Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 19 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS

Pemerintah Indonesia merespons kebijakan AS dengan rencana pengalihan studi mahasiswa terdampak ke perguruan tinggi dalam negeri atau negara alternatif.
ErickaEricka29 Mei 2025 Pendidikan
antisipasi pemerintah terhadap penangguhan visa pelajar AS
Ilustrasi antisipasi pemerintah terhadap penangguhan visa pelajar AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah antisipatif terkait kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menghentikan sementara proses pengajuan visa pelajar internasional, termasuk penangguhan seluruh wawancara visa pelajar di kedutaan besar AS di seluruh dunia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan bahwa pihaknya bersama pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tengah menyusun skenario pengalihan studi bagi mahasiswa Indonesia yang terdampak kebijakan tersebut.

“Intinya langkah antisipasi, lebih tepatnya begitu. Kita mengantisipasi jika memang betul itu terjadi,” ujar Brian saat ditemui di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Kamis (29/5/2025).

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan tidak ada mahasiswa yang telantar akibat dinamika kebijakan luar negeri mitra pendidikan. Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah mengarahkan studi ke negara alternatif atau menampung mereka di perguruan tinggi dalam negeri.

Kesiapan ini juga ditegaskan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Tatacipta Dirgantara yang memastikan institusinya siap menampung mahasiswa pindahan dari AS. Ia menyebut bahwa kasus serupa pernah terjadi pada 2001, saat sejumlah mahasiswa Indonesia program S3 dipulangkan dan melanjutkan studi mereka di ITB.

Baca Juga:
  • Greenpeace Ungkap Pejabat Terlibat di Balik PT Gag Nikel Raja Ampat
  • Antropologi Kampus Bekal Berharga Meniti Perjalanan Pendidikan Tinggi
  • Peran Pendidikan dalam Menghindari Perilaku Kampungan
  • Guru Madrasah Tasikmalaya Tuntut Keadilan dalam Pengangkatan PPPK

“Ini bukan hal baru. Tahun 2001, mahasiswa Indonesia yang sedang S3 di Amerika pulang dan tidak bisa kembali. Mereka menyelesaikan studinya di ITB. Jadi ini pernah terjadi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda. Ia menegaskan bahwa kampus swasta juga siap menampung mahasiswa terdampak, terlebih banyak di antara mereka adalah penerima beasiswa negara.

“Untuk kampus swasta sama saja. Banyak juga mahasiswa kami yang disponsori oleh lembaga negara seperti LPDP, sehingga tetap mengikuti arahan pemerintah,” katanya.

Kebijakan AS yang diumumkan Presiden Donald Trump mencakup penghentian wawancara visa pelajar dan pemeriksaan akun media sosial pemohon visa. Langkah ini dilaporkan terkait dengan pemantauan terhadap aktivitas yang dianggap mendukung “terorisme” atau protes pro-Palestina di kampus-kampus.

Artikel Terkait:
  • Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
  • Insentif Guru RA dan Madrasah Non-ASN Cair Juni 2025
  • Siswa SMPN 1 Cisayong Dilantik Naik Tingkat Pramuka Penggalang
  • Gen Z Perlu Hati yang Bersih untuk Hadapi Tantangan Zaman

Dalam dokumen internal dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebutkan bahwa penghentian berlaku sampai panduan lanjutan diterbitkan. Hal ini mengaburkan kepastian nasib mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

Wakil Mendiktisaintek Stella Christie mengimbau agar seluruh mahasiswa Indonesia di AS dengan visa F, M, dan J tidak meninggalkan wilayah AS hingga ada kejelasan kebijakan lebih lanjut.

“Kami akan ambil langkah strategis untuk menjamin kelanjutan studi mahasiswa, termasuk menjajaki peluang di perguruan tinggi unggulan negara lain maupun dalam negeri,” ujar Stella.

Jangan Lewatkan:
  • Kenapa Ibu yang Paling Sering Belajar Parenting?
  • Kemenag Umumkan 70.652 Peserta PPG Daljab Angkatan I
  • Mahasiswa Unisba Kenalkan Produk Zero Waste Olahan Kopi Mekarmanik
  • Kemah Ramadhan Kwaran Bataguh 2025 Siap Digelar

Ia menekankan bahwa hak pendidikan mahasiswa Indonesia, khususnya penerima beasiswa dengan LoA dari Kemendiktisaintek, tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Antisipasi Pemerintah Brian Yuliarto LPDP Penangguhan Visa Mahasiswa Visa Pelajar AS
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Desak Harvard Batasi Mahasiswa Asing Jadi 15%
Next Article Kemenag Perkuat Bimbingan Ibadah Jelang Wukuf Arafah

Informasi lainnya

Temaram di Khalifa

14 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

6 Agustus 2026

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

6 Agustus 2026

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

27 Juli 2026

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

25 Juli 2026

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

23 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Memilih Menteri

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina

Refleksi Ericka

Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Daily Tips Udex Mundzir

Doa Awal Ramadhan: Sambut Bulan Suci dengan Penuh Berkah

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi