Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Vietnam Pangkas PPN Jadi 8%, Indonesia Naikkan ke 12%

Vietnam perpanjang penurunan PPN untuk dorong konsumsi, Indonesia siapkan kenaikan PPN barang mewah.
AssyifaAssyifa13 Desember 2024 Ekonomi
Vietnam turunkan PPN 8%
Pemerintah Vietnam kembali menurunkan tarif PPN menjadi 8 persen hingga Juni 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hanoi – Pemerintah Vietnam memperpanjang penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 2%, dari 10% menjadi 8%, hingga Juni 2025. Langkah ini diambil untuk mendorong konsumsi domestik, mengurangi biaya bisnis, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini sebelumnya diberlakukan sejak Januari 2024 dan terbukti efektif.

Mengutip Vietnam News, kebijakan tersebut mencakup sektor properti, perbankan, telekomunikasi, informasi teknologi, hingga barang konsumsi tertentu. Ekonom Dinh Trọng Thịnh menilai pengurangan PPN ini mampu menstabilkan produksi dan menciptakan lapangan kerja. “Dengan menurunkan biaya produksi, bisnis dapat menawarkan harga kompetitif yang mendorong belanja konsumen,” jelasnya.

Namun, kebijakan ini diperkirakan mengurangi pendapatan negara Vietnam sebesar 26,1 triliun dong Vietnam. Meski demikian, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas anggaran di tengah pemulihan ekonomi global yang lambat.

Berbeda dengan Vietnam, Indonesia justru akan menaikkan PPN dari 11% menjadi 12% pada 2025, namun hanya untuk barang-barang mewah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami sedang memformulasikan secara rinci, karena ada aspek daya beli dan pertumbuhan ekonomi yang perlu diseimbangkan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (11/12/2024).

Kenaikan PPN tersebut diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada kelompok barang tertentu tanpa memengaruhi konsumsi masyarakat luas.

Langkah Vietnam menunjukkan fokus pada penguatan daya beli sebagai respons atas ketidakpastian global. Sementara itu, Indonesia memilih menjaga APBN untuk menghadapi tantangan ekonomi jangka panjang.

Kebijakan Pajak PPN 12% PPN 8% PPN Indonesia PPN Vietnam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTimnas Indonesia Puncaki Grup B Piala AFF 2024, Tetapi Terancam Digusur Vietnam
Next Article Akhirnya RK-Suswono Terima Kekalahan, Ucapkan Selamat ke Pramono-Rano

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

Bisnis Udex Mundzir

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Editorial Udex Mundzir

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Gagasan Udex Mundzir

Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru

Travel Alfi Salamah

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi