Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan

Pemerintah memastikan program bantuan sosial tetap berjalan meskipun anggaran kementerian dan lembaga mengalami pemangkasan besar-besaran.
SilvaSilva30 Januari 2025 Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, efisiensi anggaran tidak berdampak pada bansos
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, efisiensi anggaran tidak berdampak pada bansos (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tidak akan berdampak pada program bantuan sosial (bansos).

“Yang tidak dipotong adalah anggaran-anggaran belanja bantuan sosial. Tidak ada sedikitpun pengurangan di situ,” ujar Sri Mulyani dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025, Kamis (30/01/2025).

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menginstruksikan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga dalam rangka penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan pada pos belanja seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK), kegiatan seremonial, dan belanja non-prioritas lainnya.

“Program dan proyek atau anggarannya harus langsung mengena kepada masyarakat,” ucapnya.

Pemerintah menargetkan penghematan anggaran sebesar Rp306,69 triliun, dengan rincian pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga sebesar Rp256,1 triliun serta penghematan transfer ke daerah sebesar Rp50,59 triliun.

Sri Mulyani juga menetapkan pemangkasan pada 16 pos belanja dengan persentase berbeda, mulai dari 10% hingga 90%. Pemotongan ini tidak mencakup belanja pegawai dan bantuan sosial.

“Menteri atau pimpinan lembaga dapat mengidentifikasi rencana efisiensi sesuai persentase yang telah ditetapkan, mencakup belanja operasional dan non-operasional,” jelasnya.

Beberapa pos belanja yang mengalami pemangkasan signifikan antara lain alat tulis kantor (90%), kegiatan seremonial (56,9%), perjalanan dinas (53,9%), serta infrastruktur (34,3%).

Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganinduto, mendukung langkah efisiensi ini, terutama dalam memastikan bahwa dana yang dihemat benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.

“Efisiensi ini penting agar APBN lebih tepat sasaran. Kami akan mengawasi agar bansos dan program prioritas lainnya tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dito.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal, menilai bahwa kebijakan ini cukup strategis, tetapi perlu mekanisme pengawasan ketat agar efisiensi tidak mengganggu pelayanan publik.

“Penghematan anggaran itu baik, tetapi harus ada jaminan bahwa layanan publik, termasuk bansos, tidak terganggu. Pemerintah perlu memastikan efektivitas kebijakan ini,” kata Fithra.

Pemerintah berharap bahwa melalui kebijakan efisiensi ini, penggunaan APBN dapat lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang bergantung pada bantuan sosial.

APBN 2025 Bansos Efisiensi Anggaran Kementerian Keuangan Sri Mulyani
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRevisi RUU BUMN Dibahas Besok, Bakal Perkuat Tata Kelola
Next Article SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Kiat SDM Kawakan: Kuasai Ilmu Keberlanjutan

Bisnis Udex Mundzir

Chef Degan Septoadji: Membawa Rasa Indonesia ke Meja Dunia

Biografi Alfi Salamah

Bolehkah Menulis Nama di Batu Nisan Kuburan?

Islami Ericka

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.