Tasikmalaya – Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu, (5/4/2026) sore pukul 16:45 WIB.
Peristiwa yang dipicu oleh hujan deras ini mengakibatkan saluran irigasi sawah terputus dan sebuah pinggiran kolam ikan (balong) milik warga ikut ambrol.
Meski tidak memakan korban jiwa maupun menimpa permukiman, material longsoran berupa tanah dan bebatuan jatuh menimpa area persawahan di bawahnya.
Tidak hanya itu, tumpahan air dari saluran irigasi dan balong yang jebol juga meluap dan menerjang hingga ke halaman Pesantren Pramuka Khalifa.

Ade Rusmiati, pemilik balong yang terdampak, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Ia menuturkan bahwa suara longsoran sama sekali tidak terdengar lantaran tertutup oleh suara hujan yang sangat deras pada sore itu.
Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu oleh cucunya.”Seketika saya langsung mengecek dan melihat batu mengguling,” tutur Ade menceritakan detik-detik saat ia melihat pinggiran kolamnya ambrol.
Sementara itu, Asep Wawan, salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian, menduga longsoran ini dipicu oleh struktur tanah di bawah selokan yang sudah tidak kuat menahan debit air yang meningkat drastis akibat hujan lebat.
“Kemarin hujan deras, di bawah selokan mungkin ada lubang. Ketika debit air besar, tanah tidak bisa menahannya. Materialnya juga menimpa sawah warga, dan pinggiran balong akhirnya ikut terbawa longsor,” jelas Asep.
Asep menambahkan, tebing selokan yang longsor tersebut memiliki ketinggian kurang lebih 2,5 meter dengan panjang sekitar 6 meter.
Dampak paling signifikan dari peristiwa ini adalah terputusnya pasokan air untuk irigasi persawahan warga sekitar. Menanggapi situasi ini, warga tidak tinggal diam. Ke depannya, aparatur lingkungan setempat bersama warga akan segera melakukan tindakan perbaikan darurat.
“Ini kan butuh air untuk irigasi sawah, yang kini terputus. Jadi nanti kami akan berembuk bersama RT, RW, dan warga untuk melakukan gotong royong,” tutup Asep.
