Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Mengganti nama tanpa mengubah esensi adalah ilusi reformasi yang hanya menunda perbaikan nyata dalam sistem pendidikan kita.
Udex MundzirUdex Mundzir30 Januari 2025 Editorial
Reformasi Sistem Penerimaan Murid Baru
Reformasi Sistem Penerimaan Murid Baru (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sistem penerimaan murid baru berubah—dari PPDB menjadi SPMB. Pemerintah beralasan perubahan ini untuk meningkatkan keadilan dan pemerataan akses pendidikan. Namun, publik bertanya: apakah ini solusi konkret atau sekadar penggantian nama untuk menutupi masalah lama yang tak kunjung terselesaikan?

Sejak diberlakukan pada 2017, sistem zonasi dalam PPDB memang menuai kritik. Tujuan awalnya adalah pemerataan kualitas pendidikan, tetapi dalam praktiknya banyak terjadi penyimpangan. Manipulasi domisili, pungutan liar, dan jalur belakang menjadi keluhan tahunan. KPK bahkan melaporkan 21,31% sekolah melakukan pungutan liar, dan 38,77% menerima titipan anak pejabat. Alih-alih mengatasi ketimpangan, zonasi justru memperburuknya: siswa dari keluarga mampu bisa “membeli” akses, sementara yang kurang mampu sering kali tersisih.

Kini, sistem baru diperkenalkan dengan perubahan utama berupa empat jalur penerimaan: domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Konsep zonasi diubah menjadi “domisili” dengan harapan menghilangkan stigma negatif. Namun, jika esensinya tetap berbasis jarak, apakah ini benar-benar solusi atau hanya pergantian istilah?

Baca Juga:
  • Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan
  • ASEAN di Tengah Preseden Maduro
  • Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas
  • Langkah Utang Pemerintah di Akhir 2024

Jalur afirmasi, yang diperuntukkan bagi siswa miskin dan penyandang disabilitas, dijanjikan mendapat kuota lebih besar. Namun, tanpa mekanisme validasi yang ketat, ini bisa menjadi celah baru bagi manipulasi data. Kasus piagam kejuaraan palsu dan kartu keluarga fiktif di PPDB 2024 seharusnya menjadi peringatan.

Di jalur prestasi, ada tambahan kriteria kepemimpinan, seperti pengurus OSIS atau Pramuka. Ini menarik, tetapi perlu dipertanyakan: bagaimana standar penilaiannya? Apakah semua sekolah memiliki parameter yang sama? Tanpa aturan jelas, hal ini bisa menambah potensi subjektivitas dan ketidakadilan dalam seleksi.

Masalah utama bukan hanya sistemnya, melainkan kurangnya pengawasan dan pemerataan kualitas sekolah. Di banyak daerah, sekolah negeri masih dianggap superior dibandingkan swasta. Pemerintah seharusnya fokus meningkatkan standar sekolah di semua wilayah, bukan sekadar merombak aturan penerimaan siswa.

Artikel Terkait:
  • Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?
  • Meski Terlambat, Tetap Harus Dipercepat
  • Narasi Dizalimi, Strategi Politik
  • Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Pemerintah juga perlu menindak tegas praktik suap dan kecurangan dalam penerimaan siswa baru. Tanpa mekanisme transparan dan sanksi tegas, kebijakan sebaik apa pun hanya akan jadi formalitas. Selain itu, digitalisasi sistem seleksi perlu diperkuat agar lebih transparan dan bebas intervensi.

SPMB akan diuji efektivitasnya pada tahun ajaran baru. Jika hanya perubahan kosmetik tanpa solusi nyata terhadap akar masalah, maka reformasi ini tidak lebih dari rebranding kebijakan lama. Pendidikan berkualitas harus menjadi hak semua anak Indonesia, bukan sekadar hak istimewa bagi mereka yang bisa mengakali sistem.

Jangan Lewatkan:
  • Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur
  • Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang
  • Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten
  • Dulu Dipaksa-Paksa Menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, Sekarang Malah Haram
Kecurangan PPDB Ketimpangan Sekolah Pendidikan Indonesia Reformasi Pendidikan SPMB 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan
Next Article Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah

Informasi lainnya

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

23 Juli 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

8 Juli 2026

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

1 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

Refleksi Alfi Salamah

Kenali 6 Tipe Toxic Person agar Kesehatan Mentalmu Terjaga

Daily Tips Alfi Salamah

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?

Daily Tips Lina Marlina

10 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Pepaya

Food Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi