Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

KTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Riset Murah, Mimpi Besar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 11 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

Kenaikan drastis harga plastik membuat pedagang kopi keliling kesulitan menjaga keuntungan di tengah persaingan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati11 April 2026 Ekonomi
Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan
Pedagang kopi keliling mengayuh sepedanya saat menjajakan minuman kopi di Kawasan Senayan, Jakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta Barat – Kenaikan harga plastik bak “gelombang panas” yang diam-diam membakar kantong pedagang kecil. Para penjual kopi keliling di kawasan Puri Kembangan kini harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah lonjakan biaya operasional yang tiba-tiba melonjak tajam.

Lonjakan harga plastik yang mencapai sekitar 50 persen sejak awal April 2026 berdampak langsung pada pelaku usaha mikro, khususnya pedagang kopi keliling. Kenaikan ini meliputi harga gelas plastik, sedotan, hingga kantong kresek.

Peristiwa ini mulai dirasakan para pedagang pada Selasa (7/4/2026), ketika mereka harus membeli bahan kemasan dengan harga jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya. Meski demikian, para pedagang tetap mempertahankan harga jual, yakni Rp5.000 untuk kopi panas dan Rp8.000 untuk kopi es, demi menjaga daya beli pelanggan.

“Saya tidak menaikkan harga walaupun harga plastik naik sekitar 50 persen. Keuntungan memang jadi sedikit, tetapi demi menjaga pelanggan saya tetap bertahan,” ujar Erna, salah satu pedagang kopi keliling.

Keputusan untuk tidak menaikkan harga bukan tanpa risiko. Para pedagang kini harus rela menerima margin keuntungan yang semakin menipis. Dalam kondisi persaingan yang ketat, mereka khawatir kehilangan pelanggan jika harga dinaikkan, terlebih segmen pasar yang mereka layani sangat sensitif terhadap perubahan harga.

“Saya masih jual Rp5.000 untuk kopi biasa dan Rp8.000 untuk kopi pakai es. Tidak berani naikkan harga, takut pelanggan kabur. Mau tidak mau keuntungan jadi tipis, yang penting masih bisa berputar, alhamdulillah,” kata Siti, pedagang lainnya.

Kondisi ini diperparah oleh faktor eksternal yang memengaruhi pasokan bahan baku plastik secara global. Para pedagang menduga terganggunya distribusi bahan baku akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu penyebab utama lonjakan harga tersebut. Dampaknya, rantai pasok terganggu dan harga bahan baku mengalami kenaikan signifikan di tingkat pasar.

Di sisi lain, pelaku UMKM seperti pedagang kopi keliling berada di posisi paling rentan karena keterbatasan modal dan minimnya alternatif bahan kemasan yang lebih murah. Beberapa pedagang bahkan mulai mempertimbangkan penggunaan bahan alternatif, meskipun belum tentu praktis atau ekonomis dalam jangka pendek.

Kenaikan harga ini juga menambah tekanan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Tanpa intervensi atau solusi jangka pendek, dikhawatirkan banyak usaha kecil akan mengalami penurunan pendapatan bahkan gulung tikar.

Para pedagang berharap harga plastik segera kembali stabil agar usaha mereka tetap bisa berjalan. Stabilitas harga dinilai menjadi kunci agar roda ekonomi kecil tetap berputar di tengah berbagai tantangan global.

Ekonomi Mikro Harga Plastik Kenaikan Harga Pedagang Keliling UMKM Kopi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Informasi lainnya

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

1 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026

Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran

20 Maret 2026

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp

Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter

Argumen Udex Mundzir

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Gagasan Udex Mundzir

Selat Hormuz dan Ancaman Ekonomi Dunia

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.