Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Angin Segar bagi Narapidana

Udex MundzirUdex Mundzir15 Desember 2024 Editorial
Prabowo usulkan napi dilatih jadi petani dan Komcad
Prabowo usulkan napi dilatih jadi petani dan Komcad (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Usulan Presiden Prabowo Subianto untuk melatih narapidana produktif menjadi petani dan anggota komponen cadangan (Komcad) memunculkan harapan baru. Langkah ini tidak hanya bertujuan mengurangi kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas), tetapi juga memberi ruang bagi narapidana untuk berkontribusi positif bagi bangsa.

Menurut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, usulan ini mencakup pelibatan napi usia produktif dalam kegiatan swasembada pangan dan pelatihan sebagai Komcad. Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan produktivitas sektor pangan, yang menjadi prioritas strategis Presiden Prabowo.

Namun, di balik ambisi besar ini, ada tantangan signifikan. Dari aspek sosial, stigma terhadap narapidana masih menjadi hambatan utama dalam proses reintegrasi ke masyarakat. Meskipun pelatihan berbasis produktivitas menawarkan manfaat rehabilitasi, apakah masyarakat siap menerima para napi sebagai bagian aktif dalam ekosistem pertanian atau pertahanan?

Secara hukum, langkah ini menjadi bagian dari kebijakan pemberian amnesti terhadap puluhan ribu napi. Kategori penerima amnesti mencakup pelanggar Undang-Undang ITE, penderita gangguan jiwa, dan aktivis Papua non-kombatan. Namun, proses seleksi yang adil dan transparan tetap menjadi prasyarat penting untuk memastikan kepercayaan publik terhadap kebijakan ini.

Baca Juga:
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin
  • Negara Diam, Judi Online Merajalela
  • Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia
  • Kebakaran di Kementerian ATR/BPN: Asap Padam, Kecurigaan Membara

Dari perspektif ekonomi, keterlibatan napi dalam sektor pertanian dapat memberikan keuntungan ganda. Selain membantu mengatasi masalah pangan nasional, program ini membuka peluang bagi para napi untuk memiliki keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini juga dapat mendorong pengurangan angka residivisme, mengingat salah satu penyebab utama pengulangan tindak pidana adalah keterbatasan akses terhadap pekerjaan layak pasca-penahanan.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pelatihan. Ketua Lembaga Kajian Pertahanan Nasional, Yusril Ihza Mahendra, menekankan perlunya desain program yang matang. Pelatihan harus dirancang untuk mencakup tidak hanya keterampilan teknis tetapi juga pembinaan mental dan sosial, sehingga napi mampu beradaptasi dengan baik setelah bebas.

Dari sisi pertahanan, usulan melibatkan napi sebagai bagian dari Komcad dapat menimbulkan perdebatan. Meskipun ide ini sejalan dengan strategi memperluas basis pertahanan sipil, ada pertanyaan tentang keamanan dan kredibilitas mantan napi dalam menjalankan tugas pertahanan. Mekanisme pengawasan yang ketat menjadi syarat mutlak agar inisiatif ini tidak menimbulkan risiko baru bagi stabilitas keamanan.

Artikel Terkait:
  • Taksi Terbang IKN: Mimpi yang Terbang Terlalu Tinggi
  • Omong Kosong Industri Kreatif
  • Suara Moral yang Tersisa
  • Vonis Sepotong, Keadilan Cacat

Keberhasilan program ini juga bergantung pada literasi masyarakat terkait rehabilitasi napi. Tanpa dukungan masyarakat yang memahami pentingnya memberi kesempatan kedua, stigma negatif akan terus membayangi para napi meskipun mereka telah menjalani pelatihan dan pembinaan.

Dalam skala besar, usulan ini mencerminkan langkah progresif untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang selama ini terabaikan. Narapidana yang dilatih dengan keterampilan produktif tidak hanya memiliki kesempatan kedua tetapi juga menjadi agen perubahan di komunitas mereka.

Sebagai bangsa, sudah saatnya kita berpikir melampaui batasan tradisional. Mengintegrasikan napi ke dalam program produktivitas nasional tidak hanya memberi mereka tujuan baru, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?
  • Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada
  • Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?
  • Ketika Moral Publik Mati
Amnesti Napi Komponen Cadangan Prabowo Subianto Program Rehabilitasi Swasembada Pangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleUMP 2025: Melampaui Angka, Memahami Kebutuhan
Next Article Upah Minimum Sektoral 2025 Jakarta Resmi Ditetapkan

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp

Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

Islami Assyifa

Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Daily Tips Udex Mundzir

Sikap dan Model Kepemimpinan dalam NU: Antara Kepentingan dan Prinsip

Refleksi Adit Musthofa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi