Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

Lonjakan penyakit di tenda pengungsian ungkap rapuhnya layanan kesehatan darurat di wilayah terdampak
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 Desember 2025 Kesehatan
Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir
Sejumlah warga korban banjir berada di tenda pengungsian di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Aceh Utara – Seperti asap yang naik perlahan dari bara yang belum padam, masalah kesehatan mulai menghantui para penyintas banjir di Aceh.

Di tengah tenda-tenda darurat yang berdiri di atas tanah basah, demam, flu, penyakit kulit, hingga ISPA menyelinap menjadi ancaman baru yang tak kalah menekan dibanding derasnya air yang merusak rumah mereka beberapa hari lalu.

Situasi ini muncul setelah rangkaian bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu memukul sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah provinsi menyebut dampak kesehatan kini semakin terlihat di berbagai titik pengungsian, terutama di kawasan terdampak banjir dan longsor.

Minimnya fasilitas kesehatan serta tenaga medis membuat penanganan darurat di lapangan berjalan tersendat, sementara jumlah pengungsi terus bertambah dari hari ke hari.

“Kami sudah mengaktifkan HEOC sebagai pusat operasi darurat kesehatan, dan laporan awal telah masuk melalui Rapid Health Assessment. Namun kondisi di lapangan membutuhkan tambahan tenaga medis,” ujar Juru Bicara Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, pada Minggu (7/12).

Baca Juga:
  • Daun Kelor, Superfood Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan
  • Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran
  • Tahukah Kamu Asupan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur?

Ia menegaskan bahwa dukungan tenaga kesehatan cadangan dari pemerintah pusat menjadi kebutuhan mendesak mengingat beban kerja petugas lokal yang kian berat.

Murthalamuddin menjelaskan bahwa permintaan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menurunkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) bukan sekadar langkah antisipatif, melainkan upaya menyelamatkan ribuan pengungsi yang rentan terhadap penyakit menular.

TCK sendiri merupakan sumber daya kesehatan yang dimobilisasi khusus ketika daerah terdampak bencana tak mampu lagi mengandalkan fasilitas reguler.

Di lapangan, petugas medis yang ada bekerja dalam tekanan tinggi. Kondisi tenda yang lembap, kurangnya air bersih, hingga terbatasnya pasokan obat-obatan memperburuk risiko penyebaran penyakit. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling cepat menunjukkan gejala sakit, terutama infeksi pernapasan.

“Kami berharap tenaga tambahan dari pusat dapat memperkuat layanan evakuasi medis serta meningkatkan pelayanan kesehatan di pos-pos pengungsian,” tambah Murthala, menyoroti meningkatnya kasus penyakit berisiko sejak masa tanggap darurat dimulai.

Artikel Terkait:
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
  • Inilah Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesehatan Mata
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • Sarapan Sehat, Hidup Lebih Kuat

Beberapa laporan dari desa-desa terdampak menyebut antrean panjang terjadi di pos kesehatan darurat, sementara sebagian pengungsi terpaksa menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pemeriksaan sederhana. Kondisi ini dikhawatirkan memicu gelombang penyakit yang lebih luas bila tidak segera tertangani.

Dengan sistem kesehatan daerah yang berada pada titik kritis, permintaan dukungan tambahan menjadi sinyal bahwa pemulihan Aceh tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Pemerintah daerah berharap kehadiran TCK dapat menjadi langkah awal meredam krisis kesehatan yang mulai meruncing.

Pada akhirnya, ancaman penyakit pascabencana ini menjadi pengingat bahwa badai tidak selalu datang dari langit. Terkadang, ia hadir dari dalam tenda pengungsian diam-diam, tetapi mematikan.

Jangan Lewatkan:
  • Babi di Pulau Bulan, Batam Terdampak Wabah Demam Babi Afrika
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
  • Komisi IX DPR Desak BPOM dan Aparat Tindak Vape Zombie
  • WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

Bencana Aceh ISPA Pengungsian Krisis Kesehatan Pascabanjir Penanganan Darurat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePMI Lepas Kapal Bantuan, 60 Tangki Air Siap Pulihkan Tiga Provinsi
Next Article Rob Masih Rendam Jalan RE Martadinata, Warga Diminta Waspada

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Saat Bahasa Membentuk Hirarki: Ucapan ‘Mohon Izin’ dan ‘Siap’

Daily Tips Alfi Salamah

Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Efek Minum Sambil Berdiri bagi Kesehatan

Daily Tips Ericka

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Refleksi Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi