Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 29 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang

5 tahun berkuasa, justru menyisakan warisan ketidakamanan di wilayahnya sendiri
Udex MundzirUdex Mundzir18 November 2024 Opini
Haji Idi Simalakama Pilkada Sampang 2024
Slamet Junaidi alias Haji Idi, petahana Bupati Sampang (.unews)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Memaksa “bersilaturahmi” dan berbuntut insiden tragis jelang Pilkada Sampang 2024 mengguncang masyarakat. Kejadian pengeroyokan di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, menyorot tindakan kontroversial Haji Slamet Junaidi—atau yang kerap dipanggil Haji Idi—petahana yang seolah menantang situasi dengan memasuki kawasan tidak aman.

Dengan rekam jejak 5 tahun memegang kekuasaan sebagai bupati Sampang, Haji Idi diyakini memahami potensi kerawanan di Ketapang. Namun, keputusannya untuk tetap hadir di daerah tersebut seakan menyalakan api di tengah bara politik yang sudah panas.

Haji Idi, yang katanya dikenal sebagai seorang “blater”—julukan bagi tokoh lokal yang memiliki pengaruh besar—seharusnya paham bahwa langkahnya untuk bersilaturahmi ke wilayah yang diduga punya potensi konflik tinggi akan berisiko besar.

Keputusannya ini bukan hanya mempertaruhkan keselamatan tim dan pendukung, tetapi juga memperlihatkan sikap seolah “menguji” keamanan yang selama 5 tahun terakhir ada di bawah kebijakannya sendiri. Ironisnya, situasi tidak aman yang ia hadapi saat ini merupakan hasil dari kebijakannya sendiri selama menjabat.

Bagi Haji Idi, kondisi ini berubah menjadi semacam ruang simalakama. Jika ia kalah dalam Pilkada ini, ia akan menanggung malu sebagai petahana yang gagal mempertahankan kursi kepemimpinan dengan rapor merahnya. Namun, jika ia menang, situasi pun tidak serta merta menjadi lebih baik, karena ketidakamanan di wilayahnya sendiri akan tetap membayangi.

Ini adalah ujian bagi dirinya, dan sekaligus cerminan hasil kepemimpinannya. Situasi yang tidak kondusif di Ketapang, dan beberapa wilayah lain, merupakan hasil karya kepemimpinan yang harus ia pertanggungjawabkan, karena tidak mampu menciptakan rasa aman di tanah kekuasaannya sendiri.

Sebagai petahana, Haji Idi memiliki akses penuh terhadap data intelijen, peta kerawanan wilayah, dan informasi situasi politik di setiap kecamatan. Keputusannya untuk masuk ke Ketapang, meskipun situasi sedang memanas, memperlihatkan kurangnya kepedulian terhadap keamanan, baik untuk diri sendiri maupun para pendukungnya.

Baca Juga:
  • Langkah Skuad Muda yang Tertatih
  • Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet
  • Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar
  • Banyak Tapi Kurang

Di tengah suasana politik yang semakin panas, langkah seperti ini terkesan sebagai tindakan yang sembrono dan berpotensi menambah tensi politik, apalagi dengan adanya perbedaan afiliasi di antara penduduk setempat.

Kini, publik mempertanyakan bagaimana Haji Idi, yang selama 5 tahun berkuasa, justru menyisakan warisan ketidakamanan di wilayahnya sendiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab moral seorang pemimpin.

Haji Idi tampaknya gagal memberikan rasa aman di wilayah yang selama ini berada dalam pengaruh kebijakannya, sehingga masyarakat dirugikan oleh konflik dan kekacauan yang mencederai nilai-nilai demokrasi.

Petahana ini berada di titik di mana setiap hasil Pilkada membawa risiko citra negatif. Jika ia menang, ia akan terus dihadapkan pada kritik terkait ketidakmampuan menciptakan ketenangan di daerah yang dipimpinnya.

Pun jika kalah, maka hal itu menjadi refleksi nyata ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinannya yang kurang efektif.

Lebih jauh, konflik politik yang timbul ini juga menunjukkan bagaimana ketegangan sosial masih bisa meletup dengan mudah akibat rivalitas politik, yang seharusnya bisa diredam dengan pendekatan yang bijak dan pengendalian diri. Dalam posisi sebagai petahana, Haji Idi diharapkan mampu membawa pengaruh yang menenangkan bagi pendukungnya, bukannya memicu suasana yang rentan menjadi ajang kekerasan.

Artikel Terkait:
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital
  • Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?
  • Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran
  • Ironi di Balik Program Bergizi

Kepemimpinan yang baik bukan hanya soal mencalonkan diri kembali, tetapi juga menunjukkan bahwa ia mampu menciptakan kondisi yang kondusif untuk semua pihak, terlepas dari afiliasi politik.

Aparat keamanan dan intelijen di Sampang diharapkan mampu meninjau ulang sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang. Polres Sampang juga perlu bersikap lebih waspada dan antisipatif dalam mengawal proses demokrasi yang rawan konflik.

Jangan kecolongan lagi. Pemetaan wilayah rawan konflik, pemantauan intensif, serta penambahan personel di titik-titik yang dianggap rawan perlu dilakukan secara lebih serius.

Hal itu bukan hanya penting untuk Pilkada 2024 ini, tetapi juga untuk memastikan bahwa daerah-daerah lain di Sampang tidak menjadi wilayah konflik yang terus menghambat perkembangan demokrasi di masa depan.

Pada akhirnya, kasus ini menjadi cerminan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif. Pemimpin seperti Haji Idi seharusnya paham bahwa pengaruh yang dimilikinya bisa digunakan untuk meredam, bukan menambah bara konflik.

Jangan Lewatkan:
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat
  • Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber
  • Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Key-phrase: Haji Idi simalakama Pilkada Sampang
Deskripsi Meta: Haji Idi berada di situasi simalakama dalam Pilkada Sampang, menghadapi ketidakamanan yang tercipta dari 5 tahun kepemimpinannya.
Tag: Haji Idi Sampang, simalakama politik, Pilkada Sampang

Haji Idi Sampang Kabar Sampang Pilkada 2024 Pilkada Sampang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLangkah Utang Pemerintah di Akhir 2024
Next Article Dari Pertanian ke Agrowisata, Tasikmalaya Tunjukkan Transformasi

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Hoax Surat Pemanggilan Tes Pegawai BPJS Kesehatan, Ini Klarifikasi dari Munaqib

Kroscek Nugroho

Gunung Galunggung Tetap Tenang dan Menawan

Travel Alfi Salamah

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur

Editorial Udex Mundzir

Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 

Argumen Alwi Ahmad
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi