Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Kadang kedutan itu sekadar panggilan tubuh: “Istirahatlah sejenak.”
Alfi SalamahAlfi Salamah28 November 2025 Kesehatan
Penyebab Mata Kedutan
Ilustrasi Mata Kedutan (pntr)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Getaran ringan di kelopak mata kerap disalahartikan sebagai pertanda gaib atau sinyal kejadian besar. Banyak orang masih percaya bahwa kedutan mata bisa meramalkan kabar baik, bahkan kabar duka. Namun secara medis, kedutan mata memiliki penjelasan ilmiah yang lebih masuk akal dan bisa dijelaskan secara logis.

Fenomena mata kedutan dikenal dalam dunia medis sebagai myokymia, sebuah kondisi kontraksi otot ringan yang terjadi tanpa kendali, umumnya pada kelopak mata atas atau bawah. Meski tampak sepele, kondisi ini bisa membuat tidak nyaman, terutama bila berlangsung berulang dalam satu hari.

Antara Lelah dan Stres

Dokter mata menyebutkan bahwa pemicu utama dari kedutan mata adalah kelelahan dan stres berlebih. Gaya hidup yang serba cepat, kurang tidur, hingga konsumsi kafein yang berlebihan menjadi faktor yang paling sering dijumpai. Ketika tubuh kelelahan dan saraf tegang, otot-otot kecil di sekitar mata bisa merespons secara spontan.

Selain itu, terlalu lama menatap layar gadget atau komputer juga menjadi penyebab umum. Ketegangan visual semacam ini bisa membuat otot mata kejang sesaat. Dalam beberapa kasus, sensitivitas terhadap cahaya terang atau alergi juga memicu kedutan yang berulang.

Menurut penjelasan lembaga medis di Amerika Serikat, kedutan mata biasanya akan mereda dengan sendirinya jika faktor pemicunya diatasi. Mereka menekankan pentingnya tidur yang cukup, membatasi kafein, serta mengelola stres dengan baik.

Jenis Kedutan dan Tingkat Keseriusannya

Meski sebagian besar kasus tergolong ringan, ada jenis kedutan mata lain yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah benign essential blepharospasm (BEB), yakni kondisi yang menyebabkan kelopak mata berkedut terus-menerus dan bahkan tertutup tanpa disengaja.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu penglihatan, tapi juga dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari. Hingga saat ini, penyebab BEB belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti menduga adanya kelainan pada basal ganglia bagian otak yang mengontrol gerakan otot sebagai salah satu kemungkinan.

Ada pula hemifacial spasm, yakni kedutan yang tidak hanya terjadi di mata, tetapi melibatkan satu sisi wajah. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan gangguan saraf dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai

Mata kedutan memang seringkali tidak berbahaya. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian lebih. Misalnya, jika kedutan berlangsung lebih dari satu minggu, atau disertai gejala lain seperti kejang wajah, mata sulit dibuka, penglihatan terganggu, atau adanya keluarnya cairan dari mata.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kedutan mata bisa menandakan adanya penyakit neurologis seperti parkinson, stroke, hingga tumor otak. Namun biasanya, kondisi-kondisi ini akan disertai gejala penyerta yang lebih kompleks dan tidak hanya berupa kedutan ringan.

Cara Efektif Mengatasi Kedutan Mata

Penanganan kedutan mata sebenarnya tidak selalu memerlukan obat. Justru, perubahan gaya hidup bisa menjadi solusi utama. Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh para ahli meliputi:

  • Tidur yang cukup setiap malam, minimal 7–8 jam.
  • Mengurangi asupan kafein, alkohol, dan rokok.
  • Mengelola stres dengan cara relaksasi, meditasi, atau aktivitas fisik ringan.
  • Mengatur waktu layar gadget dengan teknik 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki.
  • Mengompres mata dengan air hangat bila terasa lelah.
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya magnesium dan vitamin B.

Jika kedutan terus berlanjut dan mulai mengganggu aktivitas harian, konsultasi ke dokter mata atau spesialis saraf menjadi langkah yang bijak. Pemeriksaan lebih lanjut bisa membantu menentukan apakah kondisi tersebut hanya spasme ringan atau tanda gangguan lain.

Mitos yang Perlu Ditinggalkan

Dalam banyak budaya, kedutan mata sering kali dihubungkan dengan mitos. Ada yang meyakini bahwa mata kiri kedutan berarti kabar buruk, sementara mata kanan berarti kabar baik. Namun, tidak ada dasar ilmiah untuk memperkuat anggapan ini.

Faktanya, kedutan mata hanyalah sinyal tubuh yang menyampaikan bahwa ada ketegangan, kelelahan, atau rangsangan berlebih yang perlu diatasi. Daripada memikirkan arti mistis di balik kedutan, lebih baik menjadikan kondisi ini sebagai alarm alami dari tubuh untuk beristirahat.

Meski tampak sepele, mata kedutan bisa menjadi indikator penting dari gaya hidup kita sehari-hari. Dengan mengenali pemicunya, kita bisa lebih peka terhadap kebutuhan tubuh dan menjaga kesehatan mata dengan lebih baik. Jangan anggap enteng, tapi juga tak perlu panik. Yang terpenting, dengarkan sinyal tubuh dan berikan waktu untuk pulih.

Blepharospasm Gangguan Saraf Kesehatan Mata Mata Kedutan Penyebab Myokymia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBasarnas Intensifkan Operasi SAR di Sibolga-Tapanuli Raya
Next Article BNPB Sebut 303 Korban Jiwa dalam Banjir dan Longsor Sumatra

Informasi lainnya

Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

8 Desember 2025

Krisis Kesehatan Hantui Pengungsian Aceh Pascabanjir

7 Desember 2025

Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

23 November 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

15 November 2025

Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata

15 November 2025

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

23 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka

Menaklukkan Gunung Cikuray, Atap Tertinggi di Garut

Travel Alfi Salamah

Jangan Normalisasi Israel

Editorial Udex Mundzir

Bela Negara Bukan Membungkam Kritik

Opini Udex Mundzir

Ujian Jabatan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.