Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gen Z Mulai Bosan dengan Aplikasi Kencan

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 24 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Ketika universitas kehilangan integritas, gelar akademik berubah menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan.
AssyifaAssyifa8 Maret 2025 Perspektif
Universitas Indonesia dan gelar doktor pejabat
UI dan Legitimasi Akademik: Ketika Gelar Doktor Jadi Alat Kekuasaan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Universitas Indonesia (UI) kembali tercoreng setelah kasus disertasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terungkap. Keputusan UI yang meminta perbaikan disertasi ini seolah menunjukkan ada standar akademik yang dijaga.

Namun, justru di situlah masalahnya. Bagaimana mungkin sebuah disertasi yang dinyatakan tidak layak bisa sampai ke tahap sidang terbuka? Jika publik tidak menyorot kasus ini, apakah Bahlil akan tetap mendapatkan gelar doktornya tanpa hambatan?

Ini bukan sekadar masalah satu orang. Kasus Bahlil membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan: UI semakin terlihat sebagai mesin pencetak gelar doktor bagi pejabat.

Pejabat-pejabat yang sibuk mengurus negara tiba-tiba bisa menyelesaikan program doktoral di UI. Publik pantas bertanya, kapan mereka benar-benar melakukan penelitian? Atau, jangan-jangan, selama ini ada jalan pintas yang memang disediakan khusus bagi mereka?

Baca Juga:
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital
  • Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum

Bahlil ini hanya satu contoh yang ketahuan. Tapi berapa banyak pejabat lain yang sudah lebih dulu mendapatkan gelar dengan proses serupa?

Fenomena ini merusak integritas akademik UI sebagai institusi yang menyandang nama Indonesia. UI seharusnya menjadi benteng keilmuan, bukan tempat di mana gelar akademik bisa diperoleh dengan mudah hanya karena seseorang punya kekuasaan.

Lebih dari itu, kasus ini mempermalukan dunia pendidikan Indonesia di mata dunia. UI selama ini disebut sebagai kampus terbaik negeri ini. Jika di kampus terbaik saja pejabat bisa dengan mudah melangkah menuju gelar doktor, bagaimana dengan universitas lain?

Artikel Terkait:
  • Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan
  • Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini
  • Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Ini saatnya UI membuktikan bahwa mereka masih memiliki marwah akademik. Jika memang ingin tetap menjadi universitas berkelas dunia, UI harus menutup pintu bagi mereka yang hanya mencari gelar demi gengsi politik.

Jika tidak, UI hanya akan menjadi pabrik gelar bagi mereka yang punya kuasa. Dan lambat laun, dunia akademik Indonesia akan kehilangan artinya sendiri.

Jangan Lewatkan:
  • Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar
  • Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing
  • Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah
  • Banyak Tapi Kurang
Disertai Bahlil Gelar Akademik integritas akademik Pendidikan Tinggi UI dan Penjabat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahlil Memang Tidak Punya Urat Malu
Next Article Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Informasi lainnya

Dosen MM UIA Bedah Kurikulum, Kompetensi Jadi Fokus

22 Agustus 2026

OBE Mengubah Ukuran Keberhasilan Perkuliahan

22 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Refleksi Lisda Lisdiawati

Jaga Kolesterol saat Lebaran dengan Cara Sehat Ini

Daily Tips Ericka

PLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025

Techno Silva

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah

Warisan Masalah Era Jokowi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi