Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Udex MundzirUdex Mundzir4 Desember 2024 Editorial
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden terpilih yang (waktu itu juga) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden terpilih yang (waktu itu juga) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (.tempo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang mandiri dan pro-rakyat. Salah satu langkah paling strategis adalah mengembalikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke 10%.

Namun, jika pemerintahannya tetap melanjutkan rencana menaikkan PPN ke 12%, Prabowo berisiko hanya menjadi bayang-bayang Jokowi, melanjutkan kebijakan yang semakin menekan masyarakat.

Kenaikan PPN ke 12% sejatinya direncanakan untuk mendukung penerimaan negara hingga Rp75 triliun. Pemerintah sebelumnya berargumen bahwa kenaikan ini diperlukan untuk menopang anggaran pembangunan.

Namun, beban tersebut akhirnya jatuh pada rakyat. Beban itu terutama kelas menengah-bawah yang sudah menghadapi tingginya inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Langkah menaikkan PPN adalah kebijakan yang menyulitkan bagi masyarakat. Sementara itu, suara rakyat semakin keras. Lebih dari 15.000 orang telah menandatangani petisi menolak kenaikan PPN. Mereka menuntut kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat kecil, bukan sekadar mengejar penerimaan fiskal. Apakah Prabowo akan mendengarkan suara ini?

Baca Juga:
  • Rombak Kabinet, Reformasi Aparat
  • Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan
  • Paradoks Pembangunan Desa
  • PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru

Jika Prabowo benar-benar berkomitmen untuk membawa perbaikan, ia tidak hanya harus membatalkan kenaikan PPN ke 12%, tetapi juga berani mengembalikan tarifnya ke 10%. Langkah ini akan menjadi simbol keberanian politik, membedakannya dari pemerintahan sebelumnya yang dianggap lebih fokus pada kebijakan pro-elit.

Mengembalikan PPN ke 10% juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Itulah menciptakan stimulasi ekonomi yang lebih luas, dan mengurangi beban rumah tangga.

Namun, tantangan besar ada pada bagaimana Prabowo akan menutup kekurangan pendapatan negara. Solusinya bukan sekadar menurunkan tarif, tetapi juga memperbaiki tata kelola perpajakan.

Solusinya, pemerintah dapat memperluas basis pajak, memungut pajak dari sektor-sektor yang selama ini kurang tersentuh, atau mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam. Strategi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada PPN tetapi juga menciptakan sistem yang lebih adil.

Dari sisi politik, ini adalah kesempatan emas bagi Prabowo untuk keluar dari bayang-bayang Jokowi. Selama Pilpres 2024, banyak yang mengkritik pasangan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka sebagai penerus kebijakan lama yang dianggap tidak memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Relawan Muda di Arus Mudik
  • Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?
  • UMP 2025: Melampaui Angka, Memahami Kebutuhan
  • Ijazah Jokowi: Bukan Privasi, Tapi Legitimasi

Hasil Pilpres memang menunjukkan kemenangan Prabowo-Gibran dengan 58,59% suara, tetapi ini tidak otomatis berarti dukungan penuh. Ketidakpuasan terlihat jelas di Jakarta, di mana pasangan yang dibayang-bayani Prabowo dan Jokowi kalah dari Pramono, yang didukung Anies Baswedan.

Mengembalikan tarif PPN ke 10% tidak hanya akan memulihkan kepercayaan publik tetapi juga mempertegas identitas politik Prabowo.

Sebaliknya, jika kebijakan menaikkan PPN ke 12% tetap dilanjutkan, narasi bahwa Prabowo hanyalah penerus kebijakan Jokowi akan semakin menguat. Keputusan ini juga akan memperlebar jurang antara pemerintah dan rakyat, memperkuat skeptisisme yang sudah muncul sejak pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.

Langkah berani untuk menurunkan PPN ke 10% akan menegaskan bahwa Prabowo adalah pemimpin yang benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat. Ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga soal legitimasi politik dan komitmen moral untuk memperbaiki nasib masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Pahlawan yang Dipenjara
  • Bahlil dan Wajah Baru Penjajahan
  • Lebih 12 Persen Tidak Mau Andi Harun Jadi Wali Kota!
  • Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?

Nah, jika gagal mengambil langkah ini, Prabowo mungkin akan dikenang sebagai sosok yang melewatkan peluang besar untuk menjadi pemimpin sejati—dan hanya menjadi bayang-bayang dari pemerintahan sebelumnya.

Ekonomi Indonesia Menururnkan PPN Politik Prabowo PPN 12 persen
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOptimalisasi Pajak di Kutai Timur: Sinergi Baru Pemkab dan KPP Pratama Bontang
Next Article Thailand Teratas, Timor Leste Terbawah di Ranking FIFA Peserta Piala AFF 2024

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima

Techno Assyifa

Menjelajahi Dunia Cookies yang Tak Bisa Ditolak

Food Alfi Salamah

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Rahasia Membuat Kentang Goreng Tetap Sehat

Food Alfi Salamah

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi