Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia

Gerhana langka ini akan berlangsung lebih dari enam menit dan hanya bisa diamati dari wilayah Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.
ErickaEricka23 Juli 2025 Saintek
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027
Ilustrasi Gerhana Matahari Total (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Dunia akan menyambut fenomena astronomi luar biasa pada 2 Agustus 2027: gerhana matahari total berdurasi lebih dari enam menit. Fenomena ini menjadi sorotan global karena intensitas, cakupan wilayah, dan langkanya kejadian serupa dalam satu abad terakhir. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam wilayah yang dapat menyaksikan gerhana secara langsung.

Durasi Gerhana Tertinggi Abad Ini

Gerhana matahari total tersebut akan mencapai puncaknya dengan durasi 6 menit 23 detik, menjadikannya gerhana daratan terpanjang sejak awal abad ke-20. Durasi semacam ini sangat jarang terjadi dan memiliki nilai penting dalam kajian ilmiah, khususnya mengenai atmosfer Matahari dan perilaku korona selama fase totalitas.

Melintasi Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah

Jalur totalitas gerhana akan membentang dari Samudra Atlantik melewati Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Beberapa negara yang akan mengalami kegelapan total di siang hari antara lain Spanyol, Mesir, dan Arab Saudi. Jalur tersebut menjadi pusat perhatian ilmuwan dan wisatawan astronomi dari seluruh dunia.

Titik Totalitas Terpanjang Berada di Mesir

Wilayah New Valley di Mesir diprediksi menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana secara maksimal. Di lokasi ini, fase totalitas akan berlangsung selama durasi penuh, dengan kondisi geografis dan atmosfer yang mendukung pengamatan langsung.

Bagian dari Siklus Saros 136

Gerhana ini termasuk dalam siklus Saros 136, yaitu rangkaian peristiwa gerhana yang berulang setiap 18 tahun 11 hari dan dikenal menghasilkan gerhana dengan durasi dan penampakan spektakuler. Siklus ini telah menjadi dasar perhitungan astronomi selama berabad-abad dan terus relevan dalam prediksi fenomena langit global.

Wilayah Indonesia Hanya Mengalami Gerhana Parsial

Indonesia tidak berada dalam lintasan totalitas, bahkan di banyak wilayah hanya akan terlihat sedikit fase parsial atau tidak sama sekali. Bagi masyarakat Indonesia, cara terbaik untuk mengikuti peristiwa ini adalah melalui siaran langsung dari wilayah jalur utama, baik melalui kanal observatorium luar negeri maupun platform digital.

Dampak Ekologis dan Atmosferik

Fenomena gerhana total dikenal membawa perubahan fisik sesaat di lingkungan. Penurunan suhu udara, perubahan arah angin, serta respons fisiologis hewan merupakan aspek yang banyak diteliti oleh ilmuwan lingkungan. Efek ini menunjukkan keterkaitan antara peristiwa astronomi dan dinamika ekosistem bumi.

Gerhana matahari total 2 Agustus 2027 bukan sekadar tontonan langit, tetapi momen ilmiah, edukatif, dan visual yang langka. Meskipun tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia, momentum ini tetap layak untuk diperhatikan secara global sebagai bagian dari warisan astronomi modern. Masyarakat didorong untuk mengikuti perkembangannya dan memanfaatkannya sebagai media pembelajaran tentang dinamika tata surya.

Astronomi Modern Fenomena Langit 2027 Gerhana Matahari Total Observasi Gerhana Saros 136
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEkskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru
Next Article Arab Saudi Minta Indonesia Sesuaikan Jadwal Haji 2026

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025
Paling Sering Dibaca

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Biografi Ericka

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir

Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan

Biografi Ericka

Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong

Opini Silva

Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Ericka6 Agustus 2025

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Optimalisasi Kepemimpinan dalam Transformasi Pelayanan Publik: Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-63 Gelar FGD di Surabaya

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.