Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kerugian Akibat Bencana Capai Rp22 Triliun Setahun

Kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan picu kerugian ekonomi nasional tiap tahun.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati22 November 2025 Nasional
Kerugian Akibat Bencana Capai Rp22 Triliun Setahun
Evakuasi jenazah korban longsor Cibeunying, Cilacap, hari kesembilan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bogor – “Rp22 triliun lenyap setiap tahun karena bencana alam.” Kalimat itu dilontarkan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam, sebagai peringatan keras atas dampak nyata yang ditimbulkan oleh bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Angka kerugian tersebut diungkapkan saat kegiatan penanaman pohon di kawasan Eiger Adventure Land, Puncak, Kabupaten Bogor, pada Jumat (21/11). Menurut Medrilzam, kerusakan akibat tanah longsor, banjir, angin kencang, dan puting beliung menyumbang beban berat terhadap perekonomian nasional, infrastruktur, serta kehidupan sosial masyarakat.

“Kerugiannya fantastis, ada Rp22 triliun per tahun. Ini bukan angka kecil. Dampaknya sangat luas,” ujarnya dalam kegiatan yang juga digelar untuk memperingati Hari Pohon Sedunia.

Ia menyebutkan, tanah longsor menjadi jenis bencana paling sering terjadi, mencapai hampir 34 persen dari total bencana di Indonesia. Disusul puting beliung (32 persen), angin kencang (12 persen), dan banjir (10 persen).

Menurut Medrilzam, maraknya bencana tak lepas dari kerusakan ekosistem dan alih fungsi lahan yang merajalela. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, sekitar 12,3 juta hektar lahan di Indonesia dalam kondisi kritis. Sebanyak 811 ribu hektar di antaranya berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

“Kita ini sedang berdiri di elevasi 930 meter, sedangkan Jakarta berada di permukaan laut. Kalau air dari atas ini tidak dikelola, potensi bencana di bawah sangat tinggi,” ungkapnya lagi.

Langkah mitigasi bencana dilakukan dengan menanam pohon di kawasan hulu DAS Ciliwung yang kini semakin terdegradasi akibat peralihan fungsi dari hutan dan kebun teh menjadi kawasan wisata. Eiger Adventure Land dipilih sebagai titik sentral kegiatan karena posisinya yang strategis sebagai penyokong ekologi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyambut baik kegiatan ini, mengingat banjir dan longsor telah menjadi masalah rutin di Kabupaten Bogor. Ia mengatakan, penanaman pohon juga dilakukan di sembilan lokasi lain seperti Giri Pangrango, Pancawati, dan Sukaraja sebagai bagian dari penanganan banjir.

Direktur Utama Eiger Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menambahkan bahwa kawasan ini tengah diubah menjadi ekowisata berbasis restorasi alam.

“Kami ingin EAL menjadi contoh bahwa konservasi bisa berdampingan dengan pariwisata dan edukasi,” ucapnya. Ia berharap kolaborasi lintas sektor mampu mengembalikan keseimbangan ekologi dan memberi kontribusi nyata bagi upaya mitigasi bencana.

Mitigasi melalui penghijauan ini menjadi langkah konkret yang harus diikuti oleh daerah lain, mengingat dampak kerusakan lingkungan telah merambah ke sendi-sendi ekonomi dan sosial masyarakat secara luas.

Bencana Alam Indonesia DAS Ciliwung Eiger Adventure Land Kerusakan Lingkungan Mitigasi Banjir
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTol Jakarta-Tangerang KM25 Rampung Akhir 2025 Meski Tersendat Material
Next Article Guncangan M5,2 Halmahera Timur, BMKG Pastikan Tak Ada Ancaman Tsunami

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

Editorial Udex Mundzir

Koperasi Rasa Franchise

Editorial Udex Mundzir

Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan

Editorial Udex Mundzir

Yang Bukan Termasuk Ghibah dalam Islam

Islami Ericka

WNI Bisa Kunjungi 42 Negara Ini Tanpa Visa

Travel Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.