Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Main Character Energy, Saat Hidup Terasa Seperti Film

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Desak Harvard Batasi Mahasiswa Asing Jadi 15%

Presiden AS Donald Trump ingin Harvard kurangi porsi mahasiswa internasional dengan alasan keamanan nasional.
ErickaEricka29 Mei 2025 Global
Universitas Harvard
Universitas Harvard (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah meminta Universitas Harvard membatasi jumlah mahasiswa asing hanya 15 persen dari total penerimaan setiap tahun. Pernyataan ini disampaikannya di Gedung Putih pada Rabu (28/5/2025), sebagai bagian dari kebijakan imigrasi dan pendidikan tinggi yang lebih ketat.

Trump menuduh sebagian mahasiswa internasional sebagai “radikal” dan “pembuat onar” yang menurutnya tidak mencintai Amerika Serikat. Ia juga menuntut agar Harvard menyerahkan data lengkap terkait asal negara mahasiswa asing mereka.

“Saya pikir mereka harus memiliki batasan mungkin sekitar 15 persen. Ada banyak orang Amerika yang ingin kuliah di Harvard tetapi tidak dapat diterima karena tempatnya diisi oleh mahasiswa asing,” ujar Trump kepada wartawan.

Menurut data resmi dari Universitas Harvard, pada tahun ajaran 2024–2025 terdapat 6.793 mahasiswa internasional, yang setara dengan 27,2 persen dari total mahasiswa baru. Mahasiswa asal Tiongkok mendominasi dengan sekitar 2.100 orang, disusul India sebanyak 790, Korea Selatan 430, Jepang 260, dan Singapura 150.

Baca Juga:
  • Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli
  • Prabowo Dorong Pencak Silat Jadi Cabang Olahraga Resmi di Mesir
  • Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia
  • Jamdun Waspada Topan Setelah Dihantam Cuaca Panas Ekstrem

Pemerintah AS juga memperketat proses pemberian visa pelajar, dengan alasan keamanan nasional. Bahkan, mulai Selasa (27/5/2025), seluruh wawancara visa pelajar asing di kantor kedutaan AS dihentikan sementara.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya reformasi kampus yang lebih luas oleh pemerintah Trump, terutama terhadap kampus-kampus elite seperti Harvard yang dituding memiliki kecenderungan liberal dan kurang pro-Israel.

Trump menambahkan bahwa mahasiswa asing harus menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai AS jika ingin tetap belajar di negeri tersebut.

Artikel Terkait:
  • Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam
  • Empat MoU Ekonomi Indonesia-China Diresmikan
  • Kemlu Dampingi 87 Mahasiswa RI Terdampak Larangan Harvard
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil

“Saya ingin memastikan bahwa mahasiswa asing adalah orang-orang yang dapat mencintai negara kita,” tegasnya.

Langkah ini menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk komunitas akademik dan organisasi HAM, yang menilai kebijakan tersebut diskriminatif dan berpotensi mengganggu reputasi universitas-universitas AS sebagai tujuan utama pendidikan global.

Sementara itu, Harvard belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi permintaan Trump.

Jangan Lewatkan:
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Perjuangan Petani Mengatasi Tantangan di Era Modern
  • Gempa M 7,7 Guncang Myanmar, Enam Wilayah Darurat
  • Prabowo-Macron Sepakat Deklarasi 100 Tahun Indonesia-Prancis
Donald Trump Kebijakan Pendidikan AS Mahasiswa Internasional Pembatasan Visa AS Universitas Harvard
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLibur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual
Next Article Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

3 Cara Efektif Lunasi Utang dengan Cepat

Daily Tips Silva

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Pajak dan Beban Kehidupan

Editorial Udex Mundzir

Logika Nol yang Menyesatkan

Editorial Udex Mundzir

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi