Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kosakata Hari yang Jarang Diketahui Masyarakat

Bahasa yang kaya membuat cara berpikir menjadi lebih luas.
Udex MundzirUdex Mundzir4 Juni 2026 Daily Tips
Kosakata sehari-hari
Ilustrasi laki-laki sedang mengajarkan kosakata
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jejak waktu sering hadir dalam percakapan sehari-hari. Kita mengenal kata kemarin, hari ini, besok, dan lusa. Namun, bahasa Indonesia ternyata memiliki kosakata yang lebih beragam untuk menyebut rentang hari sebelum maupun sesudah hari ini. Sayangnya, sebagian besar istilah tersebut kini jarang digunakan sehingga tidak banyak dikenal oleh generasi muda.

Fenomena ini menarik perhatian para pencinta bahasa. Di tengah derasnya penggunaan istilah modern dan bahasa asing, sejumlah kosakata lama Indonesia perlahan terlupakan. Padahal, kata-kata tersebut menunjukkan kekayaan bahasa yang mampu menjelaskan waktu secara lebih rinci tanpa harus menyebut jumlah hari secara berulang.

Salah satu kosakata yang cukup dikenal adalah kemarin, yang berarti satu hari sebelum hari ini. Dua hari sebelum hari ini disebut selumbari, sedangkan tiga hari sebelumnya dikenal dengan istilah kilamulai. Di sisi lain, bahasa Indonesia juga memiliki istilah khusus untuk hari-hari yang akan datang.

Untuk waktu setelah hari ini, satu hari berikutnya disebut besok. Dua hari berikutnya disebut lusa. Tiga hari setelah hari ini dikenal sebagai tulat atau langkat. Empat hari setelah hari ini disebut tubin atau tunggi, sedangkan lima hari setelah hari ini disebut jakelong.

Baca Juga:
  • Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat
  • 5 Cara Atasi Overthinking
  • Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit
  • Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Selain itu, terdapat istilah yang menggambarkan rentang waktu yang lebih umum. Senantu digunakan untuk menyebut beberapa hari yang lalu. Sementara itu, embutin digunakan untuk menyebut beberapa hari yang akan datang. Kehadiran kata-kata ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki cara yang unik dalam menggambarkan perjalanan waktu.

“Jika hari ini Selasa, maka tulat adalah Jumat.”

Contoh tersebut membantu memahami penggunaan kosakata secara praktis. Bila hari ini Selasa, maka besok adalah Rabu, lusa adalah Kamis, dan tulat atau langkat jatuh pada Jumat. Setelah itu, tubin atau tunggi menjadi Sabtu, sedangkan jakelong menjadi Minggu.

Penggunaan istilah-istilah tersebut sebenarnya dapat membuat komunikasi menjadi lebih singkat dan menarik. Alih-alih mengatakan “tiga hari lagi”, seseorang dapat menggunakan kata tulat. Begitu pula saat menyebut “empat hari lagi”, istilah tubin atau tunggi bisa menjadi alternatif yang lebih ringkas.

Artikel Terkait:
  • Peraturan Wajib Diketahui Sebelum Kunjungi IKN
  • Efek Minum Sambil Berdiri bagi Kesehatan
  • 7 Rekomendasi Masakan Sehat untuk Bekal Anak Sekolah
  • Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

Di era digital, mengenalkan kembali kosakata seperti ini memiliki nilai penting. Selain menambah wawasan kebahasaan, penggunaan kata-kata tersebut juga membantu menjaga warisan bahasa Indonesia agar tidak hilang ditelan waktu. Semakin sering digunakan, semakin besar peluang istilah-istilah tersebut tetap hidup dalam percakapan masyarakat.

Bahasa bukan hanya alat komunikasi. Bahasa juga menjadi cermin budaya dan sejarah. Mengenal kata seperti kilamulai, selumbari, tulat, hingga jakelong dapat memperkaya perbendaharaan kata sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia.

Pada akhirnya, mempelajari kosakata lama tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka pemahaman bahwa bahasa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Dari masa lalu hingga masa depan, setiap rentang waktu ternyata memiliki namanya sendiri.

Jangan Lewatkan:
  • Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia
  • Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses
  • Panduan Berkunjung ke Klinik IMC
  • 3 Cara Efektif Lunasi Utang dengan Cepat
BahasaIndonesia EdukasiBahasa KosakataUnik Literasi Nusantara
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?
Next Article Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Informasi lainnya

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

9 Juli 2026

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

7 Juli 2026

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

18 April 2026

Meal Prep, Solusi Orang Sibuk

14 Februari 2026

5 Cara Atasi Overthinking

13 Februari 2026

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

20 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim

Travel Alfi Salamah

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Kesehatan Tubuh: Kunci Kesuksesan Jamaah Haji Lansia dan Risti

Islami Alfi Salamah

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi