Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BI Kaltim Siapkan Rp2,18 T untuk Serambi 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 25 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur

Jika satu suara gugur di jalan rusak dan hujan deras, maka negara gagal menjaga martabat pemilu yang setara.
Udex MundzirUdex Mundzir18 April 2025 Editorial
PSU
Ilustrasi Pemungutan Suara Ulang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tasikmalaya kembali menjadi cermin buram wajah demokrasi kita. Di tiga desa terpencil—Ciheuras, Pameutingan, dan Parentas—proses distribusi logistik bukan hanya soal teknis. Ini soal keseriusan negara memastikan bahwa hak pilih tidak kandas di tikungan curam dan jalan licin.

KPU Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan bahwa akses ke beberapa TPS hanya bisa ditempuh dengan motor trail atau kendaraan 4×4. Bukan karena kita hidup di abad ke-19. Tapi karena infrastruktur kita masih tertinggal, bahkan di pulau Jawa yang katanya paling maju.

Warga pun paham bahwa pemilu bukan sekadar hari coblos. Tapi mereka juga tahu, dari masa ke masa, suara yang mereka berikan belum pernah betul-betul mengubah hidup mereka.

“Kalau musim hujan mah, jalannya licin pisan. Tapi mun logistik kudu diangkut, urang siap ngabantu,” kata Eman, warga Kampung Buligir. Nada bicaranya optimis, meski nada itu tak bisa menutupi getir ketertinggalan.

Tapi tidak semua punya semangat serupa. Di Cisayong, Rohayati, seorang ibu rumah tangga, menyampaikan nada yang kontras.

“Hayu weh nyoblos, da ti baheula ogé taya parobahan. Urang mah biasa bae,” ujarnya lirih.

Inilah realitas yang sering diabaikan. Di balik jargon partisipasi, ada kejenuhan. Di balik semangat demokrasi, ada keraguan. Bukan karena warga tidak cinta tanah air, tapi karena negara terlalu sering menjanjikan, dan terlalu jarang menepati.

Distribusi logistik pemilu seharusnya bukan perkara improvisasi musiman. Ini adalah indikator dasar kapasitas negara. Bila satu TPS gagal menerima logistik tepat waktu, maka konsekuensinya bukan hanya administratif, tapi politis.

Publik bisa curiga. Sengketa bisa muncul. Dan lebih buruk, legitimasi hasil pemilu bisa terganggu.

KPU memang sudah menyiapkan skenario alternatif. Termasuk antisipasi cuaca ekstrem, perubahan lokasi TPS, hingga pelaporan manual di wilayah blank spot. Tapi sampai kapan solusi darurat terus jadi andalan?

Masalah jaringan, medan ekstrem, dan kendaraan khusus seharusnya bukan lagi berita. Sudah lebih dari dua dekade kita menyelenggarakan pemilu demokratis. Tapi medan yang sama, tantangan yang sama, selalu berulang.

Apakah ini kekurangan dana? Atau kekurangan perhatian?

Jangan lupa, PSU ini digelar karena Pilkada sebelumnya dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Artinya, daerah ini sudah terluka oleh kesalahan sistem. Maka PSU bukan hanya soal mengulang teknis. Tapi soal mengembalikan kepercayaan.

Jika warga di kota besar bisa mencoblos dengan nyaman, maka warga di bukit terpencil pun berhak atas kenyamanan yang sama.

Seorang tokoh masyarakat di Desa Parentas mengungkapkan hal senada. “Kami ini orang kampung, tapi kami juga manusia. Jangan karena kami jauh, jadi diperlakukan seperti nomor dua,” ujarnya dengan nada pelan, namun tajam.

Ironisnya, elite politik yang haus suara di musim kampanye, nyaris tak bersuara soal PSU. Mereka sibuk menyusun strategi pemenangan nasional, sementara warga desa harus menapak lumpur agar suaranya dihitung.

Kita tidak bisa berharap kepercayaan publik akan tumbuh dari proses yang setengah hati. Ketika satu suara bisa menyelamatkan atau menjatuhkan calon, maka satu TPS pun tak boleh dianggap remeh.

Distribusi logistik adalah tulang punggung demokrasi. Gagal di sini, runtuhlah keadilan pemilu.

Pemerintah pusat dan daerah harus menaruh perhatian serius. Bukan hanya untuk PSU di Tasikmalaya, tapi untuk semua wilayah terpencil. Infrastruktur demokrasi harus setara. Jika tidak, maka suara desa akan terus tenggelam di balik hiruk pikuk kota.

PSU ini adalah panggung ujian, bukan hanya bagi KPU. Tapi juga bagi negara.

Apakah negara masih mau melindungi suara warganya hingga pelosok terakhir?

Ataukah demokrasi hanya slogan yang berhenti di jalan beraspal?

Demokrasi Desa Terpencil Distribusi Logistik Hak Pilih Warga KPU Kabupaten Tasikmalaya PSU Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar Dorong Pemuda KNPI Berinovasi di Sektor Pertanian
Next Article Indonesia Jadi Negara Pertama yang Diterima AS Bahas Tarif Impor

Informasi lainnya

Ketika Narkoba Dilindungi Oknum

15 Februari 2026

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

5 Januari 2026

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

13 November 2025
Paling Sering Dibaca

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

Profil Alfi Salamah

Sawer Meriah di Kampung Citepus

Happy Lina Marlina

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva
Berita Lainnya
Nasional
Lisda Lisdiawati5 Februari 2026

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor