Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 17 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Desak Harvard Batasi Mahasiswa Asing Jadi 15%

Presiden AS Donald Trump ingin Harvard kurangi porsi mahasiswa internasional dengan alasan keamanan nasional.
ErickaEricka29 Mei 2025 Global
Universitas Harvard
Universitas Harvard (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah meminta Universitas Harvard membatasi jumlah mahasiswa asing hanya 15 persen dari total penerimaan setiap tahun. Pernyataan ini disampaikannya di Gedung Putih pada Rabu (28/5/2025), sebagai bagian dari kebijakan imigrasi dan pendidikan tinggi yang lebih ketat.

Trump menuduh sebagian mahasiswa internasional sebagai “radikal” dan “pembuat onar” yang menurutnya tidak mencintai Amerika Serikat. Ia juga menuntut agar Harvard menyerahkan data lengkap terkait asal negara mahasiswa asing mereka.

“Saya pikir mereka harus memiliki batasan mungkin sekitar 15 persen. Ada banyak orang Amerika yang ingin kuliah di Harvard tetapi tidak dapat diterima karena tempatnya diisi oleh mahasiswa asing,” ujar Trump kepada wartawan.

Menurut data resmi dari Universitas Harvard, pada tahun ajaran 2024–2025 terdapat 6.793 mahasiswa internasional, yang setara dengan 27,2 persen dari total mahasiswa baru. Mahasiswa asal Tiongkok mendominasi dengan sekitar 2.100 orang, disusul India sebanyak 790, Korea Selatan 430, Jepang 260, dan Singapura 150.

Baca Juga:
  • Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil
  • Raja Salman Mengundang Presiden Suriah ke KTT Arab
  • Iran Eksekusi 2 Pria Penista Agama Islam
  • PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan Terparah

Pemerintah AS juga memperketat proses pemberian visa pelajar, dengan alasan keamanan nasional. Bahkan, mulai Selasa (27/5/2025), seluruh wawancara visa pelajar asing di kantor kedutaan AS dihentikan sementara.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya reformasi kampus yang lebih luas oleh pemerintah Trump, terutama terhadap kampus-kampus elite seperti Harvard yang dituding memiliki kecenderungan liberal dan kurang pro-Israel.

Trump menambahkan bahwa mahasiswa asing harus menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai AS jika ingin tetap belajar di negeri tersebut.

Artikel Terkait:
  • Krisis Populasi Jepang: Sekolah Tutup Permanen
  • Mayor Teddy Klarifikasi Isu Walk Out Erdogan di KTT D-8
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
  • AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah

“Saya ingin memastikan bahwa mahasiswa asing adalah orang-orang yang dapat mencintai negara kita,” tegasnya.

Langkah ini menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk komunitas akademik dan organisasi HAM, yang menilai kebijakan tersebut diskriminatif dan berpotensi mengganggu reputasi universitas-universitas AS sebagai tujuan utama pendidikan global.

Sementara itu, Harvard belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi permintaan Trump.

Jangan Lewatkan:
  • Erdogan Tinggalkan Ruangan saat Pidato Prabowo di KTT D-8
  • Volkswagen Setuju Pangkas 35.000 Karyawan di Jerman
  • Direktur Jenderal Kominfo Ingatkan Bahaya Deepfake AI dalam Pemilu 2024
  • Isi ‘Surat Cinta’ Kim Jong Un untuk Putin
Donald Trump Kebijakan Pendidikan AS Mahasiswa Internasional Pembatasan Visa AS Universitas Harvard
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLibur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual
Next Article Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat

Islami Ericka

Syarat dan Cara Membuat SKCK Menurut Polri untuk WNA dan WNI

Happy Alfi Salamah

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Travel Alfi Salamah

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

Editorial Udex Mundzir

Pelanggan adalah Kunci Sukses Bisnis Anda

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi