Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan Teguhkan Identitas Budaya

Upacara tahunan ini menjadi titik temu antara nilai leluhur dan semangat pembangunan modern.
GraceGrace28 Mei 2025 Diskominfo Kukar 532 Views
Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan Teguhkan Identitas Budaya
Tradisi Sedekah Bumi Ponoragan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kukar – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masyarakat Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, tetap memeluk erat akar budaya mereka melalui pelaksanaan sedekah bumi, sebuah tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.

Pada Rabu (28/5/2025), ritual ini kembali digelar penuh khidmat, beriringan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi simbol kemajuan desa.

Momen tersebut bukan semata seremoni adat atau agenda pembangunan, melainkan bentuk nyata dari tekad masyarakat untuk membangun masa depan tanpa melupakan asal-usul mereka. Tradisi sedekah bumi, atau dikenal juga sebagai bersih desa, merupakan perwujudan syukur atas berkah yang telah diberikan oleh Tuhan, terutama dari hasil bumi dan kesehatan warga.

“Sedekah bumi merupakan acara tahunan kami di Desa Ponoragan, sebagai bentuk rasa syukur warga kami atas kenikmatan Tuhan yang diberikan,” ujar Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, di sela-sela upacara.

Menurut Sarmin, tradisi ini mencakup rasa syukur atas tiga aspek utama: keberhasilan usaha warga, kesehatan yang senantiasa terjaga, dan kekayaan alam yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Semua itu, katanya, tidak hanya layak disyukuri secara pribadi, tetapi juga harus dirayakan bersama sebagai komunitas.

Baca Juga:
  • Debat Publik PSU Kukar 2025, Sunggono Ajak Warga Maksimalkan Hak Pilih
  • Samboja Barat Semarakkan Ramadan dengan Etam Mengaji dan Safari
  • Dispora Kukar Genjot Pembangunan Fasilitas Olahraga
  • Loa Duri Ilir Raih Predikat Desa Cantik Terbaik se-Kaltim

“Terutama kenikmatan usaha, kenikmatan sehat dan kenikmatan sumber daya alam yang ada di Desa Ponoragan,” tambahnya.

Namun, lebih dari sekadar ritual, sedekah bumi juga dimaknai sebagai bentuk pengakuan spiritual manusia terhadap keterbatasannya. Dalam masyarakat agraris seperti Ponoragan, hubungan harmonis dengan alam dianggap sebagai bagian dari tata nilai kehidupan, dan sedekah bumi menjadi ungkapan keharmonisan tersebut.

“Sedekah bumi atau bersih desa sebagai upacara adat yang memiliki makna spiritual dibaliknya, yang bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat serta rezeki dari hasil bumi,” terang Sarmin.

Tak lupa, Sarmin mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan tradisi ini. Menurutnya, keberlanjutan budaya lokal sangat bergantung pada kesadaran anak-anak muda dalam memahami dan menghidupi nilai-nilai leluhur.

Artikel Terkait:
  • Pemkab Kukar dan BPK Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2024
  • Bupati Kukar Apresiasi Masjid Al Kahfi Sebagai Roll Model Keagamaan
  • Bukit Layang Andalkan Sawah Apung untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
  • Ekspor Udang Windu dan Rumput Laut Kukar Melesat

“Kalau generasi muda ini peduli maka tradisi atau budaya ini akan berlanjut terus, tapi kalau generasi mudanya tidak mau melestarikan mungkin tradisi ini tidak akan berjalan terus,” katanya.

Pernyataan ini menjadi seruan moral yang kuat di tengah tantangan globalisasi dan pergeseran nilai budaya. Tanpa regenerasi kultural, sebuah tradisi betapapun sakralnya bisa saja hilang ditelan zaman. Karenanya, keterlibatan pemuda tidak hanya dibutuhkan sebagai peserta, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan pewaris semangat.

Dengan penyelenggaraan sedekah bumi yang bersamaan dengan pembangunan gedung PAUD, masyarakat Desa Ponoragan mengirimkan pesan yang jelas: pembangunan tidak boleh mengorbankan budaya, dan modernitas harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas.

Jangan Lewatkan:
  • RBPK 2025, Strategi Terpadu Kukar Atasi Kemiskinan
  • Peringatan Nuzulul Quran Kukar, Pemkab Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Qurani
  • Lamin Pulut Fokus Perjuangkan Listrik dan Jalan Tahun 2025
  • Bupati Kukar Resmikan Masjid Nurul Iman dan Bagikan Bantuan

“Maka untuk itu tradisi adat warisan leluhur ini tetap dilestarikan di Desa Ponoragan,” pungkas Sarmin, menutup prosesi yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan pembangunan dalam satu tarikan napas.

Budaya Lokal Kukar Diskominfo Kukar Loa Kulu Pemkab Kukar Sedekah Bumi Tradisi Ponoragan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
Next Article Prabowo-Macron Sepakat Deklarasi 100 Tahun Indonesia-Prancis

Informasi lainnya

Perkuat Komitmen Anti-Korupsi, Kukar Teken Pernyataan MSCP

6 Agustus 2025

Pemkab Kukar Ingin BBM SKK Migas Disuplai Lokal

29 Juli 2025

Pemkab Kukar Ajak Swasta Dukung Wisata Pulau Kumala

4 Juli 2025

Diskominfo Kukar Bahas Tata Kelola Aset TIK Lewat On Desk Survey

25 Juni 2025

Event Mancing di Maluhu Dongkrak UMKM dan Ekowisata

1 Juni 2025

Santan Ulu Sinergikan Koperasi dan BUMDes untuk Ekonomi Desa

31 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan

Perspektif Alfi Salamah

Merince Kogoya dan Batas Ekspresi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi