Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil di Bulan Ramadan

Setiap butir kurma yang dibagi, setiap teguk air yang diberi, mengalirkan pahala tanpa henti.
ErickaEricka14 Maret 2025 Islami
Asal-usul tradisi memberi takjil di bulan Ramadan
Ilustrasi tradisi memberi takjil di bulan Ramadan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tradisi berbagi takjil saat bulan Ramadan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam, terutama di Indonesia. Menjelang azan Magrib, banyak orang turun ke jalan, masjid, atau tempat umum untuk membagikan makanan ringan bagi mereka yang berpuasa.

Pemandangan ini tidak hanya mencerminkan semangat berbagi, tetapi juga menunjukkan betapa kuatnya nilai kebersamaan dalam masyarakat Muslim.

Kebiasaan ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah ﷺ sendiri mencontohkan bagaimana beliau berbuka dengan kurma dan air sebelum menyantap makanan utama.

Dari kebiasaan inilah, umat Islam mulai mengembangkan tradisi berbagi makanan berbuka kepada sesama, yang kemudian dikenal dengan istilah takjil.

Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil

Berbuka puasa dengan makanan ringan sebelum makan utama merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Dalam sebuah hadis, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمَرَاتٌ، حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum salat. Jika tidak ada kurma basah, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering, beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud No. 2356)

Hadis ini menjadi dasar kebiasaan berbuka dengan makanan ringan sebelum melanjutkan makan utama. Dari sinilah, muncul budaya berbagi takjil yang kini berkembang di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia.

Di tanah air, tradisi ini semakin kuat berkat budaya gotong royong yang sudah mengakar dalam masyarakat. Tidak hanya individu, banyak komunitas, organisasi, bahkan perusahaan yang turut serta menyediakan takjil gratis di masjid, jalan raya, atau panti asuhan.

Hikmah dan Keutamaan Berbagi Takjil

Memberikan makanan berbuka adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”(HR. At-Tirmidzi No. 807, Ibnu Majah No. 1746, dan Ahmad 5:192)

Hadis ini menunjukkan bahwa berbagi makanan berbuka dapat mendatangkan pahala setara dengan pahala orang yang berpuasa.

Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan kasih sayang. Dengan berbagi takjil, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan serta menumbuhkan rasa empati dalam diri kita.

Berbagi makanan berbuka menciptakan kebersamaan di antara sesama Muslim. Baik dalam lingkungan keluarga, tetangga, maupun komunitas, tradisi ini menciptakan suasana Ramadan yang lebih hangat dan harmonis.

Sedekah memiliki banyak keutamaan dalam Islam, termasuk membuka pintu rezeki dan menghapus dosa-dosa kecil. Dengan berbagi takjil, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memperoleh keberkahan dari Allah.

Bentuk-Bentuk Berbagi Takjil

Ada banyak cara untuk mengamalkan tradisi berbagi takjil ini, di antaranya:

  • Membagikan kurma dan air mineral di masjid atau tempat umum.
  • Menyediakan takjil gratis di rumah dan mengundang tetangga berbuka bersama.
  • Membagikan takjil di jalanan bagi pekerja, pengendara, dan mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka.
  • Bersedekah kepada lembaga sosial yang menyediakan takjil untuk kaum dhuafa dan anak yatim.

Tradisi berbagi takjil bukan hanya sekadar budaya, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang penuh keberkahan. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, kita tidak hanya memperoleh pahala besar, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Ramadan adalah bulan berbagi, maka marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikannya ladang pahala yang terus mengalir. Aamiin.

Berbagi Takjil Islam Pahala Sedekah Ramadan Sunnah Rasulullah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDua Triliun Rupiah Tunjangan Guru Madrasah Cair Sebelum Lebaran
Next Article Yang Bukan Termasuk Ghibah dalam Islam

Informasi lainnya

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Istana Gelar Nuzulul Quran, Prabowo Ajak Tokoh Agama Bersatu

11 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026

Senyum di Tengah Derita

12 Februari 2026

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

11 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Marselino Ferdinan, Bintang Muda Gemilang di Timnas Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Travel Alfi Salamah

Mengakhiri Bayang Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi