Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Perjalanan Panjang Nelayan Indonesia, Dari Tradisi Hingga Modernitas

Alwi AhmadAlwi Ahmad30 Agustus 2023 Nasional
Deretan kapal nelayan sedang bersandar di Puger Jember Jatim
Deretan kapal nelayan sedang bersandar di Puger Jember Jatim
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Negeri kepulauan yang indah ini tidak hanya terkenal dengan kekayaan budaya dan alamnya yang memukau, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam dunia perikanan dan nelayan. Seiring dengan perkembangan zaman, jejak perjalanan para nelayan Indonesia telah mengalami transformasi yang menarik, menghadirkan perubahan signifikan dari segi tradisi hingga modernitas.

Waktu Berlalu di Garis Pantai

Sejarah nelayan di Indonesia merentang ribuan tahun, dimulai jauh sebelum era kolonial. Masyarakat pribumi Indonesia, yang sebagian besar hidup di pesisir, telah menggantungkan kehidupan mereka pada hasil laut sejak zaman purba. Dalam budaya tradisional, nelayan dihormati sebagai penjaga kehidupan laut dan pelindung alam bawah laut.

Era Kolonial dan Perubahan Dinamika

Kedatangan bangsa, terutama Belanda, mengubah lanskap nelayan Eropa Indonesia. Sistem kapitalis yang diperkenalkan oleh kolonialisasi membawa perubahan dalam cara operasi nelayan. Eksploitasi sumber daya laut untuk tujuan perdagangan komersial mempengaruhi pola penangkapan ikan dan budaya nelayan.

Perjuangan Masa Kemerdekaan

Setelah perjuangan panjang, Indonesia meraih kemerdekaannya pada tahun 1945. Masa ini juga menjadi awal bagi pemulihan sektor perikanan dan nelayan. Pemerintah baru berkomitmen untuk melindungi hak-hak nelayan lokal, memperbaiki infrastruktur pelabuhan, dan menggalakkan koperasi nelayan.

Modernitas dan Tantangan Abad ke-21

Masuknya era modernitas membawa tantangan baru bagi nelayan Indonesia. Perubahan iklim, polusi laut, dan degradasi ekosistem laut telah berdampak pada hilangnya ikan dan mata pencaharian nelayan. Namun, adaptasi terjadi dengan pengenalan teknologi canggih dalam perikanan seperti GPS, pemantauan satelit, dan alat menangkap ikan yang lebih efisien.

Mempertahankan Warisan Sambil Melangkah ke Depan

Meski menghadapi perubahan besar, banyak komunitas nelayan di Indonesia yang tetap berpegang pada tradisi dan nilai-nilai leluhur mereka. Festival perikanan dan upacara adat masih diadakan untuk merayakan keberhasilan tangkapan ikan dan memohon berkah laut. Sembari mempertahankan warisan budaya ini, nelayan juga berupaya beradaptasi dengan teknologi modern untuk menjaga kehausan mata pencaharian mereka.

Dalam perjalanan panjang sejarah nelayan Indonesia, kita dapat melihat bahwa mereka telah melewati masa sulit dan perubahan yang signifikan. Dari tradisi hingga modernitas, kisah perjalanan nelayan Indonesia adalah cerminan dari ketangguhan dan adaptasi manusia terhadap perubahan zaman.

Nelayan Indonesia Sejarah Nelayan Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKomitmen Bupati Ikfina Tingkatkan Kesehatan Anak Melalui Program Sehati
Next Article UU Cipta Kerja, Ide Besar Majukan Bangsa Melalui Daya Tarik Investor

Informasi lainnya

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

5 Februari 2026

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

Daily Tips Lisda Lisdiawati

Menjadi Lebih Baik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Persiapan Ramadhan

Islami Assyifa

THR 2025 Cair Lebih Cepat, Siapkan Rencana Anda!

Bisnis Assyifa

Tukin Dosen: Antara Janji dan Realita

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.