Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Lelah Beribadah

Mari tetap semangat menjalani hari-hari Ramadhan yang masih ada. Jadilah finalis Ramadhan, jangan gugur di tengah jalan.
Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi17 Maret 2025 Islami
Beribadah
Ilustrasi lelah beribadah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jujur saya mulai terasa lelah beribadah. Padahal baru tanggal 17 Ramadhan. Tiap hari makan malam selepas shalat magrib. Beberapa menit selesai makan, adzan isya berkumandang. Lanjut lagi ke masjid. Tiba di rumah sekitar jam 21.00. Kalau ada jadwal ceramah tarawih, kadang makan malam sedikit saja. Kadang tidak sempat makan malam kalau jaraknya jauh.

Bagaimana caranya agar tetap semangat meskipun rasa lelah mendera? Dari diskusi dengan pak Syamsul, Wadir Sekolah Islam Athirah Bone, disimpulkan ada 3 kunci yang dapat disingkat S3 yaitu sadar, syukur dan sabar. Maksudnya dengan S3 bisa mencapai level tertinggi seperti halnya tingkat pendidikan formal hingga S3.

Pertama yaitu sadar. Sadari dan yakini bahwa kelelahan yang dirasakan akan dibalas dengan pahala, ampunan dan surga oleh Allah jika tetap semangat hingga akhir. Mau masuk perguruan tinggi negeri idaman saja siswa SMA kelas 12 rela lelah belajar ikut bimbel intensif berbulan-bulan. Saat diumumkan lulus PTN idaman, rasa lelah terganti dengan bahagia.

Ibadah di bulan Ramadhan pun demikian. Puncak kebahagiaan orang yang berpuasa yaitu saat kelak bertemu dengan Allah di surga. Itulah sukses tertinggi orang beriman. Agar kesadaran itu stabil dan tumbuh, maka iman perlu terus diasah dengan nutrisi ilmu agama. Dengarkan ceramah dan kajian yang membahas firman Allah dari Al Quran dan Sunnah.

Sadari juga bahwa puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan untuk mentransformasi diri menjadi lebih baik secara lahir dan batin. Itu semua butuh proses panjang dan melelahkan. Perhatikan bagaimana guci yang indah dibuat dari tanah liat. Tanahnya dbanting-banting, dibentuk, dipanaskan. Lalu diamplas dan dicat. Perlu proses panjang sebelum menjadi guci yang indah.

Semula saat tanah liat diinjak. Jika ada di atas lantai akan disapu. Setelah jadi guci harganya mahal dan dipajang di tempat khusus. Dijaga agar tidak jatuh. Menjadi barang istimewa. Itulah buah dari penderitaannya. Demikian pula orang beriman dengan ibadah di bulan Ramadhan. Jika berhasil meraih takwa akan menjadi manusia mulia dunia dan akhirat.

Kedua yaitu syukur. Orang yang bersyukur selalu merasa beruntung. Melihat segala kondisi dari sisi positif. Jika terjatuh dan luka ia berkata “untung hanya luka tidak patah tulang”. Orang yang bersyukur dengan datangnya bulan Ramadhan juga akan merasa beruntung. Tidak semua orang diberi usia masuk Ramadhan. Banyak yang meninggal dunia sebelum bulan Ramadhan. Juga bersyukur tahun ini masih menikmati Ramadhan. Tidak ada jaminan tahun depan masih ada umur panjang.

Ibnul Qayyim mengatakan jika orang yang telah mati diberi kesempatan hidup lagi maka mereka ingin hidup sehari saja di bulan Ramadhan. Mereka ingin beribadah semaksimal mungkin selama sehari itu karena telah melihat besarnya pahala dan manfaatnya di alam barzakh. Kita bersyukur masih hidup di Ramadhan. Syukuri dengan gunakan semaksimal mungkin.

Ketiga yaitu sabar. Berbekal sadar dan syukur akan tumbuh kesabaran untuk tetap menjalani ibadah Ramadhan dengan semangat yang menyala. Ciri sabar menurut Aa Gym yaitu hadapi, hayati dan nikmati. Siap menghadapi kondisi yang melelahkan. Mampu menghayati dan menghayati seluruh aktivitas yang dilakukan. Lelah yang nikmat karena penghayatan keimanan.

Mari tetap semangat menjalani hari-hari Ramadhan yang masih ada. Jadilah finalis Ramadhan, jangan gugur di tengah jalan. Ingat, pada 10 malam terakhir Allah siapkan malam lailatul qodar yang lebih baik dari 1000 bulan. Jangan lupa jaga kesehatan dengan nutrisi, istirahat dan olahraga yang cukup. Jangan lupa berdo’a kepada Allah agar diberi kekuatan lahir dan batin untuk meraih lailatul qodar. Meraih pahala, ampunan, rahmat dan ridha Nya. Selamat berjuang. Tetap semangat. Ewako.

Makassar, 17 Ramadhan 1446 H

Lelah beribadah Sabar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHukum Mencium Tangan dan Berdiri untuk Menghormati dalam Islam
Next Article Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Informasi lainnya

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

26 November 2025

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

28 Agustus 2025

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

7 Agustus 2025

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

7 Agustus 2025
Paling Sering Dibaca

Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas

Editorial Udex Mundzir

Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan

Editorial Udex Mundzir

Kemenangan 30 Muslim melawan Ribuan Kafir Quraisy

Islami Alfi Salamah

Salat Taubat dan Hajat: Apa Bedanya?

Islami Alfi Salamah

Phil Knight dan Nike

Profil Lina Marlina
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.