Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Unisba Bahas Inovasi Obat Modern Berbasis Produk Alami

Kuliah internasional hadirkan pakar farmasi dari Malaysia untuk inspirasi global.
AssyifaAssyifa19 Desember 2024 Pendidikan
Inovasi obat berbasis produk alami
Unisba Mengulas Pengembangan Obat Modern yang Berbasis Sumber Alam.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Islam Bandung (Unisba) mengadakan International Visiting Lecture pada Kamis (19/12/2024). Acara ini menghadirkan Dr. Ezatul Ezleen Kamarulzaman dari Universiti Sains Malaysia sebagai pembicara utama.

Dengan tema “Revolutionizing Medicine: The Role of Natural Products in Modern Drug Discovery and Development,” kegiatan ini menjadi ajang diskusi penting tentang peran bahan alami dalam pengobatan modern.

Lebih dari 150 peserta, baik mahasiswa maupun dosen, mengikuti acara ini secara langsung dan virtual. Dr. Ezatul menjelaskan bahwa bahan alami memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan kesehatan global.

“Produk alami membuka peluang besar untuk menciptakan obat yang lebih efektif dan aman, terutama dengan pendekatan sains yang inovatif,” ujar Dr. Ezatul dalam paparannya.

Ketua Program Studi Farmasi Unisba, Dr. apt. Dina Mulyanti, M.Si., yang juga bertindak sebagai moderator, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kuliah internasional ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring akademik global.

“Kami sangat bangga bisa menghadirkan pakar farmasi ternama seperti Dr. Ezatul. Diskusi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk lebih mendalami penelitian berbasis bahan alami,” kata Dr. Dina.

Interaksi antara peserta dan pembicara berlangsung dinamis. Sesi tanya jawab menyoroti berbagai isu, mulai dari tantangan ekstraksi bahan alam hingga peluang pengembangan obat berbasis bioteknologi. Diskusi ini memberikan wawasan mendalam bagi peserta terkait proses ilmiah di balik pengembangan obat modern.

International Visiting Lecture ini merupakan bagian dari komitmen Unisba untuk mendukung internasionalisasi pendidikan dan penelitian. Dengan menggandeng akademisi ternama dari luar negeri, Unisba terus berkontribusi dalam kemajuan ilmu farmasi.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?
Next Article Hasil Tidak Optimal di Piala AFF, Ranking Timnas Turun

Informasi lainnya

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

30 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

28 Januari 2026

Diky Candra Siap Kawal Aspirasi Guru Honorer Madrasah

26 Januari 2026

Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK

26 Januari 2026

Kwaran Lamuru Gelar KMD Penggalang Cetak Pembina Andal

26 Januari 2026

AI Bantu Guru, Tapi Hambat Murid?

23 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir

Kalau Tidak Viral, Mana Mau Kalian Membantu?

Opini Udex Mundzir

Langkah Utang Pemerintah di Akhir 2024

Editorial Udex Mundzir

Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Opini Assyifa

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Techno Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.