Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DPRD Kaltim Dorong Sistem Zonasi sebagai Solusi Pendidikan Merata

Pendidikan berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa keterbatasan kuota
SilvaSilva7 November 2024 DPRD Kaltim
Damayanti
Damayanti, Anggota DPRD Kaltim (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Sistem zonasi dalam penerimaan murid baru di Kota Balikpapan menuai perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Damayanti, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Dapil Balikpapan.

Meski dirancang untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, pelaksanaan sistem zonasi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat, khususnya di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi. Damayanti menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terus mengalir ke kantornya, terutama terkait kebijakan zonasi yang dianggap belum sepenuhnya adil.

“Menurut sebagian warga, sistem zonasi belum sepenuhnya adil dan merugikan beberapa pihak. Aneka keluhan itu patut diperhatikan pemerintah daerah dengan mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan sistem zonasi,” ujarnya belum lama ini.

Salah satu poin kritis yang disoroti Damayanti adalah ketidakseimbangan daya tampung sekolah dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Kota Balikpapan memiliki jumlah penduduk yang besar, namun jumlah sekolah negeri yang memadai belum sebanding. Akibatnya, kuota di sekolah negeri cepat penuh, memaksa banyak anak mendaftar ke sekolah swasta yang lebih jauh dan biaya lebih tinggi.

“Dalam kasus ini, sepertinya daya tampung sekolah menjadi sumber masalah, tujuan dari sistem zonasi adalah untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan. Namun, tanpa peningkatan daya tampung dan distribusi fasilitas yang memadai, tujuan tersebut sulit dicapai,” jelasnya.

Baca Juga:
  • Hari Anak Nasional, Fitri Maisyaroh: Mari Ciptakan Masa Depan yang Cerah
  • Sapto Setyo Apresiasi Perusahaan yang Menerima Inspekdi Dadakan
  • Bunda Fitri Peduli Perempuan dan Anak, Gelar Sosialisasi Bantuan Hukum di Balikpapan
  • Hari Otda ke-29, DPRD Kaltim Dukung Sinergi Daerah-Pusat

Tidak hanya daya tampung, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti perbedaan fasilitas antar sekolah yang menciptakan kesenjangan kualitas pendidikan. Ia menjelaskan, adanya sekolah yang dianggap ‘favorit’ dan sekolah yang kurang diminati memperparah masalah zonasi.

“Fasilitas sekolah negeri yang tidak merata juga menyebabkan adanya sekolah favorit dan sekolah yang kurang diminati,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, Damayanti mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kota Balikpapan agar bekerja sama dalam merumuskan solusi jangka panjang.

“Pemerintah perlu meningkatkan daya tampung sekolah sesuai dengan pertumbuhan penduduk, serta memastikan pemerataan sarana pendukung proses belajar mengajar di semua sekolah,” katanya.

Artikel Terkait:
  • DPRD Kaltim: Penutupan TikTok Shop Bukan Akhir Bisnis Online, UMKM Perlu Lebih Kreatif
  • Pansus LKPj Kaltim Soroti Rekomendasi BPK yang Belum Tuntas
  • Ketua PKB Kaltim Ucapkan Selamat ke Brimob ke-78
  • Sekwan Kaltim Tinjau Ulang Anggaran dan Renja 2026 DPRD

Sebagai langkah konkret, Damayanti menyarankan agar evaluasi tahunan terhadap pelaksanaan sistem zonasi dilakukan secara rutin. Ia berharap evaluasi ini dapat membawa perubahan positif dan membuat kebijakan lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kita tidak boleh membiarkan masalah ini berlarut-larut. Pendidikan adalah hak setiap anak, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses yang layak tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Damayanti optimistis bahwa dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan secara merata, sistem zonasi di Balikpapan dapat dioptimalkan. Dengan demikian, pendidikan berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecemasan akan keterbatasan kuota atau perbedaan fasilitas.

Jangan Lewatkan:
  • Salehuddin Minta Pemprov Kaltim Percepat Akses Listrik di Desa
  • M Udin Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan Pasca Tambang
  • DPRD Kaltim Himbau Pemprov Evaluasi Program Rumah Layak Huni
  • Bantuan Mesin Kapal, Seno Aji Dorong Kesejahteraan Nelayan Kukar

Dengan evaluasi dan kebijakan yang diperbarui, masalah ketidakmerataan dalam penerimaan siswa dapat teratasi, membuka jalan bagi sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Damayanti DPRD Kaltim Pendidikan Kaltim PKB Kaltim Zonasi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleCiptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif Polresta Sidoarjo Gelar Deklarasi Damai Pilkada Serentak 
Next Article Dorong Penyesuaian Jurusan SMK, Salehuddin: Harus Siap Hadapi Tantangan Lokal

Informasi lainnya

DPRD Kaltim Bahas Ranperda Pendidikan untuk Pemerataan Akses

21 Agustus 2025

Festival Kampong Tuha, Firnadi Ikhsan Tegaskan Pentingnya Menjaga Nilai gotong Royong

12 Juli 2025

Defisit Daging Kaltim, Desa Korporasi Jadi Solusi Utama

24 Mei 2025

WTP ke-12 Kaltim, DPRD Ingatkan Tindak Lanjut BPK

23 Mei 2025

PKS Soroti Pentingnya Harmoni Koperasi dan BUMDes

23 Mei 2025

Kebangkitan Nasional Harus Dibarengi Penguatan Karakter dan Teknologi

20 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

Selain 8 dan 20 Rakaat, Ini Ada Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Islami Ericka

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Travel Assyifa

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

Editorial Udex Mundzir

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Perspektif Udex Mundzir

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi