Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 9 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS

Pemerintah Indonesia merespons kebijakan AS dengan rencana pengalihan studi mahasiswa terdampak ke perguruan tinggi dalam negeri atau negara alternatif.
ErickaEricka29 Mei 2025 Pendidikan
antisipasi pemerintah terhadap penangguhan visa pelajar AS
Ilustrasi antisipasi pemerintah terhadap penangguhan visa pelajar AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah antisipatif terkait kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menghentikan sementara proses pengajuan visa pelajar internasional, termasuk penangguhan seluruh wawancara visa pelajar di kedutaan besar AS di seluruh dunia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan bahwa pihaknya bersama pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tengah menyusun skenario pengalihan studi bagi mahasiswa Indonesia yang terdampak kebijakan tersebut.

“Intinya langkah antisipasi, lebih tepatnya begitu. Kita mengantisipasi jika memang betul itu terjadi,” ujar Brian saat ditemui di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Kamis (29/5/2025).

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan tidak ada mahasiswa yang telantar akibat dinamika kebijakan luar negeri mitra pendidikan. Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah mengarahkan studi ke negara alternatif atau menampung mereka di perguruan tinggi dalam negeri.

Kesiapan ini juga ditegaskan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Tatacipta Dirgantara yang memastikan institusinya siap menampung mahasiswa pindahan dari AS. Ia menyebut bahwa kasus serupa pernah terjadi pada 2001, saat sejumlah mahasiswa Indonesia program S3 dipulangkan dan melanjutkan studi mereka di ITB.

Baca Juga:
  • Raih Jota SSTV Award, Jota Joti UPT SMAN 8 Bone Sukses Digelar
  • Pesantren Pramuka Khalifa Lantik Akmal Abror Jadi Penggalang Ramu
  • Unisba Bahas Inovasi Obat Modern Berbasis Produk Alami
  • Inovasi Santri Tasikmalaya Siap Bersaing di Final Kreasi Nasional

“Ini bukan hal baru. Tahun 2001, mahasiswa Indonesia yang sedang S3 di Amerika pulang dan tidak bisa kembali. Mereka menyelesaikan studinya di ITB. Jadi ini pernah terjadi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda. Ia menegaskan bahwa kampus swasta juga siap menampung mahasiswa terdampak, terlebih banyak di antara mereka adalah penerima beasiswa negara.

“Untuk kampus swasta sama saja. Banyak juga mahasiswa kami yang disponsori oleh lembaga negara seperti LPDP, sehingga tetap mengikuti arahan pemerintah,” katanya.

Kebijakan AS yang diumumkan Presiden Donald Trump mencakup penghentian wawancara visa pelajar dan pemeriksaan akun media sosial pemohon visa. Langkah ini dilaporkan terkait dengan pemantauan terhadap aktivitas yang dianggap mendukung “terorisme” atau protes pro-Palestina di kampus-kampus.

Artikel Terkait:
  • Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026
  • Prabowo Resmikan Kampus Unhan, Ditemani SBY dan Menhan Sjafrie
  • SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan
  • Pramuka Tak Lekang Usia 93 Peserta KMD Lulus Memuaskan

Dalam dokumen internal dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebutkan bahwa penghentian berlaku sampai panduan lanjutan diterbitkan. Hal ini mengaburkan kepastian nasib mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

Wakil Mendiktisaintek Stella Christie mengimbau agar seluruh mahasiswa Indonesia di AS dengan visa F, M, dan J tidak meninggalkan wilayah AS hingga ada kejelasan kebijakan lebih lanjut.

“Kami akan ambil langkah strategis untuk menjamin kelanjutan studi mahasiswa, termasuk menjajaki peluang di perguruan tinggi unggulan negara lain maupun dalam negeri,” ujar Stella.

Jangan Lewatkan:
  • Sidang Senat Terbuka Antarkan 116 Wisudawan Terbaik Politri
  • Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
  • PPDB 2025 Alami Perubahan, Zonasi Tetap Jadi Perdebatan
  • Pesantren Pramuka Khalifa, Wadah Menempa Karakter Lewat Hikmah

Ia menekankan bahwa hak pendidikan mahasiswa Indonesia, khususnya penerima beasiswa dengan LoA dari Kemendiktisaintek, tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Antisipasi Pemerintah Brian Yuliarto LPDP Penangguhan Visa Mahasiswa Visa Pelajar AS
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Desak Harvard Batasi Mahasiswa Asing Jadi 15%
Next Article Kemenag Perkuat Bimbingan Ibadah Jelang Wukuf Arafah

Informasi lainnya

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

8 Juli 2026

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

24 Juni 2026

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

22 Mei 2026

BSI Scholarship Dibuka, Ribuan Pelajar Dibidik

19 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

7 Mei 2026

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

30 April 2026
Paling Sering Dibaca

Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban

Islami Alfi Salamah

Mewaspadai Komunisme

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Politik Sengketa, Demokrasi yang Tercederai

Editorial Udex Mundzir

Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

Travel Alfi Salamah

Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Profil Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi