Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dispar Kutim Genjot Pendataan Ekraf Lewat Program Sindekraf

Pemkab Kutai Timur mulai petakan pelaku ekonomi kreatif untuk dukungan program pembinaan dan pemberdayaan.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 November 2025 Daerah
Akhmad Rifanie
Akhmad Rifanie, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sangatta – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur mulai melakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) secara lebih terstruktur melalui program Sinergi Data Ekraf (Sindekraf). Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi minimnya data valid yang selama ini menghambat penyaluran bantuan dan pembinaan sektor ekonomi kreatif.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa program Sindekraf merupakan bagian dari rencana aksi perubahan yang bertujuan membangun sistem data ekraf yang lebih akurat dan terintegrasi.

“Sampai sekarang data ekraf masih belum lengkap dan akurat. Banyak bantuan dan pembinaan untuk pelaku ekraf kita belum bisa lakukan secara keseluruhan,” ujarnya di Sangatta, Selasa (11/11/2025).

Rifanie mengatakan, basis data yang terpercaya penting untuk mendukung perencanaan program, pemberdayaan, dan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di daerah. Ia menambahkan, sektor ini memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal karena masih kurangnya pemahaman dan pendataan.

“Sebenarnya banyak pelaku ekraf di Kutai Timur, tapi masyarakat masih minim terkait sektor tersebut, jadi masih bingung. Di sini kami hadir untuk mendata serta membina,” ucap Rifanie.

Menurutnya, ada 17 subsektor dalam ekonomi kreatif yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2019, antara lain kriya, kuliner, fesyen, musik, aplikasi dan pengembangan permainan, serta film dan animasi. Seluruh subsektor ini mengandalkan kreativitas dan pengetahuan sumber daya manusia dalam menciptakan produk atau jasa bernilai tambah.

Melalui program Sindekraf, Dispar Kutim juga mendorong perangkat daerah lain untuk ikut mendaftarkan pelaku ekraf ke dalam sistem informasi yang sudah disiapkan, yaitu Sistem Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (Siekta).

“Sebelum kami gencarkan pendataan, pelaku ekraf hanya kurang dari 10. Tapi setelah kami jalankan Sindekraf, telah terdata 72 pelaku ekraf,” jelas Rifanie.

Ia menilai, peningkatan data ini menjadi langkah awal yang penting untuk mengatasi persoalan klasik yang selama ini menghambat pengembangan ekonomi kreatif, yakni kurangnya data yang akurat. Dengan data yang lengkap, Pemkab Kutim bisa merancang program pengembangan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Data Pelaku Ekraf Dispar Kutim Ekonomi Kreatif Kutim Sindekraf Kutim UMKM Kreatif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJembatan Garut Putus, Mobilitas Dua Desa Lumpuh Total
Next Article Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional

Informasi lainnya

25 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Terus Cari Korban Longsor Cisarua

26 Januari 2026

Longsor Pasirlangu, 111 Warga Belum Ditemukan

24 Januari 2026

Longsor Cisarua Tewaskan Delapan Orang, 82 Masih Dicari

24 Januari 2026

Darurat Bencana Ditetapkan, Longsor Pasirlangu Telan Banyak Korban

24 Januari 2026

Kak Mashuri Pimpin Kwartir Ranting Tellu Siattinge 2026-2029

22 Januari 2026

Pramuka Tellu Siattinge Satukan Langkah Lewat Musyawarah Ranting

22 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah

Dari Memalukan ke Menakutkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.