digelar, Syiar Ramadan Kian Semarak di Tenggarong
  • Bupati Kukar Tinjau Program Rehabilitasi Rumah Ibadah di Muara Kaman
  • Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis, Kelurahan Jahab Optimalkan Peran RT

“Kalau generasi muda ini peduli maka tradisi atau budaya ini akan berlanjut terus, tapi kalau generasi mudanya tidak mau melestarikan mungkin tradisi ini tidak akan berjalan terus,” katanya.

Pernyataan ini menjadi seruan moral yang kuat di tengah tantangan globalisasi dan pergeseran nilai budaya. Tanpa regenerasi kultural, sebuah tradisi betapapun sakralnya bisa saja hilang ditelan zaman. Karenanya, keterlibatan pemuda tidak hanya dibutuhkan sebagai peserta, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan pewaris semangat.

Dengan penyelenggaraan sedekah bumi yang bersamaan dengan pembangunan gedung PAUD, masyarakat Desa Ponoragan mengirimkan pesan yang jelas: pembangunan tidak boleh mengorbankan budaya, dan modernitas harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas.

Jangan Lewatkan:
  • Bupati Kukar Ajak DLHK Kukar Perkuat SOP dan Penanganan Lingkungan
  • Status Jalan Marangkayu Naik, Warga Harap Perbaikan Cepat
  • Pesta Laut Pesisir Kukar 2025 Tampilkan Seni Budaya Lokal, Perkuat Daya Tarik Wisata
  • Bupati Kukar Resmikan Kantor Desa Kahala, Dorong Semangat Baru Layanan Masyarakat

“Maka untuk itu tradisi adat warisan leluhur ini tetap dilestarikan di Desa Ponoragan,” pungkas Sarmin, menutup prosesi yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan pembangunan dalam satu tarikan napas.

Budaya Lokal Kukar Diskominfo Kukar Loa Kulu Pemkab Kukar Sedekah Bumi Tradisi Ponoragan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
Next Article Prabowo-Macron Sepakat Deklarasi 100 Tahun Indonesia-Prancis

Informasi lainnya

Perkuat Komitmen Anti-Korupsi, Kukar Teken Pernyataan MSCP

6 Agustus 2025

Pemkab Kukar Ingin BBM SKK Migas Disuplai Lokal

29 Juli 2025

Pemkab Kukar Ajak Swasta Dukung Wisata Pulau Kumala

4 Juli 2025

Diskominfo Kukar Bahas Tata Kelola Aset TIK Lewat On Desk Survey

25 Juni 2025

Event Mancing di Maluhu Dongkrak UMKM dan Ekowisata

1 Juni 2025

Santan Ulu Sinergikan Koperasi dan BUMDes untuk Ekonomi Desa

31 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

Menjaga Batasan: Hakmu untuk Hidup Lebih Bahagia

Happy Silva

Efisiensi atau Salah Kelola?

Perspektif Udex Mundzir

Empat Inovasi Baru Pelayanan Haji di Arafah dan Mina

Islami Alfi Salamah

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Perspektif Udex Mundzir

Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi