Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dispar Kutim Genjot Pendataan Ekraf Lewat Program Sindekraf

Pemkab Kutai Timur mulai petakan pelaku ekonomi kreatif untuk dukungan program pembinaan dan pemberdayaan.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 November 2025 Daerah
Akhmad Rifanie
Akhmad Rifanie, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sangatta – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur mulai melakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) secara lebih terstruktur melalui program Sinergi Data Ekraf (Sindekraf). Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi minimnya data valid yang selama ini menghambat penyaluran bantuan dan pembinaan sektor ekonomi kreatif.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa program Sindekraf merupakan bagian dari rencana aksi perubahan yang bertujuan membangun sistem data ekraf yang lebih akurat dan terintegrasi.

“Sampai sekarang data ekraf masih belum lengkap dan akurat. Banyak bantuan dan pembinaan untuk pelaku ekraf kita belum bisa lakukan secara keseluruhan,” ujarnya di Sangatta, Selasa (11/11/2025).

Rifanie mengatakan, basis data yang terpercaya penting untuk mendukung perencanaan program, pemberdayaan, dan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di daerah. Ia menambahkan, sektor ini memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal karena masih kurangnya pemahaman dan pendataan.

“Sebenarnya banyak pelaku ekraf di Kutai Timur, tapi masyarakat masih minim terkait sektor tersebut, jadi masih bingung. Di sini kami hadir untuk mendata serta membina,” ucap Rifanie.

Menurutnya, ada 17 subsektor dalam ekonomi kreatif yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2019, antara lain kriya, kuliner, fesyen, musik, aplikasi dan pengembangan permainan, serta film dan animasi. Seluruh subsektor ini mengandalkan kreativitas dan pengetahuan sumber daya manusia dalam menciptakan produk atau jasa bernilai tambah.

Melalui program Sindekraf, Dispar Kutim juga mendorong perangkat daerah lain untuk ikut mendaftarkan pelaku ekraf ke dalam sistem informasi yang sudah disiapkan, yaitu Sistem Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (Siekta).

“Sebelum kami gencarkan pendataan, pelaku ekraf hanya kurang dari 10. Tapi setelah kami jalankan Sindekraf, telah terdata 72 pelaku ekraf,” jelas Rifanie.

Ia menilai, peningkatan data ini menjadi langkah awal yang penting untuk mengatasi persoalan klasik yang selama ini menghambat pengembangan ekonomi kreatif, yakni kurangnya data yang akurat. Dengan data yang lengkap, Pemkab Kutim bisa merancang program pengembangan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Data Pelaku Ekraf Dispar Kutim Ekonomi Kreatif Kutim Sindekraf Kutim UMKM Kreatif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJembatan Garut Putus, Mobilitas Dua Desa Lumpuh Total
Next Article Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional

Informasi lainnya

KA Serayu Kini Berhenti di Stasiun Rajapolah

15 Maret 2026

Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

18 Februari 2026

Retribusi Pantai Sindangkerta Disorot

15 Februari 2026

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Islami Alfi Salamah

Jangan Goyang Pemerintah Sah

Editorial Udex Mundzir

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Gagasan Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi