Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Udex MundzirUdex Mundzir4 Desember 2024 Editorial
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden terpilih yang (waktu itu juga) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden terpilih yang (waktu itu juga) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (.tempo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang mandiri dan pro-rakyat. Salah satu langkah paling strategis adalah mengembalikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke 10%.

Namun, jika pemerintahannya tetap melanjutkan rencana menaikkan PPN ke 12%, Prabowo berisiko hanya menjadi bayang-bayang Jokowi, melanjutkan kebijakan yang semakin menekan masyarakat.

Kenaikan PPN ke 12% sejatinya direncanakan untuk mendukung penerimaan negara hingga Rp75 triliun. Pemerintah sebelumnya berargumen bahwa kenaikan ini diperlukan untuk menopang anggaran pembangunan.

Namun, beban tersebut akhirnya jatuh pada rakyat. Beban itu terutama kelas menengah-bawah yang sudah menghadapi tingginya inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Langkah menaikkan PPN adalah kebijakan yang menyulitkan bagi masyarakat. Sementara itu, suara rakyat semakin keras. Lebih dari 15.000 orang telah menandatangani petisi menolak kenaikan PPN. Mereka menuntut kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat kecil, bukan sekadar mengejar penerimaan fiskal. Apakah Prabowo akan mendengarkan suara ini?

Baca Juga:
  • PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik
  • Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi
  • Sentralisasi Berkedok Nasionalisme
  • Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Jika Prabowo benar-benar berkomitmen untuk membawa perbaikan, ia tidak hanya harus membatalkan kenaikan PPN ke 12%, tetapi juga berani mengembalikan tarifnya ke 10%. Langkah ini akan menjadi simbol keberanian politik, membedakannya dari pemerintahan sebelumnya yang dianggap lebih fokus pada kebijakan pro-elit.

Mengembalikan PPN ke 10% juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Itulah menciptakan stimulasi ekonomi yang lebih luas, dan mengurangi beban rumah tangga.

Namun, tantangan besar ada pada bagaimana Prabowo akan menutup kekurangan pendapatan negara. Solusinya bukan sekadar menurunkan tarif, tetapi juga memperbaiki tata kelola perpajakan.

Solusinya, pemerintah dapat memperluas basis pajak, memungut pajak dari sektor-sektor yang selama ini kurang tersentuh, atau mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam. Strategi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada PPN tetapi juga menciptakan sistem yang lebih adil.

Dari sisi politik, ini adalah kesempatan emas bagi Prabowo untuk keluar dari bayang-bayang Jokowi. Selama Pilpres 2024, banyak yang mengkritik pasangan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka sebagai penerus kebijakan lama yang dianggap tidak memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak
  • Kekalahan RIDO: Pelajaran dari Jakarta
  • Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal
  • Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida

Hasil Pilpres memang menunjukkan kemenangan Prabowo-Gibran dengan 58,59% suara, tetapi ini tidak otomatis berarti dukungan penuh. Ketidakpuasan terlihat jelas di Jakarta, di mana pasangan yang dibayang-bayani Prabowo dan Jokowi kalah dari Pramono, yang didukung Anies Baswedan.

Mengembalikan tarif PPN ke 10% tidak hanya akan memulihkan kepercayaan publik tetapi juga mempertegas identitas politik Prabowo.

Sebaliknya, jika kebijakan menaikkan PPN ke 12% tetap dilanjutkan, narasi bahwa Prabowo hanyalah penerus kebijakan Jokowi akan semakin menguat. Keputusan ini juga akan memperlebar jurang antara pemerintah dan rakyat, memperkuat skeptisisme yang sudah muncul sejak pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.

Langkah berani untuk menurunkan PPN ke 10% akan menegaskan bahwa Prabowo adalah pemimpin yang benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat. Ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga soal legitimasi politik dan komitmen moral untuk memperbaiki nasib masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri
  • KTP dan Pajak yang Tak Sederhana
  • Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu
  • Wartawan Gadungan, Luka di Wajah Jurnalisme

Nah, jika gagal mengambil langkah ini, Prabowo mungkin akan dikenang sebagai sosok yang melewatkan peluang besar untuk menjadi pemimpin sejati—dan hanya menjadi bayang-bayang dari pemerintahan sebelumnya.

Ekonomi Indonesia Menururnkan PPN Politik Prabowo PPN 12 persen
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOptimalisasi Pajak di Kutai Timur: Sinergi Baru Pemkab dan KPP Pratama Bontang
Next Article Thailand Teratas, Timor Leste Terbawah di Ranking FIFA Peserta Piala AFF 2024

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Techno Alfi Salamah

DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025

Techno Silva

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Jurnalisme di Bawah Bayang Algoritma

Editorial Udex Mundzir

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi