Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras

Pakar kesehatan menyebut kebijakan ini tidak relevan dengan sistem medis dan regulasi masa kini.
ErickaEricka14 Mei 2025 Kesehatan
penolakan dokter umum operasi caesar
Ilustrasi dokter umum operasi caesar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Rencana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk melatih dokter umum, khususnya di daerah, agar bisa melakukan operasi caesar memicu penolakan dari sejumlah pihak. Wacana ini dianggap tidak sesuai dengan perkembangan sistem kesehatan modern dan justru berisiko jika diterapkan tanpa syarat ketat.

Salah satu yang menentang keras adalah pakar global health security dari Griffith University dan Yarsi University, Dicky Budiman. Ia menyebut bahwa meski praktik ini pernah dilakukan pada masa lalu, kondisi saat ini sudah sangat berbeda.

“Memang secara historis dokter umum dulu pernah melakukan operasi caesar, khususnya pada 1950–1980-an, tapi itu dilakukan dalam situasi darurat dan keterbatasan. Tidak ada pelatihan atau sistem formal saat itu,” kata Dicky dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, menjadikan sejarah sebagai dasar kebijakan saat ini tanpa mempertimbangkan kemajuan ilmu, regulasi, dan etika kedokteran sangat berbahaya. Ia menegaskan bahwa konteks masa lalu tidak bisa dijadikan justifikasi logis di era dengan sistem kesehatan yang jauh lebih kompleks dan teregulasi.

“Sekarang sudah ada Undang-Undang Praktik Kedokteran dan mekanisme hukum terkait malpraktik. Jadi jika dokter umum diberi kewenangan operasi besar tanpa pelatihan dan sertifikasi resmi, risikonya besar secara medis dan hukum,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa saat ini sistem spesialisasi kedokteran sudah mapan dan tenaga ahli lebih tersedia. Dalam pandangannya, memberikan kewenangan operasi kepada dokter umum hanya bisa dibenarkan dalam kondisi darurat seperti perang atau bencana besar yang melumpuhkan layanan medis.

“Logika kebijakan ini tidak tepat. Regulasi yang melarang dokter umum melakukan operasi besar juga berasal dari Kemenkes sendiri. Maka perubahan besar seperti ini seharusnya melalui kajian ilmiah dan hukum yang matang,” tegas Dicky.

Pernyataan Dicky mencerminkan kekhawatiran komunitas medis terhadap kebijakan yang tidak berdasarkan kondisi sistemik saat ini. Alih-alih memperbaiki distribusi tenaga kesehatan di daerah, kebijakan ini justru dinilai bisa menurunkan standar keselamatan pasien.

Isu ini juga mencuat saat Indonesia terus berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di seluruh daerah. Namun, penyelesaian persoalan krisis tenaga spesialis seharusnya dilakukan melalui investasi pada pendidikan kedokteran, bukan dengan mengubah batas kewenangan profesi.

Dokter Umum Kesehatan Indonesia Kritik Kebijakan Kemenkes Operasi Caesar Profesi Kedokteran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAgusriansyah: Ilmu dan Akhlak Kunci Kepemimpinan Gen Z
Next Article Coretax Gangguan, Wamenkeu Akui Tak Tahu Kapan Selesai Diperbaiki

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

28 November 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025
Paling Sering Dibaca

Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

Editorial Udex Mundzir

Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?

Editorial Udex Mundzir

Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi

Islami Alfi Salamah

Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya

Opini Alfi Salamah

Gema Impian di Tengah Asa: Piala AFF 2024

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.