Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia

Zona seismik Kamchatka dinilai mirip dengan jalur gempa megathrust di Indonesia, potensi ancaman besar harus diantisipasi secara ilmiah.
ErickaEricka31 Juli 2025 Saintek
Prof Dr Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB),
Prof Dr Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025), menjadi sinyal peringatan keras bagi Indonesia dan negara-negara lain yang berada di sepanjang Cincin Api Pasifik. Hal ini ditegaskan oleh Prof Dr Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB.

Irwan menilai bahwa gempa tersebut terjadi di wilayah seismic gap, yakni zona yang memiliki catatan gempa besar di masa lalu, namun telah lama tidak aktif secara seismik. Menurutnya, kondisi ini menjadikan wilayah seperti Kamchatka sebagai bom waktu geologi yang sewaktu-waktu dapat melepaskan energi besar.

“Gempa ini terjadi di zona seismic gap, artinya ini adalah bom waktu yang akhirnya meledak,” kata Irwan dalam pernyataan di Bandung, Kamis (31/7/2025).

Ia menyatakan bahwa zona Kamchatka memiliki kesamaan karakteristik dengan kawasan barat Sumatera dan selatan Jawa di Indonesia, yang juga termasuk dalam jalur megathrust aktif dan belum mengalami gempa besar dalam lebih dari lima dekade.

Baca Juga:
  • Digital Paper 2023 Lonjakan Inovasi Keluaran Terbaru
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan bahwa tsunami yang dipicu oleh gempa Kamchatka telah terdeteksi hingga ke pantai utara Jepang dengan ketinggian gelombang mencapai 60 cm. Fenomena ini menunjukkan besarnya energi yang dipancarkan dan seberapa jauh gelombang dapat menjalar, termasuk potensi menjangkau Indonesia Timur dalam waktu kurang dari 10 jam pasca-gempa.

Meski kawasan Kamchatka memiliki kepadatan penduduk yang rendah, Jepang kembali menunjukkan efektivitas sistem mitigasi bencana, terutama dalam hal peringatan dini tsunami berbasis sensor tekanan dan pengukuran pasang surut laut.

“Jepang tidak hanya mengandalkan perhitungan model, tetapi juga sistem observasi langsung yang sangat presisi,” jelas Irwan.

Artikel Terkait:
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

Ia menekankan bahwa Indonesia harus mempercepat penguatan sistem mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak bisa dibangun hanya setelah bencana terjadi, tetapi harus disiapkan secara konsisten, seperti yang dilakukan Jepang.

“Jangan menunggu bencana besar untuk bergerak. Kita harus mencontoh Jepang dalam hal ketekunan, konsistensi, dan investasi jangka panjang dalam sistem mitigasi,” tegasnya.

Gempa Kamchatka, tambah Irwan, merupakan refleksi yang harus menyadarkan Indonesia bahwa potensi gempa megathrust di wilayah sendiri tidak bisa diabaikan. Pemerintah dan lembaga riset diminta untuk meningkatkan koordinasi dalam pembaruan sistem peringatan dini serta edukasi masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
Cincin Api Pasifik Gempa Kamchatka Megathrust Indonesia. Pakar ITB Peringatan Dini Tsunami
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Banding Vonis 3,5 Tahun Hasto, Nilai Tak Sesuai Tuntutan
Next Article PPATK Buka Lagi Rekening ‘Nganggur’ Usai Dikecam Publik dan DPR

Informasi lainnya

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

14 Juni 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

UMP 2025: Melampaui Angka, Memahami Kebutuhan

Editorial Udex Mundzir

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir

Aurat dalam Islam dan Sikap terhadap Orang yang Tidak Menutup Aurat

Islami Udex Mundzir

TikTok & Konten Viral

Opini Alfi Salamah

Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi